Dimana Kesalahanku??

Dimana Kesalahanku??
65


__ADS_3

Zakri dan Aliya kini sudah tiba di Rumah Zefan, yang pasti nya rumah tempat tinggal Zefan dengan Aliya dulu ketika masih bersama. Ketika sampai di depan pintu rumah tersebut, tiba-tiba Aliya langsung membeku, dia kembali teringat tentang kenangan dia ketika masih bersama dengan Zefan. Sebenarnya ia sudah lumayan bisa untuk melupakan Zefan, tapi entah kenapa ketika ia melihat rumah yang pernah ia tinggali dengan Zefan, semua hal tentang Zefan berkeliaran di otak nya.


Zakri yang mengetahui perubahan di diri Aliya langsung mencoba untuk mengajak Aliya berbicara, ia sangat mengerti dengan Aliya yang tiba-tiba seperti orang ketakutan.


"Dek, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Zakri.


"Ehhh, aku gak papa kok Mas" jawab Aliya yang langsung tersadar dari pikiran masa lalu nya itu.


"Kamu jangan memikirkan hal-hal yang akan membuat mu sakit hati yah Dek" ucap Zakri lembut sambil mengusap kepala Aliya.


"Hah, Iyy iyya Mas" jawab Aliya tergugup.


"Yaudah yuk kita ketuk pintu nya" ajak Zakri.


Aliya hanya memberikan jawaban dengan anggukan kepala nya.


Tok.... tok.... Zakri mengetuk pintu Rumah Zefan.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap Zakri dan Aliya berbarengan memberi salam.


Namun tidak ada sahutan dari arah dalam.


"Kemana orang nya yah Dek?" tanya Zakri kepada Aliya.


"Aliya juga tidak tau Mas" jawab Aliya sambil mengedikkan bahu nya.


Lama mereka mengetuk pintu dan mengucap salam, namun tidak ada juga kemunculan orang dari dalam rumah.


Tiba-tiba datanglah Ibu yang sekitaran berusia kepala empat. Ibu tersebut menghampiri Zakri dan Aliya yang masih berdiri di depan pintu rumah Zefan.


"Eeeee Aden sama Neng nya mau bertamu yah?" mendengar suara orang dari arah belakang, Zakri dan Aliya pun berbalik badan mengahadap ke suara tersebut.


"Iyah Bu, barangkali Ibu tau pemilik Rumah ini kemana?" sahut Zakri.


"Semenjak perceraian dengan istri nya, Pemilik Rumah ini pergi Den, Ibu juga tidak tahu pergi kemana" jawab Ibu tersebut.


Deggg....


Apa Mas Zefan sudah menikah dengan Bilqist?? lalu, perempuan yang aku lihat di rumah sakit itu siapa?


Ibu-ibu tersebut merupakan warga yang sama kompleks nya dengan Rumah Zefan. Karena Aliya yang jarang keluar Rumah, membuat Ibu-ibu di kompleks tersebut tidak terlalu mengenal Aliya, bukan karena Aliya sombong, namun karena ia tidak mau menambah dosa karena bergabung dengan Ibu-ibu yang ada di kompleks tersebut yang setiap hari nya selalu bergosip, membuat mereka hanya sekilas tau kalau Istri dari Zefan itu memakai cadar. Ibu tersebut mengira kalau Aliya dan Zakri itu adalah teman dekat nya Zefan yang ingin berkunjung ke Rumah Zefan.

__ADS_1


"Begitu yah Bu, teruma kasih yah Bu, sudah mau memberitahu kami. Kalau begitu kami pamit dulu yah Bu" ucap Zakri tulus, namun ia sengaja tidak mengucapkan salam karena mengingat pertama kali Ibu tersebut menyapa mereka yang dengan tidak mengucapkan salam.


"Kami permisi Bu" kata Aliya juga.


Zakri dan Aliya pun kini sudah berada di dalam mobil. Mereka bingung harus mencari Zefan dimana lagi.


"Dek, apa mungkin Zefan ada di rumah orang tua nya?"


Deggg....


Ya Allah, aku kok baru keinget sama orang tua nya Mas Zefan? kemana saja orang tua Mas Zefan selama ini? apa orang tua Mas Zefan sudah tau kalau kami sudah berpisah?


"Dekk" ucap Zakri sambil membuyarkan lamunan Aliya.


"Eh, astagfirullah" kaget Aliya


"Kok melamun? ayo kasih tau alamat rumah orang tua nya Zefan, kita akan langsung kesana"


"Jalan rumah nya di xxxxx"


Tiba-tiba di perjalanan mereka, HP Zakri berbunyi, tanda pesan masuk.


