Dimana Kesalahanku??

Dimana Kesalahanku??
23


__ADS_3

Aliya dan Sinta duduk di sofa ruang kerja Sinta, dulu sebenarnya itu adalah ruangan milik Aliya, cuma karena ia sudah tidak bisa untuk mengurus cafe itu, jadilah Ruangan itu sekarang milik Sinta.


"Ayoo liyy,, mbak sudah sangat menanti cerita kamu!! Sekarang cepat ceritakan semua nya sama mbak, tanpa ada 1 cerita terselip sedikit pun!!" Paksa Sinta dengan gaya sok galak nya.


"Hehhe iyah mbak tenang saja, semua nya akan Aliya ceritakan. Tapi jangan pasang wajah seperti itu dong,,, Takut Aliya jadinya ngelihat mbak" Kata Aliya dengan nada cemberut nya.


"Hehehe maaf yah sayang, mbak cuma gak sabar nunggu cerita dari kamu, kamu jangan marah yah sama mbak" Kata Sinta dengan rasa bersalah nya.


"Whahahhahah, mbak lucu deh kalo merasa bersalah begitu... padahal aku tadi cuma ecek-ecek marah aja,, whahahahah..."(Akhirnya Aliya sudah bisa tertawa bebas lagi)


" Ish kamu yah, mbak sampek jantungan tau gak!!" kata Sinta kesal


"Hahahha... Yaudah aku ceritain nihh..." Aliya pun menceritakan kenapa orang tuanya bisa meninggal, ia menjelaskan dengan panjang lebar disertai isak tangisan yang tak bisa ia bendung.


"YaAllah kamu yang sabar yah sayang,,, kamu gak usah merasa kesepian lagi... Sekarang ada mbak juga disisi kamu, Udah kamu jangan nangis lagi yah... Cup cup cup,,,, adek mbak gak boleh nangis nanti ilang cantik nya" kata Sinta menghibur Aliya.


"Iya mbak, Aku gak akan nangis lagi, makasih yah mbak udah buat aku tertawa" kata Aliya langsung memeluk Sinta


"Eitss, udah jangan kuat-kuat meluk nya kasihan Debay yang ada di perut aliya... Ehh gimana hubungan Aliya sama Zefan??" Tanya Sinta, karena yang ia dulu tau Zefan tidak pernah nganggap Aliya sebagai istri nya, tapi kenapa sekarang Aliya bisa hamil, ia masih ingin tahu hal itu.


"Hemmm hubungan aku sama mas Zefan makin membaik kok mbak" jawab Aliya berbohong, ia tidak mau menceritakan kepahitan di dalam rumah tangga nya, Ia gak mau buka-buka aib suami nya. Ia takut menjadi istri yang durhaka.


"Wahh syukur lah kalau begitu mbak bahagia mendengar nya" Kata Sinta tersenyum


"Mbak aku keluar dulu yah, mau melihat cafe dan para karyawan" Izin Aliya kepada Sinta.


"Perlu mbak temani??" tawar Sinta


"Hemm tidak perlu kok mbakk, Aliya mau sendiri aja, mbak pasti banyak kerjaan kan?? Aliya pamit dulu, assalamualaikum mbak"


"Waalaikumsalam sayang" Aliya pun lalu pergi dari ruangan Sinta.


Aliya pergi ke dapur, ia ingin mengantarkan makanan untuk pelanggan nya, entah kenapa ia ingin melakukan hal itu. Para karyawan nya semua sudah tau tentang Buk bos nya yang sekarang sudah berbeda penampilan itu.


Aliya pun lalu mengantarkan pesanan ke salah satu meja, ternyata pesanan yang di antarkan nya adalah sosok wanita paruh baya, Kira-kira usia nya sama seperti almarhumah bunda nya dulu.

__ADS_1


"Silahkan dinikmati bu" Kata Aliya ramah


"Akh iya Terima kasih" jawab ibu tersebut.


"Saya pamit dulu bu" Sebelum Aliya pergi, ibu tersebut memanggil Aliya.


"HEYYY, Bisakah kamu temani ibu untuk duduk disini?? Ibu tau kamu pemilik cafe ini kan??" Kata ibu tersebut


"Hah iyah boleh kok bu, benar bu saya pemilik cafe ini" Kata Aliya, lalu ia pun duduk di dekat ibu itu.


