Dimana Kesalahanku??

Dimana Kesalahanku??
89


__ADS_3

_Mau sejauh apapun kamu berlari, jika takdirmu sudah ditentukan... pasti kamu akan tetap menemukan jalan untuk kembali_


Setelah selesai membeli nasi, Aliya dan Zefan pun langsung bergegas pulang. Sebenarnya Mama Zefan tidak ada menghubungi mereka untuk memberi tau kalau Keandra menangis, namun Aliya tetap saja mengkhawatirkan Keandra yang merengek di rumah karena tidak menemukan dirinya sewaktu bangun dari tidurnya.


Di dalam mobil Aliya hanya diam termenung sambil memeluk erat Kiara di dekapannya. Pandangan Aliya kosong menghadap jalanan, di satu sisi ia ingin berbaikan dengan Zefan dan memulai semuanya dari awal, tetapi di sisi satunya ia juga masih trauma dengan perlakukan Zefan dulu terhadapnya.


Bagaimana tidak trauma berat, dituduh anak yang dikandungnya bukan anak darinya, diceraikan tepat di hari ia melahirkan, hanya karena sosok masalalu yang datang tiba-tiba di kehidupannya.


"Sayang, kenapa kamu diam saja? Apakah memang kamu benar-benar tidak mau untuk berbicara kepadaku? yang status nya adalah suamimu sendiri?" Pertanyaan Zefan langsung membuyarkan lamunan Aliya.


"Eh maaf Mas, bukan seperti itu Mas. Aliya bukan tidak mau berbicara kepada Mas, tetapi Liya sekarang kepikiran Kean dirumah Mas".

__ADS_1


'Astaghfirullah, maafkan aku berbohong sedikit ya Allah'


"Ya sudah, ini Mas lajukan lagi yah mobilnya, biar kita cepetan sampai di rumah. Kamu beneran tidak ada yang ingin di beli lagi kan' Sayang?". Tanya Zefan lagi sambil memandang hangat ke Aliya.


"Emm sepertinya tidak ada lagi Mas, barang keperluan di rumah masih ada kok, mungkin masih bisa untuk beberapa hari kedepan". Jawab Aliya dengan sedikit senyuman yang tersembunyi di balik kain cadar nya.


" Maasya Allah, kamu sudah tersenyum untukku Liy? aku bahagia banget Liy, terimakasih Liy terimakasih". Zefan benar-benar terharu karena Aliya yang sudah bisa tersenyum untuk nya, Zefan sangat tau kalau Aliya tadi beneran tersenyum, karena terlihat dari kedua mata Aliya yg menyipit.


Lagi-lagi Aliya dibuat merona dengan perlakuan Zefan kepadanya. Aliya pun tidak menanggapi ucapan Zefan, ia hanya bersembunyi dengan menghadap ke arah samping.


"Ihh Mas, kamu jangan gitu Mas. Aku malu Mas jadinya". Yaampun Aliya sudah benar-benar ingin cepat berlari lalu menutup mukanya.

__ADS_1


"Aduh istri aku lagi merona rona nih sepertinya. Buka dong cadar nya Neng, Mas mau liat seperti apa jadinya muka Neng kalau lagi merona".


'Ya Allah tolong, kok Mas Zefan jadi seperti itu. Selamat kan lah aku dar8 gombalannya ya Allah'


"Undaa, Undaa dayi mana cama Dik cama Papa juga? Kok Undaa ngga ajakin Kean Un? Apa kalena Kean udah becal jadinya engga Undaa ajak-ajak pelgi lagi?" Kedatangan Keandra memang menjadi penolong untuk Aliya, tetapi pertanyaan Keandra juga malah membuat Aliya bersedih.


"Say.." Belum sempat Aliya menjawab, Zefan sudah langsung memotong ucapannya.


"Jagoan Papa yang ganteng dan baik budi, bukan Unda sama Papa engga mau ajak Kean pergi, cuma tadi Kean masih tertidur nyenyak dan juga adik Kiara lagi sakit demam. Badan adik Kiara panas sekali, mangkanya tadi Papa sama Unda terburu-buru untuk bawa Kiara berobat dan sengaja tidak membangunkan Kean yang masih bobo nyenyak". Zefan memberikan nasihat sambil mengangkat Kean kedalam gendongan nya.


Mendengar kata Adik Kiara sakit, membuat Kean langsung minta diturunkan dari gendongan Zefan.

__ADS_1


" Undaa apa benal Dik Kean takit? Dik takit apa Unn? cini cini bial Kean obati, Kean mau gendong Dik". Ucapan Kean tersebut membuat tiga orang dewasa itu sangat merasa terharu dengan sikap penyayang Keandra kepada Kiara. Mama Zefan yang sedari tadi diam saja memperhatikan mereka kini juga ikutan tersenyum bahagia. Ia sangat berharap semoga hubungan Zefan dengan Aliya semakin membaik, hidup dengan normal seperti pasangan pada umumnya.


"Undaa!! Papa!!! Buluan bawa cini Dik nya, Kean mau gendong!!"


__ADS_2