"Mas bagaimana ini?" tanya Aliya yang sudah khawatir dan air mata nya pun sudah membasahi cadar yang di pakai nya.


"Begini saja Dek, kamu sekarang langsung ke rumah sakit, dan aku yang akan mencari Zefan sampai ketemu" solusi dari Zakri.


"Yaudah Mas, berhentikan saja aku disini Mas! aku biar menggunakan taxi saja. Kamu hati-hati di jalan yah Mas! jangan karena kita gundah karena masalah ini, kamu tidak fokus untuk menyetir nya" ucap Aliya


"Kamu tidak mau aku antarkan dulu ke Rumah sakit?"


"Tidak usah Mas! aku berhenti disini saja"


Zakri pun terpaksa memberhentikan mobil nya di pinggir jalan untuk Aliya turun, walaupun dia sebenarnya sangat khawatir dan ingin sekali ikut dengan Aliya ke Rumah Sakit. Mereka pun akhirnya berpisah, Aliya pergi ke rumah sakit, dan Zakri pergi ke rumah nya orang tua Zefan.


****


Disinilah Zakri, sudah tiba di Rumah Andra. Setelah ia sampai ke rumah orang tua nya Zefan, ia tidak menemukan Zefan berada disana. Orang tua Zefan lah yang memberitahu kepada Zakri kalau Zefan tinggal di rumah nya Andra. Orang tua Zefan yang mengetahui kalau anak Zefan dan Aliya (cucu nya) sedang berada di Rumah sakit, langsung pergi menuju ke rumah sakit tempat Furqan di rawat. Dari mana orang tua Zefan tau? yah pasti nya Zakri lah yang memberitahu nya.


Darimana orang tua Zefan tau kalau Zefan berada di rumah nya Andra?? mereka kemarin sudah mencari Zefan untuk mengajak nya tinggal bersama dengan mereka, namun Zefan menolak keras, Zefan ingin dia tinggal bersama dengan Andra dahulu.


Zakri pun sudah sampai di depan pintu Rumah Andra. Tak lupa Zakri mengetuk dan mengucapkan salam terlebih dahulu.

__ADS_1


"Kamu siapa?" tanya Andra yang sudah membuka pintu nya dan tak lupa menjawab salam dari Zakri.


"Aku suami nya Aliya. Apakah disini ada Zefan?" tanya Zakri langsung mengutarakan niat nya untuk datang kesana.


"Aku disini" jawab Zefan yang tiba-tiba datang dari dalam.


"Ada apa kamu mencari ku?"


"Aku langsung saja yah ke inti nya. Aku kesini untuk mengajak kamu ke Rumah Sakit, anak kamu sedang dalam kondisi kritis di Rumah Sakit"


"APAAA!!! Kamu kalau tidak ikhlas menjaga anak ku bilang!! kamu kalau cuma mau sama Aliya dan tidak menerima anak yang di bawa Aliya bilang!! biar aku yang mengurus anak ku sendiri" bentak Zefan yang langsung menarik kerah baju Zakri.


"Zeff, tahan emosi mu Zeff!" ujar Andra sambil menarik tangan Zefan supaya melepaskan pegangan tangan nya yang menarik kerah baju Zakri.


"Aku malas untuk berbasa-basi. Aku cuma mau kamu segera donorkan sum-sum belakang mu untuk Furqan!! karena hanya kamu lah yang bisa menolong nya, dan jika kamu tidak mau mendonorkan nya, Furqan tidak akan selamat"


Aha! aku punya ide!!


"Zefan mau mendonorkan nya asalkan kamu bercerai dengan Aliya" bukan Zefan yang menjawab, melainkan Andra. Ia sebenarnya berbicara seperti itu supaya Zefan tidak terpuruk seperti itu lagi, sebagai sahabat nya, Andra sangat kasihan melihat keterpurukan Zefan yang berpisah dengan Aliya.


"Sorry yah Abang-abang! pernikahan itu bukan untuk permainan!! dan jikapun Zefan tidak mau mendonorkan sum-sum belakang nya untuk anak nya sendiri, itu bukan masalah sama ku, karena Furqan kan anak kandung nya, apa iya dia rela darah daging nya pergi karena ayah nya sendiri?"


"Akk..." Zefan ingin menjawab namun langsung di dahului oleh Zakri


"Kalau pun Zefan tidak mau untuk anak nya sendiri, sama aku sih tidak masalah. Karena aku bisa saja membuat Aliya menggantikan anak Zefan dengan anak ku dengan jumlah yang banyak"


...***...


Like👍


Komen📩


Favorit ❤


Hadiah🎁


Vote🖤


Rate lima✋


...Bersambung.... ...

__ADS_1


__ADS_2