"Hemm... saya sangat merindukan anak gadis ibu, ketika melihat kamu ibu jadi ingat dia,, emmm boleh kah ibu memeluk kamu nak??" Tanya ibu itu ragu


Aliya awalnya takut, ia takut ibu ini akan menjahati nya, namun ia melihat dari sorot mata ibu itu, ternyata benar tidak ada kebohongan disana.


"Boleh kok bu" Ibu tersebut langsung memeluk aliya dengan erat, Aliya pun juga merasakan pelukan kasih sayang, karena ia juga sangat merindukan bunda nya.


tak lama kemudian ibu tersebut lalu melepaskan pelukan itu.


"Terima kasih nak, sudah membolehkan ibu untuk memeluk mu" Kata ibu itu dengan semburat kebahagiaan.


"Hehe iya bu sama-sama,, emm kalau boleh saya tau, memang anak gadis ibu kemana??" Tanya Aliya dengan takut


"Begini nak, ibu mempunyai anak gadis seusia kamu, tapi ia salah memilih perjalanan hidup, ia hamil diluar nikah, dan yang parah nya, ayah dari bayi tersebut tidak mau bertanggung jawab, jadi ibu dan suami ibu mengusir dia dari rumah, ibu dan suami sangat malu memiliki anak seperti dia,, tapi gak tau kenapa,, akhir-akhir ini ibu sangat merindukan nya,, dan yang paling sedihnya, saat ia melahirkan kami tidak ada yang menjenguk nya" Ibu tersebut bercerita panjang lebar.


"Kok ceritanya sama seperti cerita temannya bang Aldo yahh???" Batin Aliya


"Hemm buk, bukannya saya membela anak ibu yahh,,, tapi saya cuma mau memberikan saran,, Ibu sama suami ibu sebaiknya tidak terlalu membenci anak ibu,, karena sebenarnya yang terjadi kedia itu bukan murni kesalahan nya,, Ia juga korban disitu bu,, Ia sekarang sangat membutuhkan ibu untuk di samping nya,,, Ibu seharusnya jangan menyalahkan dia,,, Ibu mending sekarang temui dia sebelum semuanya terlambat,,, sebelum ia nanti nya akan membenci orang tuanya sendiri. Sebelum terlambat bu,,, dan saya rasa, anak ibu sekarang juga pasti sudah berubah tidak seperti dulu lagi" Aliya menjelaskan dengan lembut


Ibu tersebut yang mendengarkan perkataan aliya, langsung terhenyak,,, menurut nya semua yang dikatakan Aliya itu benar adanya.


"Iyah nak kamu benar,,, ibu harus segera menemui dia dan meminta maaf kepadanya" Kata ibu tersebut. Aliya yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengangguk kan kepala nya.


Mereka pun lalu berbincang-bincang hangat.


...................

__ADS_1


Di Sebuah Mall...


Benar, Zefan benar mengajak Bilqist untuk jalan-jalan. Terbukti ia dan Bilqst sedang berada di salah satu Mall.


"Sayang aku pengen itu"


"Sayang aku mau itu"


"Sayang baju yang ini pas untuk aku kann??"


"Sayang baju ini sangat cocok di badan kamu"


"Sayangg.... sayanggg... sayang... " Dan masih banyak lagi yang di ucap kan bilqist, namun Zefan hanya mengiyakan semua perkataan Kekasih nya itu, pikiran nya masih melayang-layang memikirkan Aliya yang pergi ke cafe nya.


Ia berfikiran, kalau Aliya disana sedang bernyanyi, dan banyak cowok yang memuji istri nya itu. Zefan benar-benar frustasi memikirkan itu semua, ingin rasanya ia mendatangi Aliya ke cafe itu, tapi karena ia terlalu gengsi ia tidak mau menuruti hati nya tersebut.


"*Wahhh sangat cantik suara perempuan itu"


"Wahh, sudah muslimah, merdu lagi suaranya"


"Mbak boleh minta nomor Handphone nya"


"Neng, ta'arufan sama mas mau*"


Begitulah kira-kira pikiran Zefan ke cowok yang mengagumi Aliya disana.


"Akhhh,,, Aliyaaaa... kamu benar-benar membuat aku gila!!! Awas kamuu!!!" Jerit Zefan dalam hati.


................. ✨✨✨✨✨..................


****Babayyy 👋👋👋👋


Segitu dulu yahh.... 😅😅


Like👍

__ADS_1


Comen 📩****


...To Back Continue.........


__ADS_2