
Tiga hari sudah Aliya di rawat di Rumah Sakit. Hari ini Aliya sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah nya. Aliya di landa kebimbangan, antara ingin memberitahu kepada abang nya atau tidak. Ia juga masih bingung harus tinggal dimana. Ia tidak mau tinggal di rumah almarhum orang tua nya, sekarang waktu nya ia untuk menyendiri menenangkan hati dan pikiran nya.
Aliya pun masih belum sempat memberi nama untuk bayi nya tersebut. Pikiran nya belum sampai kesana, yang ada di benak Aliya sekarang adalah ia harus mencari tempat tinggal yang terpencil, jauh dari banyak orang.
Setelah bersiap menyusun barang-barang nya yang di gunakan nya untuk proses bersalin nya, ia pun segera keluar untuk pergi meninggalkan Rumah Sakit tersebut. Urusan biaya administrasi nya juga sudah di bayarkan oleh Zefan. Masih ingat kan, Zefan yang sudah memesan kamar VVIP untuk Aliya saat akan melahirkan?? jadi biaya Rumah Sakit Aliya sudah di bayar lunas oleh Zefan.
"Sayang, sekarang kita waktu nya untuk cari rumah baru yah!! tapi, sebelum kita mencari tempat tinggal, kita mampir dulu yah ke rumah Kakek dan Nenek kamu" kata Aliya yang berbicara kepada bayi nya.
Di saat ia menunggu taxi, tiba-tiba datang mobil yang berhenti tepat di depan nya. Keluarlah dua orang pria berbadan besar dengan barang yang di pakai nya serba berwarna hitam.
"Apakah Nona yang bernama Aliya??" tanya salah satu pria kekar tersebut.
"Kalian siapa yah??" tanya Aliya cemas.
"Kami suruhan dari Pak Zefan, kami di perintahkan untuk mengantar barang-barang Nona yang ada di rumah nya" jawab pria tersebut.
Sebegitu benci nya kamu sama aku mas?? sampai-sampai kamu menyuruh orang lain untuk mengantar barang-barang milik ku?
"Akh iyah, mana barang-barang nya?" tanya Aliya.
"Sebentar Nona, kami ambilkan dahulu!" pria tersebut pun langsung mengambil koper yang ada di dalam bagasi mobil nya.
"Ini barang punya Nona!!" kata pria tersebut sambil menyerahkan dua koper besar kepada Aliya.
Ya Allah! bagaimana cara aku membawa semua ini? sedangkan aku masih menggendong bayi ku?
"Terima kasih Pak, sudah mengantarkan nya" kata Aliya ramah.
"Sama-sama Nona! kalau begitu kami permisi dahulu!! sampai jumpa kembali" kata pria tersebut dan langsung pergi mengendarai mobil nya.
Aku harus kuat dengan ini semua!! kata Kak Zakri kan, Allah tidak akan menguji hamba nya lewat dari batas kemampuan nya. Setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan!! semangat terus Aliya!! kamu pasti bisa!!
Setelah menunggu beberapa menit, Taxi pun akhirnya datang. Aliya pun langsung berangkat menuju ke kuburan orang tua nya.
Di tengah perjalanan, Aliya meminta kepada supir taxi nya untuk mampir membeli bunga yang akan di gunakan nya untuk berziarah ke makam orang tua nya. Aliya pun kini sudah sampai di tempat pemakaman kedua orang tua nya.
Ketika sampai di gundukan makam orang tua nya, Aliya langsung mengucapkan Assalamu'alaikum Ahlad Diyaar
__ADS_1
Minal Mu'miniina Wal Muslimiin
Yarmullahul Mustaqdimiina Minnaa Wal Mustakhirin. Wa Inna Insya Allahu Bikum La-lahiquun. Wa as alullaha Lana Walakumul
Aafiyah.
Setelah selesai membaca doa, Aliya pun lalu menaburkan bunga yang sudah ia beli tadi sewaktu di perjalanan.
Setelah itu, Aliya langsung menumpahkan air mata nya. Ia langsung menangis histeris di tengah-tengah makam kedua orang tua nya.
"Ayah, Bunda.... hikss... hiksss... putri kesayangan kalian kini sudah menjadi seorang ibu. Aliya sudah memberikan cucu yang tampan untuk Ayah dan Bunda. Tapi, di saat Aliya sudah menj seorang ibu, Aliya juga sudah menyandang status baru!! Aliya sudah menjadi seorang janda Yah, Bun!!!" kata Aliya sambil tertawa getir.
