
Di sebuah ruangan terlihat lah sepasang kekasih yang sedang memadu kasih, sang wanita terlihat sangat bahagia sekali karena ditemani oleh orang yang dicintai nya. Namun tidak dengan sang pria, dia benar-benar dilanda kekacauan fikiran. Ia memikirkan perempuan yang sudah 6 bulan bersama nya.
"Sayang, kamu kenapa dari tadi melamun terus?? Apa kamu memikirkan istri kamu itu??" Tanya Bilqist, yang dari tadi memperhatikan Zefan.
"..... "
"Sayangggggg,, Ishh kok kamu ngacangin aku sihhh?? " Rengek Bilqist.
Zefan pun langsung terbuyar lamunannya.
"Ehh Iya BilBil, ada apa?" Tanya Zefan yang bingung melihat ekspresi muka Bilqist cemberut.
"Ishh kamu yahh, aku tuh dari tadi nanyain kamu!! Tapi kamu malah diem aja dan gaada dengerin aku sama sekali,,, sebell ihhh sama kamu" Manja Bilqist.
Dulu sewaktu mereka masih bersama, sikap Bilqist memang cenderung manja, namun itu yang membuat Zefan makin mencintai nya, karena melihat tingkah Bilqist yang lucu dan wajah nya yang imut menurut nya.
"Ihh maaf yah BilBil, aku hanya kecapean saja. Udah dong kamu jangan cemberut gitu, makin gemes aku liatnya. Bil sini deh aku bisikin" Bilqist pun langsung mendekat kan kuping nya ke mulut Zefan.
"Apaan?" tanya Bilqist.
"Kamu kalau cemberut gitu aku makin cinta dan rasanya aku pengennnnnn...... " Zefan pun langsung menggelitiki BilBil, karena iya tahu itu adalah kelemahan Bilqist.
"Zefannnn,,,, Hahha,,,, Zeff,,,, udahhh dong,,,, gelii" kata Bilqist dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"panggil aku sayang, baru aku lepas" kata Zefan yang belum berhenti menggelitiki BilBil.
"Iyahh,,,, Hahah,, sayangg,,,,, udah dong,,,, geli,,,, hahah" seketika Zefan pun langsung berhenti.
__ADS_1
CUP... Bilqist mencium pipi Zefan.
"Nakal yah??" kata Zefan.
(Kok rasanya tidak sehangat ketika dicium Aliya yah?) batin Zefan.
"Gapapa dong, wlekkk" Bilqist menjulurkan lidahnya mengejek Zefan.
Mereka pun terus keasikan bercanda.
@@@@@@@@@
........π Rumah Aliyaπ ........
DUARRRR.......
Ternyata benar dugaan Anggi dan Angga, bang Aldo akan menanyakan keberadaan Zefan. Dengan susah payah mereka menelan ludah nya.
Aliya hanya diam saja, dia takut kalau abangnya akan marah pada Zefan karena tidak hadir di pemakaman orang tua nya yang notabenya adalah mertua Zefan.
Karena tidak ada sahutan dari pertanyaan nya, Aldo pun mengulang pertanyaan itu untuk yang kedua kalinya.
"Aliyaaa,, Heyyy Heyy,, Dimana suami mu?? kenapa dia gaada disini??" Tanya Aldo dengan menggerakkan lima jarinya di depan mata Aliya.
"Ehhh,, hemm itu bang,, heh... mas Zefan katanya ada meeting yang penting kali, jadinya dia gak bisa datang" jawab Aliya gugup.
Aura kemarahan dari Aldo pun langsung memuncak, di benaknya iya gak habis pikir dengan sikap suami adik nya itu, bisa-bisa nya ketika istri nya kehilangan kedua orang tua nya, dia tidak hadir dan meninggalkan pekerjaan nya itu.
__ADS_1
"APAAAA!!!!!, DASAR LELAKI GAK PUNYA HATI,,, LELAKI BAJINGAN.... LELAKI B******K... DIMANA NALURI HATINYA... BISA-BISANYA DIA GAK DATANG KETIKA MERTUA NYA MENINGGAL...TIDAK BISAKAH DIA MENINGGALKAN DULU PEKERJAAN NYA ITU.... SUAMI MACAM APA DIA ITU!!! DIMANA KANTOR NYA BIAR AKU JEMPUT DIAA???!!!" Aldo benar-benar marah, ingin sekali ia langsung menghajar suami adik nya itu.
Aliya, Anggi dan Angga pun kaget bukan mainn mendengar kemarahan Aldo yang sudah seperti kerasukan setan.
"Bang, istighfar bang..., mana abang Aldo yang aku kenal dengan sikapnya yang lembut nan sutra??? Udah bang mungkin meeting nya mas Zefan itu dengan pengusaha ternama, sehingga tidak bisa untuk dibatalkan" Aliya pun mencoba untuk menenangkan Kemarahan abangnya itu.
"AKKHHHH....."Teriaknya frustasi. "astagfirullah.... astagfirullah... astagfirullah..... YaAllah maafkan hamba mu yang sudah terbawa amarah tadi....astagfirullah..... " Seketika Aldo pun langsung mengucap-Ngucapkan istighfar dan mengelus-elus dadanya seperti nasehat adiknya.
"Wah sungguh hebat si Aliya bisa langsung meredakan kemarahan bang Aldo, akh betapa beruntung nya Zefan yang sudah memiliki nya, dan betapa bodoh nya Zefan yang menyia-nyiakan berlian seperti Aliya" batin Angga.
"Alhamdulillah untung bang Aldo tidak marah benaran, jika tadi Aliya gak bisa menenangkan kemarahan bang Aldo bagaimana nasib Zefan?? Akhh gak habis fikir aku" Ucap Anggi dalam hati.
"Yaudah ini sudah mau maghrib, kalian berdua nanti nginap disini dulu yah bantuin aku dan bang Aldo untuk menyiapkan tahlilan untuk nanti malam. Kamar disini ada empat, nanti Angga tidur dikamar tamu, dan Anggi nanti tidur bareng aku yah" kata Aliya, jujur ia masih ingin ditemani untuk melawan kesedihan nya.
"Iyahh liyyy,, aku sudah izin tadi ke mama sama papa aku " jawab Anggi
Rumah yang sekarang mereka tempati itu rumah Ayah bunda Aliya dan Aldo yah, Kalau rumah yang ditempati Zefan dan Aliya merupakan rumah pemberian dari Papanya Zefan.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
**Babayyyyyy πππππ
Udah UP aku nih yah, jadi jangan lupa tinggal kan likeπ
dan komen biar aku lebih semangat lagiπ©
Kalo Cerita nya ngebosenin maaf yah, tapi aku benar-benar mau membuat alur yang lebih menantang lagi,,,, Tunggu terus kelanjutan ceritanya.... ππππ
__ADS_1
...To back continue... ...