
Di pinggiran jalan raya, terlihat seorang pria berwajahkan tampan, dengan peci di atas kepala nya sedang membagikan nasi kotak kepada para pengamen, pengemis dan ada juga anak jalanan. Mereka yang mendapatkan nasi kotak pemberian pria tersebut pun mengucapkan terima kasih yang setulus-tulus nya. Mereka sangat bersyukur mendapatkan makanan tersebut, karena mereka memang sangat membutuhkan itu untuk menyambung hidup mereka.
Pria tersebut tak lain adalah Zefanya. Ia melakukan itu dengan ikhlas untuk mendapatkan ridho dari Allah dan agar mendapatkan maaf dari Aliya. Dia benar-benar frustasi ketika Aliya meminta untuk bercerai, dengan permohonan berkali-kali akhir nya Aliya mau memberikan Zefan kesempatan kedua dengan melakukan persyaratan yang di berikan oleh Aliya.
Flashback Start....
"Iyah Liyy, aku butuh permaafan mu untuk menebus semua kesalahan aku"mohon Zefan.
"Kalau begitu, MARI KITA BERCERAI" ucap Aliya to the point.
"APAA!!! Nggak Liyy... aku gak mau pisah sama kamu... aku mau menuruti semua kemauan mu tapi tidak dengan perceraian Liyy... akk.. aku gk bisa hidup tanpa kamu Liyy... " rengek Zefan.
"Bukan nya pas awal kamu yang menginginkan perceraian dengan ku mas?? kok sekarang kamu yang tidak ingin bercerai?? kamu tidak sakit kan mas? kamu tidak kesambet kan? atau sebelum kamu kesini kepala kamu kejedot pintu, tembok atau apakah, sampai-sampai otak kamu sedikit bergeser dari tempat nya??" tanya Aliya nyerocos panjang kek kereta api.
Mendengar celotehan Aliya, membuat Zefan tertawa cekikikan, sudah lama Zefan tidak mendengarkan celotehan Aliya, maka nya itu dari tadi ia membiarkan Aliya nyerocos terus tanpa di potong nya, walaupun celoteh-celotehannya Aliya untuk menghina diri nya. Bisa-bisa nya Aliya berkata otak suami nya bergeser dari tempat nya, kan berdosa, batin nya.
"Sudah siap ngomong nya??" tanya Zefan sambil menahan ketawa nya agar ia kembali serius.
"Sudah" acuh Aliya.
"Yaudah sekarang giliran aku yang berbicara sama kamu sup... "
"Yah memang kan dari tadi kamu bicara nya sama aku, disini kan cuma ada kita berdua, jelas lah kamu bicara nya cuma ke aku, dasar aneh" rutuk Aliya
__ADS_1
Entahlah, sekarang Aliya bawaan nya mendumel terus, tidak mengidam apa-apa, tapi bawaan nya marah-marah terus mau nya.
"Uh dasar bumil ini, kok makin cerewet aja dia. Ya Allah jikalau anak hamba perempuan jangan lah engkau bikin ia seperti ibu nya, cukup ibu nya saja yang cerewet, anak kami jangan ikutan cerewet juga" doa Zefan dalam hati.
"Iyah aku salah, aku ngaku salah, udah yah sekarang aku mau ngomong serius nih. Aku gak mau pisah sama kamu Liyy, aku mau mengulang semua nya dari awal, aku mau kita hidup bersama-sama membesarkan anak kita Liyy, aku gak lagi mabuk atau pun kejedot macam apalah itu, aku ngomong semua ini dalam keadaan sadar Liyy, tolong Liyy, jangan cerai kita yah, aku rela ngelakuin apapun kemauan kamu, asalkan kamu tidak menceraikan aku Liyy" Zefan berbicara sambil menggenggam kedua tangan Aliya.
"Ralat yah mas, anak yang aku kandung ini hanya ANAKKU, kamu kan dulu tidak mau nerima anak ini, jadi jangan ngaku-ngaku deh sekarang kalau ini anak kamu juga" ucap Aliya sambil melepaskan tangan nya dari genggaman Zefan.
