
Sang surya menampakkan cahaya nya, sinar terang nya tembus menyinari sebuah ruangan yang terdapat seorang wanita sedang tertidur pulas di kasur nya. Wanita tersebut adalah Bilqist, pagi ini ia tertidur dengan sangat pulas karena malam nya ia sudah membayangkan betapa indah nya hari esok akan berjalan-jalan dengan pria yang amat di cintai nya itu.
Karena silauan sinar matahari yang seakan-akan menyilaukan pandangan mata nya, membuat ia terbangun dari tidur nyenyak nya itu.
"Hoammm..." nguap nya ketika ia terbangun dan langsung mengangkat kedua tangan nya ke atas sambil membuka mata nya lebar-lebar mencoba mengalahkan rasa kantuk nya.
Dilirik nya jam dinding yang ada di dinding kamar nya tersebut.
"Wah, sudah lumayan siang. Aku harus segera bersiap-siap untuk merapikan badan ku sebelum mas Zefan datang menjemput ku" ia berbicara sambil ter senyum-senyum sendiri.
Ia pun langsung berjalan menuju kamar mandi nya untuk segera membersihkan badan nya. Setelah selesai dengan ritual mandi pagi nya, ia pun langsung segera memakai pakaian nya. Ia sengaja memilih pakaian yang sangat sexy, tak lupa ia menyemprotkan parfum nya sebanyak mungkin di area tubuh nya. Hal itu ia lakukan supaya bisa menarik perhatian Zefan agar jatuh kembali ke dalam pelukan nya.
Ia pun tak lupa mendandani wajah nya dengan make-up yang sudah ia persiapkan untuk menarik simpatik dari Zefan. Ia menyiapkan make-up dengan warna yang tidak terlalu menor, ia sengaja mencari make-up dengan warna kalem dengan lipstik yang ia siapkan berwarna pucat, sehingga menambah kesan wajah nya terlihat jelas kalau diri nya sedang dalam keadaan sakit.
Ia menatap diri nya di depan cermin sambil tersenyum licik nya.
"Seperti nya ini semua sudah cukup! Akh, betapa jelek nya wajah ku saat ini. Tapi, tak apalah! ini semua aku lakuin untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik ku. Biarkan saja awal perjuangan ku ini sangat menyakitkan dan mengorbankan wajah ku yang cantik menjadi buruk seperti ini. Akan ku tunggu akhir perjuangan ku yang menyenangkan" Bilqist berbicara sendiri.
Setelah dia merasa semua nya cukup, ia pun segera keluar dari kamar nya menuju ruang tamu untuk menunggu kedatangan Zefan. Ia menunggu Zefan sambil bermain handphone nya dan sekalian menunggu pesan dari Zefan.
Lama ia menunggu Zefan, namun yang di tunggu-tunggu nya tak kunjung juga untuk datang. Ia pun menjadi geram dan aura kemarahan nya pun juga sudah mulai muncul. Namun ia mencoba untuk bersabar dan menunggu Zefan kembali. Ia berfikiran kalau Zefan sedang dalam perjalanan, karena kemacetan di jalan raya itu yang menyebabkan ia terlambat.
"Aku harus bersabar menunggu lagi, mungkin saja ia sedang terjebak dalam kemacetan, apalagi ini kan hari libur" Bilqist berkata mencoba menenangkan hati nya.
Bilqist pun kembali menunggu dengan duduk di sofa nya sambil sesekali melirik ke arah pintu rumah nya, berharap ada suara orang yang mengetuk pintu rumah nya. Di tengah-tengah kegelisahan nya itu, tiba-tiba di dalam otak nya muncul sebuah ide yang sangat the best.
__ADS_1
"Lebih baik, jika aku menunggu Zefan di dalam kamar saja. Jadi, nanti dia bisa melihat tubuh ku yang terbaring lemah, dan akan menggendong ku untuk naik ke mobil nya" Itu ide yang tiba-tiba muncul di dalam piki nya. Bilqist pun segera kembali lagi ke dalam kamar nya untuk menjalankan rencana nya tersebut.
Sudah hampir dua jam ia menunggu, namun Zefan benar-benar tak kunjung datang. Dilirik nya jam dinding kamar nya, nampak di situ sudah menunjukkan pukul 11:00 WIB.
Kesabaran nya kini sudah habis, ia pun langsung mengambil handphone nya dan mengetikkan pesan kepada Zefan. Karena tak kunjung mendapat balasan dari Zefan, ia lalu segera menelfon ke nomor Zefan. Ia pun tambah semakin geram karena nomor Zefan yang tidak bisa dihubungi nya karena sedang tidak aktif.
Sedangkan di tempat lain.....
Burung-burung berkicauan dengan merdu, matahari kini mulai terletak tepat di atas kepala. Sudah jam sebelas siang, maklum saja matahari sudah mulai tepat di atas kepala, karena sebentar lagi waktu sudah menduduki jam 12 siang.
