
Di sebuah ruangan keluarga nampak terlihat enam orang yang sedang bersenda gurau. Mereka terlihat sangat asyik bercengkrama satu sama lain. Sang kepala keluarga nampak sedang bermain dengan bayi yang baru beberapa hari lahir ke dunia itu. Keluarga tersebut adalah keluarga dari Zakri, dan bayi tersebut adalah bayi nya Aliya.
Kedua orang tua dari Zakri sangat menyambut kedatangan Aliya dengan rasa sangat bahagia, mereka juga sudah menganggap anak dari Aliya sebagai cucu nya. Rumah mereka yang biasa nya sunyi, kini jadi ramai karena suara tangisan dari bayi nya Aliya tersebut. Zakri yang biasa nya juga jarang untuk pulang ke rumah orang tua nya, kini ia malah sering mengunjungi rumah tersebut untuk bermain dengan bayi nya Aliya itu.
Bahkan, Zakri sudah sangat sayang terhadap bayi tersebut. Sebelum pergi untuk mengunjungi bayi Aliya, Zakri juga selalu menyempatkan diri untuk membeli susu formula untuk bayi nya Aliya itu. Di karenakan ASI Aliya yang belum terlalu banyak keluar, membuat bayi tersebut harus meminum susu formula. Untung saja, bayi nya itu tidak alergian terhadap susu formula.
Aliya merasa sangat beruntung bisa di terima untuk tinggal di rumah orang tua Zakri tersebut. Ia juga di perlakukan dengan sangat istimewa. Contoh nya saja, ketika bayi nya tersebut menangis, Umi nya Zakri langsung membuatkan susu untuk bayi Aliya itu. Dan juga pernah, Aliya ingin mencuci piring sehabis mereka semua makan malam, Abi dan Umi nya Zakri melarang keras untuk Aliya melakukan hal tersebut. Aliya benar-benar sangat bersyukur sekali, ia seperti merasakan memiliki orang tua kembali.
Mereka semua kini sedang merundingkan nama yang akan di berikan kepada bayi nya Aliya itu. Mereka juga merundingkan untuk acara selapanan bayi tersebut. Abi nya Zakri mengusulkan nama yang sudah ia rangkai nya dari dalam Al-quran, Aliya juga menambahkan usul untuk menambahkan nama keluarga Zefan di akhir nama untuk bayi tersebut. Bagaimana pun juga, bayi tersebut adalah keturunan dari keluarga Aditama.
Setelah selesai merundingkan nama untuk bayi Aliya, mereka semua sepakat untuk memberikan nama bayi tersebut dengan nama Muhammad Furqan Aditama. Dengan panggilan nya Furqan.
"Apakah kita perlu mengundang ayah Furqan untuk hadir di acara pemberian nama Furqan itu??" tiba-tiba sang Abi bertanya kepada Aliya.
"Hemm, Aliya rasa tidak perlu Bi!! jika pun kita mengundang nya, Aliya yakin dia tidak akan datang" jawab Aliya ramah.
Yah, karena paksaan dari orang tua nya Zakri yang memaksa Aliya untuk memanggil mereka sama seperti Zakri, sehingga membuat Aliya jadi memanggil dengan sebutan Abi dan Umi kepada kedua paruh baya tersebut.
"Kita coba saja dulu! mana tau, dia ingin menemui putra nya" ujar Abi Zakri.
Menemui?? kalau tidak karena permintaan ku untuk mengazani Furqan, Mas Zefan pun pasti tidak akan pernah untuk menggendong bayi nya itu.
"Benar tuh Al, kita juga seperti nya harus mengundang ayah nya untuk datang di acara itu!!" sambung Zakri.
Umi nya Zakri yang melihat raut wajah Aliya yang berubah sedih, ia pun segera memahami dan memberikan usulan untuk menjaga perasaan Aliya.
"Sepertinya kita tidak harus mengundang ayah nya Furqan!! Aliya berada di sini saja karena ingin menenangkan diri untuk tidak bertemu dengan mantan suami nya itu!! kenapa malah kalian ingin mempertemukan mereka berdua??" kata Umi nya angkat bicara.
"Iyah Bi!! benar yang di katakan Umi!!" provokasi Fanya.
__ADS_1
"Aliya hanya ikut saja dengan keputusan Abi!! tidak apa-apa jika ingin mengundang mas Zefan untuk hadir di acara pemberian nama untuk Furqan! bagaimana pun juga, Mas Zefan kan rekan bisnis nya Abi" kata Aliya yang sudah sangat bingung melihat perdebatan yang terjadi hanya karena masalah sepele seperti itu.
