
Di dalam kelas Liya pun belajar dengan tidak konsentrasi, dia masih memikirkan masalah nya, ia berharap ini semua hanya mimpi dari tidur panjang nya. Namun ia harus menerima kenyataan bahwa ini semua bukan lah mimpi, ini semua adalah kenyataan pahit yang harus hadir dalam rumah tangga nya.
"Liyy, kamu jangan bersedih terus yah, mana Aliya yang aku kenal dengan seorang yang sering tersenyum dan tidak putus asa?? Kamu sekarang benar-benar berubah 100% drastis. Asal kamu tau itu Liyy!!
Kamu seharusnya jangan bersedih, Kamu harus membuat Zefan kembali mencintai kamu, bukan malah putus asa begini" kata Anggi yang mencoba menghibur sahabat nya itu.
"Apa iya perubahan aku begitu terlihat?? Iya benar apa yang kamu bilang nggi, aku harus bangkit, tapi gimana jika itu semua hanya sia-sia nggi?? Apa aku harus mundur dan mengikhlaskan nya Nggi??" tanya Aliya dengan bersedih.
"Begini Liyy, Kamu kan paling paham soal agama, jadi kamu tau tentang perantara jodoh. Jika perjuangan mu nanti hanya sia-sia, percaya lah berarti Zefan itu bukan jodoh untuk kamu!! Dan jika Zefan kedepannya makin menyakiti kamu!! Pergilah Liyy tinggal kan dia. Kamu wanita shalehah, kamu berhak bahagia" Terang Anggi.
"Terima kasih nggi kamu selalu mendukung aku" kata Aliya tersenyum dibalik cadarnya.
"Udah gak usah lebay, kayak sama siapa aja pun" balas Anggi tersenyum.
Tak lama kemudian...
Drtttt... Drtttt.... (Hp Aliya berdering)
"Blablabla... " (Disebrang sana)
"Iya benar dengan saya sendiri" Aliya
"Blablablabla... " (Disebrang sana)
"APAA!!? Gak.. gak mungkinnnnn" teriak Aliya histeris, ia pun langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai.
"Blablabla... " (Disebrang sana)
"Iya terimakasih" Aliya.
__ADS_1
Anggi pun yang dari tadi mendengarkan pembicaraan keduanya langsung terkaget karena teriakan Aliya.
"Liyy apa yang terjadi kenapa kamu menangis??" Tanya Anggi yang khawatir melihat sahabat nya yang langsung terduduk dilantai.
"Ayah sama bunda aku kecelakaan nggi, Hikss..hiks..dan ...mereka tidak bisa tertolong Hiksss... Hiks... " jawab Liya dengan nangis tersedu-sedu
"Innalillahi wainnailaihi rojiun, Sekarang mereka ada dimana Liyy??, ayo kita segera kesana hikss..hiks.." Anggi pun langsung menangis mendengar penjelasan Aliya.
Aliya pun langsung memberitahu alamat nya, lalu mereka pun segera berangkat kesana.
Tidak lupa Aliya juga terus mengirim pesan kepada Zefan, tetapi Zefan sama sekali tidak membalas pesannya. Ia pun berkali-kali menghubungi, tetapi nihil seperti nya HP Zefan sedang tidak aktif.
) /) /) /) /) /) /) /) /) /
...Di Apartemen Bilqist........
Memang benar HP Zefan lagi tidak aktif, yah itu adalah perbuatan Bilqist. Ia sengaja menonaktifkan HP Zefan agar tidak ada yang mengganggu dia dan Zefan yang sedang memadu kasih.
"Enggak sama sekali BilBil, aku hanya mencintaimu dari dulu hingga akhir nanti, aku juga akan menceraikan dia sebentar lagi" jawab Zefan sambil mengelus-elus rambut Bilqist.
"Benar yah?? Awas kalau kamu bohong. Hemm apa kamu udah pernah begituan sama dia?? tanya Bilqist sedikit ragu.
Deggg... ( dia teringat bahwa dia dan Aliya sudah melakukan kewajiban suami istri. Masih ingat kan??? Yang pas Zefan meminta hak nya kepada Aliyaa?? Itu loh pas di episode 7,masih ingat kan?? Soalnya author malas membuat flashback nyaπ π )
"Maaf BilBil aku sudah melakukan nya dengan Aliya" kata Zefan dengan terkikuk.
"Apa alasan kamu melakukan itu dengan nya mass!!! Apa kamu melakukan itu atas dasar cinta??Apa kamu mau memiliki anak diusia kamu yang masih muda ini??" Kata Bilqist dengan nada yang ditinggikan.
"Kamu gak bisa menyalahkan aku begitu saja, aku juga pria normal pasti bisa lah melakukan itu!! lagi pula ini juga salah kamu!! Kalau saja kamu tidak meninggalkan aku waktu itu mungkin kita sudah hidup bahagia sekarang" Jawab Zefan tegas.
__ADS_1
"Hemm maaf sayang aku tau aku salah, Tapi aku mau kamu suruh istri kamu untuk minum obat Kontrepsi kehamilan, apa kamu mau punya anak secepat ini sayang?? umur kamu masih muda, masih waktu nya kamu untuk bebas" kata Bilqist dengan air mata buaya nya. Sebenarnya didalam hati nya iya hanya takut nanti kalau Aliya hamil jadi akan lama proses perceraian itu.
"Iya BilBil yang kamu katakan benar, dan jika dia hamil nanti aku bakalan menunggu lama untuk menceraikan nya" jawab Zefan
"Yess Yuhuyyy,,, dia aja satu pemikiran sama aku memang kita benar-benar jodoh mas" ucap Bilqist dalam hati.
"kenapa aku jadi mengkhawatirkan Aliya yah, Apa ada yang terjadi yah dengan dia??" Batin Zefan.
"Sayang kamu nginap disini yah, temani aku sekali aja" pinta Bilqist dengan nada manjanya.
"Tapi gimana dengan Aliya??" Dia benar-benar frustasi karena permintaan kekasih nya.
"Bilang aja kalau kamu nginap dirumah Aska atau gak Andra" jelas Bilqist.
"Yaudah deh iya" pasrah Zefan.
"Aku saja yah yang mengirim pesan ke dia" kata Bilqist yang langsung mengaktifkan HP Zefan. Betapa kaget nya dia ketika membaca pesan dari Aliya, dan melihat banyak nya panggilan dari Aliya. Namun dia langsung menetralkan jantung nya, dan tak lupa ia menghapus semua pesan dan Log panggilan dari Aliya, dia gak mau kalau Zefan mengetahui hal ini dan nanti nya Zefan akan pergi ninggal kan dia. Tak lupa ia pun langsung meng silent kan HP Zefan.
"Oke sayang sudah" kata Bilqist
"Iya sayang" balas Zefan datar. Entah apa yang dipikirkan nya, tiba-tiba saja pikiran nya mengkhawatirkan aliya.
...ππππBersambungπππ...
Babayyyy πππ
Segitu dulu yahπ π
LikeπNya kaka β€β€β€
__ADS_1
...To back continue......