Zefan dan Aliya kini sedang berada di sebuah taman, dimana taman itu adalah tempat yang menjadi kenangan yang sangat manis menurut Zefan. Bagaimana tidak? Taman itu kemarin menjadi saksi keromantisan antara Aliya dan Zefan dimana Aliya yang sudah menyanyikan sebuah lagu yang romantis menurut nya.
Karena ketagihan akan tempat itu, Zefan pun sengaja mengajak Aliya untuk pergi ke sana lagi. Selain karena ingin mengajak Aliya kesana, Zefan juga mempunyai hal utama yaitu untuk menghindari ajakan dari Bilqist yang kemarin mengajak nya pergi ke pantai pada pagi ini. Awalnya Aliya tidak setuju dengan ajakan dari Zefan, namun bukan Zefan nama nya kalau tidak memiliki beribu-ribu cara untuk meyakinkan Aliya.
"Aku tidak mau mas pergi ke sana! hari ini kamu kan sudah janji ingin mengajak Bilqist untuk bermain ke Pantai. Kamu harus menepati janji kamu mas!!" jawab Aliya tegas sewaktu mereka masih berada di rumah nya.
"Tapi kamu sudah berjanji kepada nya mas, janji itu harus di tepati!!" Aliya mencoba memelas.
"Baiklah, besok aku akan mengajak nya pergi ke Pantai! tapi tidak untuk hari ini! hari ini aku sangat ingin berduaan bersama mu, dan aku juga mau kita pergi ke Taman kemarin!" pasrah Zefan akhirnya.
Aliya pun akhirnya terpaksa menuruti kemauan suami nya itu. Mangkanya mereka berdua kini sudah berada di Taman yang di maksud oleh Zefan.
"Mas, coba kamu kabari Bilqist terlebih dahulu. Aku takut ia sedang kelamaan menunggu kamu yang tak kunjung datang untuk menjemput nya" kata Aliya yang bersandar di pundak Zefan.
"Aku sengaja untuk menonaktifkan handphone ku supaya dia tidak mengganggu kita berdua. Eh, malah kamu yang menyuruh aku untuk menghubungi nya" jawab Zefan dengan nada kesal nya. Walaupun ia sedang kesal, ia pun juga melakukan apa yang dikatakan oleh istri nya itu. Ia segera mengaktifkan kembali handphone nya yang diambil nya dari dalam saku celana nya.
__ADS_1
Ketika ia membuka handphone nya, nampak di layar handphone nya muncul beberapa pesan dan beberapa panggilan masuk dari nomor Bilqist. Ia pun dengan cepat segera membalas pesan dari Bilqist tersebut dengan mengetikkan 'Maaf Bil aku tidak bisa datang dan mengajak mu untuk pergi ke Pantai hari ini. Tiba-tiba saja, aku mendapat telefon dari kantor ku kalau ada sebuah masalah yang segera harus di selesaikan hari ini juga. Sekali lagi aku minta maaf, mungkin besok baru bisa aku pergi ke Pantai bersama mu' begitulah pesan yang di ketik Zefan kepada Bilqist.
Di tempat lain...
Bilqist yang sudah benar-benar sangat marah karena Zefan tak kunjung datang menjemput nya kini tiba-tiba mendadak senang karena mendengar bunyi notif pertanda pesan masuk ke handphone nya.
Ia pun tersenyum karena melihat nama yang mengirim pesan tersebut, dengan cepat ia membuka dan segera membaca pesan dari Zefan itu. Bilqist pun langsung membelalakkan mata nya, ia sangat terkejut karena membaca pesan tersebut. Aura kemarahan nya yang tadi sudah mulai reda, kini langsung meningkat naik ke ubun-ubun nya.
Ia langsung membanting barang-barang yang ada di dalam kamar nya itu.
Pranggg... Klontang... Klenteng.... Anggap saja itu suara barang-barang yang sudah dibantingi oleh Bilqist. Ia langsung berteriak histeris dengan mengumpat nama Zefan.
"Kurang ajar kamu Zefan!! bisa-bisanya kamu mempermainkan aku seperti ini!! aku tidak terima dengan ini semua Zefan!!!" jerit nya sambil melempar salah satu barang make-up nya ke dinding kamar nya.
"Aku sudah capek berdandan seperti ini, aku sudah capek berjam-jam menunggu kamu!! tiba-tiba kamu bilang kalau kamu tidak bisa pergi hari ini!!! semudah itu kamu berbicara nya Zefan!!! dasar Zefan bi***p, Zefan br*ng**k, Zefan baj*n*a*, aku gak terima semua perlakuan mu ini Zefannn!!! aku akan segera membalas nya!! awas kamu Zefan!!!" teriak Bilqist dengan seringai kejahatan yang muncul di wajah nya.
...***...
Gimana??
Like👍
Komen 📩
Hadiah🎁
__ADS_1
Vote ❤
...To back continue... ...