"Liyy aku mohon Liyy... aku mohon... kembali lah Liyy... aku benar-benar ingin memperbaiki semua nya dengan mu Liyy.... ajari aku untuk mencintai mu Liyy... agar aku bisa melupakan semua kisah kasih di masa lalu ku... agar kita bisa hidup bahagia bersama anak-anak kita nanti Liyy... beri aku kesempatan Liyy" mohon Zefan sudah dengan air mata yang berlinang.
"Mm.. mas.. kamu beneran yakin dengan omongan kamu itu... kamu gak lagi berbohong kan..?" tanya Aliya lirih, jujur ia masih sangat takut nanti nya Zefan akan menghina dan menyakiti nya dengan perkataan yang amat menyakitkan hati nya lagi.
"Iyah Liyy, aku benar-benar serius dengan ucapan ku"
"Mau kah kamu memberikan aku kesempatan kedua Liyy, aku janji kali ini aku akan benar-benar berubah dan belajar untuk mencintai mu segenap hati ku, ajari aku untuk mencintai mu, bimbing aku menuju surga bersama mu, kamu mau kan Liyy??" tanya Zefan dengan lembut nya.
Aliya langsung gelagapan, ia bingung mau menjawab seperti apa. Di dalam kegelisahan nya ia pun terus berfikir, sampai akhir nya ia menemukan ide supaya dapat melihat keseriusan Zefan.
"Emm... aku mau memberikan kesempatan kedua dan plus memaafkan kamu... asalkan kamu mau melakukan tiga syarat dari aku, tapi syarat nya ini cuma kamu sendiri yang melakukan nya, jangan dicampur sama campur tangan orang lain, kecuali di syarat yang ketiga" kata Aliya dengan serius nya.
"Iya Liyy, aku mau ngelakuin apapun itu, jangan kan tiga, sepuluh, seratus, seribu, aku mau melakukan semua nya demi kamu Liyy" jawab Zefan semangat dengan gaya sombong nya.
"Oke kalau begitu aku kasih tau syarat nya apa saja. Satu, kamu harus memberikan makanan kepada fakir miskin dan orang-orang di pinggir jalan selama tiga minggu. Dua, kamu harus bisa menghafalkan surat Al-Khaf dalam waktu dua minggu. Dan yang ke tiga, kamu harus membangunkan aku sebuah butik, yang di dalam nya sudah lengkap dengan barang-barang perempuan muslimah, di dalam nya harus lengkap jilbab syar'i, cadar, niqab, sarung tangan dan kaus kaki dalam waktu 3 minggu" kata Aliya dengan enteng nya.
__ADS_1
Hmmmpp.... Zefan menelan ludah nya dengan kasar mendengar syarat dari Aliya. Syarat pertama dan ketiga sih menurut nya mudah saja, toh dia orang kaya jadi nya dengan syarat pertama sama ketiga nya Aliya itu tidak ada apa-apa nya sama dia. Nah, syarat kedua nya ini yang membuat ia kalang kabut, ia tidak yakin akan bisa menghafalkan surat Al-Khaf tersebut dalam 2 minggu, jangan kan dua minggu, dua bulan aja belum tentu ia bisa menghafalkan nya.
"Apakah syarat yang kedua tidak bisa di ubah? tolong dong kasih kelonggaran sama aku Liyy" rengek Zefan lagi.
"No, tidak ada nego menego, itu semua sudah real, nyata, tidak bisa di ganggu gugat" Jawab Aliya.
"Hemm, demi kamu mau memaafkan aku lagi, insya Allah aku bisa Liyy" pasrah Zefan akhir nya.
"Nah gitu kan enak, coba aja dari tadi langsung jawab seperti itu, kan tidak susah-susah jadi nya" kata Aliya dengan santai nya, ia tidak mengerti perasaan Zefan yang saat ini sudah ingin mengeluarkan unek-unek nya.
"Kalau gitu sekarang boleh kan aku meluk kamu Liyy??" tanya Zefan polos.
"Dasar yah nih cowo, meluk kan tinggal meluk, kenapa pake tanya-tanya segala sih, kan aku malu" batin Aliya.
Aliya pun akhirnya hanya menganggukkan kepala nya pertanda ia membolehkan Zefan untuk memeluk nya.
Flashback Finish....
...****...
Like👍
Komen 📩
__ADS_1
...To back continue... ...