"Baiklah! Abi tidak akan mengundang mantan suami kamu itu untuk datang Al!! Maaf, Abi tadi tidak memikirkan perasaan kamu" kata Abi Zakri dengan tulus.
"Tidak apa-apa kok Bi! tidak usah meminta maaf kepada Aliya!" tolak Aliya dengan halus.
Di saat mereka semua sedang menonton televisi, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan trending topic panas hari itu. Dada Aliya langsung terasa sesak melihat berita tersebut. Berita yang dengan judul topik nya "CEO dari Perusahaan ternama, tega menceraikan istri nya tepat di hari lahir nya sang anak, karena memilih kembali dengan mantan kekasih nya di masa lalu"
Aliya tidak menyangka dengan apa yang di lihat nya itu. Sungguh, ia sangat bertanya-tanya siapa yang sudah membuat berita tersebut. Setahu diri nya, permasalahan yang di alami oleh dia dan Zefan itu hanya mereka saja dan Bilqist yang tau akan hal tersebut.
Tidak mungkin Bilqist yang menyebarkan berita itu??
Begitu juga dengan Zakri, Fanya dan kedua orang tua nya. Mereka semua sangat kaget melihat berita tersebut. Di satu sisi mereka iba, dan di satu mereka percaya itu adalah karma yang di dapat oleh Zefan, karena sudah mendzolimi istri dan anak kandung nya.
***
Bilqist yang sedari tadi mencoba menenangkan Zefan, kini juga ikut frustasi dengan hal yang barusan terjadi itu. Ia juga bingung, siapa orang yang sudah membuat berita seperti itu?
Tidak mungkin Aliya? apa ia mau membalaskan dendam nya??
Di tengah-tengah itu, tiba-tiba orang tua Zefan datang menghampiri mereka berdua.
GUBRAK!!! Papa Zefan memukul meja yang berada di ruangan itu. Sedangkan sang Mama, sudah mulai mengeluarkan air mata nya.
"Mama benar-benar kecewa sama kamu Zeff!! Mama tidak menyangka kamu berbuat seperti itu!! hikss.... hiks... kamu tega berbuat itu kepada Aliya?? bahkan kamu bisa berpisah dengan anak kandung kamu sendiri??" kata Mama Zefan dengan deraian air mata nya.
"Maa..."
"Kamu tidak perlu menjelaskan nya lagi!! Papa sudah tau semua nya!! Papa juga sudah sangat kecewa sama kamu Zeff!!! demi perempuan ini (tunjuk nya ke arah Bilqist) kamu tega meninggalkan istri dan anak kamu!! bahkan kamu sekarang juga sudah menghancurkan perusahaan Papa, yang sudah Papa rintis dari nol!!" bentak Papa nya Zefan
__ADS_1
"Mas, sudah Mas! tenangkan diri kamu" Mama nya Zefan mencoba menenangkan amarah yang memuncak dari suami nya itu, ia takut tiba-tiba penyakit jantung suami nya akan kambuh karena terlalu emosi.
"Mulai hari ini!! semua fasilitas yang Papa kasih ke kamu Papa cabut!! kecuali rumah kamu yang sudah kamu beli sendiri!! Perusahaan yang kamu pegang ini! akan segera Papa alihkan kepemilikan nya menjadi milik Papa kembali!! dan juga mulai sekarang Papa sama Mama sudah tidak lagi menganggap kamu sebagai anak kami!! Jika kamu sudah bisa membuat Aliya kembali kepada mu! baru lah kamu bisa temui kami kembali!! ayo Ma, kita pergi dari sini!!" Papa Zefan pun langsung menarik tangan istri nya.
"AKHHHHH!!! INI SEMUA PASTI GARA-GARA KAMU ALIYA!!!!!" teriak Zefan dengan frustasi.
Apa aku bisa hidup dengan Zefan yang sudah jatuh miskin??
***
Jauh di tempat lain tampak Aldo yang sudah tertawa dengan kencang nya karena sudah mengetahui kehancuran dari Zefan. Ia kini sudah mulai merasa puas karena sudah mulai bisa membalaskan rasa sakit yang di derita oleh adik nya.
"Hahhaha... kita tunggu selanjutnya Zefan!!! jangan harap kamu bisa hidup tenang setelah sudah menyakiti adik ku!! dan kamu Bilqist!! Siap-siap sekarang giliran kamu yang akan menderita, hahhahah" kata Aldo dengan tawa yang penuh arti.
...***...
Makasih buat kalian yang sudah mendukung karya aku nih... Lop Lop ❤❤ mwah mwah 😘buat kalian semua...
Like👍
Komen 📩
Hadiah🎁
Vote 🖤
Favorit dong ❤
...To back continue... ...
__ADS_1