"Aliya sudah menjadi janda di usia yang masih sangat muda! Aliya bukan menyalahkan Ayah dan Bunda karena sudah menjodohkan Aliya, tapi karena Aliya yang belum dewasa untuk menjadi seorang istri yang baik. Aliya belum bisa menjaga suami Aliya Yah, Bun!! tapi, semua yang Aliya alami ini, membuat Aliya semakin menjadi perempuan yang selalu kuat, tidak lemah! Ayah, Bunda!! Aliya minta maaf karena tidak bisa menjaga ikatan pernikahan dengan mas Zefan!! Seandainya mas Zefan tau, kalau Aliya adalah putri kecil nya dulu! mungkinkah mas Zefan tidak akan menceraikan Aliya?? tapi, mungkin Allah bukan menakdirkan Aliya berjodoh dengan mas Zefan. Ayah, Bunda! Aliya pamit dulu yah! Aliya janji akan sering kesini menjenguk Ayah dan Bunda. Aliya pamit yah, Assalamu'alaikum " kata Aliya yang langsung pergi dari makam kedua orang tua nya.
Di saat ia berjalan untuk keluar dari pintu masuk pemakaman tersebut, karena kondisi nya yang belum cukup stabil, dan juga bawaan nya yang sangat banyak. Tiba-tiba ia terjatuh, untung saja bayi nya masih bisa di tahan nya tetap berada di dalam gendongan nya.
"Kamu tidak apa-apa??" kata seorang pria yang seperti nya habis berziarah juga.
"Aku tidak apa-apa" jawab Aliya ramah.
Suara ini kan suara Ali..
Aliya pun langsung mendongak melihat orang yang mengenali diri nya tersebut.
"Kak Zakri!!" kata Aliya sambil berdiri.
"Iyah, aku Zakri. Kamu sedang ngapain disini Al?" tanya Zakri sambil melihat Aliya.
Apa yang terjadi kepada Aliya sebenarnya?
"Aku habis Ziarah ke makam orang tua aku kak! lah kakak, ngapain disini?" tanya Aliya balik.
"Aku juga habis ziarah ke tempat Umi kandung aku" jawab Zakri.
"Kamu kenapa membawa koper? kamu mau pindahan?" tanya Zakri yang sudah sangat ingin tau hal apa yang terjadi dengan Aliya.
"Hem, in.. ini kakk..."
__ADS_1
Apa aku minta bantuan kepada kak Zakri saja yah??
"Kenapa Al?"
"Aku mau mencari rumah baru kak! tapi, aku mau mencari yang sangat terpencil, tidak banyak di ketahui oleh orang banyak" jawab Aliya.
"Memang rumah kamu kenapa Al? dan kamu kapan melahirkan?" tanya Zakri lagi yang sudah sangat kaget melihat Aliya sudah menggendong bayi.
"Baru dua hari lalu kak! dan masalah rumah aku yang kakak tanya, aku belum bisa menjelaskan nya. Maaf yah kak" jawab Aliya sungkan.
"Maaf juga kalau aku bertanya seperti itu, untuk mencari tempat tinggal! bagaimana kalau kamu tinggal di tempat orang tua ku, ada Fanya yang akan membantu kamu merawat bayi kamu" kata Zakri menawarkan.
"Maaf kak, aku menolak ajakan kakak! aku tidak mau merepotkan kakak dan keluarga kakak" ujar Aliya menolak dengan lembut nya.
"Sudah, kamu tidak perlu sungkan-sungkan! orang tua aku baik kok, dan juga biar Fanya tidak kesepian di rumah. Kakak kan tidak tinggal bersama orang tua kakak! kakak tinggal di pondok pesantren sekaligus mengajar di sana" ajak Zakri lagi.
Kak Zakri sudah berhasil meraih cita-cita nya?? aku sungguh kagum kepada kak Zakri.
"Hemm... bagaimana yah Kak??" bingung Aliya.
"Tidak usah bingung Al!! aku ikhlas kok membantu kamu" kata Zakri seakan-akan tau apa yang di pikirkan oleh Aliya.
"Udah yuk!!" Zakri langsung membawa koper Aliya menuju ke mobil nya.
Sedangkan Aliya hanya pasrah mengikuti Zakri dari arah belakang.
...***...
Like👍
Komen📩
Favorit ❤
Hadiah🎁
Vote 🖤
__ADS_1
...To back continue... ...