
Karena waktu sudah menunjukkan jam empat sore, Aliya pun berpamitan pulang kepada Sinta.
"Mbak, Aliya pulang dulu yah, udah sore soalnya" pamit Aliya ke Sinta.
"Kamu gak mau mampir ke rumah mbak dulu??" Tawar Sinta, karena sejujurnya ia juga masih sangat rindu kepada Aliya.
"Kapan-kapan aja yah mbak, Liya takut nanti suami Liya nyariin,, dada mbakk,, assalamu'alaikum"
"Dada sayangg,, Waalaikumsalam... Hati-hati dijalan yah" Jawab Sinta,
Aliya yang mendengar perkataan Sinta hanya membalas dengan jari yang berbentuk π(Oke) Sekalian tersenyum dibalik cadar nya.
Aliya pun menunggu taxi di sebuah halte, namun sudah hampir 1 jam ia menunggu, tidak terlihat taxi lewat di jalan itu. Tiba-tiba ada sebuah mobil mewah yang berhenti tepat di depan Aliya.
Aliya pun sangat takut karena kedatangan sosok mobil tersebut, ia takut kalau mobil tersebut adalah para preman yang akan menculik nya.
Keluarlah seorang pria berjas navy yang tak lain adalah pengendara mobil tersebut.
"Assalamu'alaikum, Aliya kan??" Kata pria berjas tersebut.
"Waalaikumsalam, iya benar, kalau gak salah kamu temannya bang Aldo kan, bang Fauzan kan??" Tanya Aliya seraya mengingat kembali nama cowo di depan nya itu.
"Iya benar saya teman nya Abang kamu, saya Fauzan. Kamu lagi nunggu taxi yah??" tanya Fauzan
"Hehe iya bang, tapi dari tadi tidak ada taxi yang lewat" jawab Aliya sendu.
"Yaudah mau saya antar tidak?? Daripada kamu harus lama lagi menunggu" Tawar Fauzan dengan lembut
"Emmm... memang nya gak ngerepotin abang ya??" Tanya Aliya segan
__ADS_1
"Enggak kok, pekerjaan saya sudah selesai semua, ini saya lagi perjalanan mau pulang, saya tidak merasa direpotkan kok,,, mau tidak??" Tanya Fauzan lagi
"Yaudah dehh,, Aliya mau bang"
Mereka pun masuk ke dalam mobil, Aliya langsung duduk di bangku belakang, Fauzan yang melihat itu pun hanya bisa memaklumi, karena ia tau tipe perempuan seperti Aliya, pasti sangat menjaga Dirinya dari yang bukan mukhrim nya.
Di perjalanan hanya ada keheningan, Fauzan ataupun Aliya tidak ada yang berani untuk membuka percakapan, Hingga detik berikut nya....
"Bang Fauzan emang nya sudah tau letak rumah Aliya yah??" Tanya Aliya, karena yang dipikir Aliya kan Fauzan belum pernah sama sekali ke rumah nya.
"Yah tidak tahu sihh,, nanti kalau arah jalan yang saya lewati salah, kamu langsung bilang yah" Jawab Fauzan tersenyum lembut.
Aliya yang melihat senyuman Fauzan langsung terhipnotis, ia bisa melihat senyum Fauzan dari kaca yang ada di dekat Fauzan.
"*Andai kamu belum menikah Liyy, pasti aku akan cepat-cepat untuk melamar mu dan menjadikan mu istri aku. Aku pasti akan selalu membahagiakan mu,,, YaAllah boleh kah hamba egois?? Bolehkah hamba meminta Aliya untuk ke sisi hamba?? Kalau dia hidupnya tidak bahagia dengan suami nya,,, berikan lah dia kepada hamba" Batin Fauzan yang dari tadi melirik-lirik Aliya dari spion nya.
**"YaAllah andai mas Zefan sama lembut nya seperti bang Fauzan, pasti hamba akan sangat bahagia. Andai yang dijodohkan dengan aku dulu adalah bang Fauzan, pasti aku jadi perempuan paling beruntung... ASTAGFIRULLAH aku mikir apaan,,, Aku gak boleh memikirkan laki-laki yang bukan mukhrim ku" Batin Aliya**
Aliya menawari Fauzan untuk mampir ke rumah nya karena ia sudah melihat mobil Zefan dihalaman rumah nya, kalau pun tadi belum ada mobil Zefan, Aliya pasti tidak akan menawari Fauzan untuk mampir, karena ia takut akan omongan tetangga nya yang jelek terhadap nya.
Tanpa mereka ketahui, Zefan dari tadi sudah mengintip interaksi mereka dari jendela, hati Zefan pun sangat panas melihat Aliya pulang di antarkan oleh pria, walaupun pria nya tidak turun dari mobil tersebut namun Zefan bisa melihat dari arah kaca depan yang terbuka.
"Assalamu'alaikum" Kata Aliya sambil mengetok pintu rumah nya.
"Waalaikumsalam" Jawab Zefan datar, sambil membuka pintu rumah nya.
"Tumben kamu sudah pulang mas??" tanya Aliya, karena yang biasanya ia tau kalau Zefan itu pulang nya sekitar jam tujuh malam.
"Terserah aku lah, aku CEO nya, dan ini rumah ku, jadi suka-suka aku mau pulang lama atau pun mau pulang cepat, karena itu semua bukan urusan mu!!" Jawab Zefan ketus.
__ADS_1
Aliya yang mendengar Jawaban suami nya itu pun harus menghela nafas kasar, hati nya kembali lagi sakit, padahal ketika bersama Sinta tadi, Aliya sudah merasa rasa sakit nya itu hilang, namun karena perkataan Zefan barusan, membuat sakit hati itu kembali lagi di hati Aliya.
"Iya. Yaudah mas aku mau bersih-bersih dulu" kata Aliya, baru aja ia mau melangkahkan kaki nya, tiba-tiba suara Zefan membuat langkah nya terhenti.
"Pacar kamu tadi yahh??? Wah hebat, alasannya pergi ke cafe, eh gak tau nya malah enak-enak pacaran. Untung masih ingat pulang, masih ingat ternyata kalau sudah bersuami" Kata Zefan sinis, yah seperti nya Zefan lagi di mode cemburu.
"Jaga mulut kamu mass!! Aku gak seperti kamu yang sudah beristri tapi masih mempunyai simpanan lain diluar sana, aku tadi nya memang ke cafe, gak sengaja aku jumpa dengan bang Fauzan dan dia nawar kan untuk mengantarkan aku pulang" Balas Aliya yang sudah menahan amarah nya.
Aliya ini sosok nya lembut, pendiam, jadi pasti tau kan kalau orang model kayak Aliya ini kalau sudah marah sangat mengerikan.
"Ehh santai dong kamu jawab nya, gak usah sok ngegas gitu. Aku punya orang lain diluar sana itu bukan urusan mu, lagian bentar lagi kita berpisah jadi terserah aku mau punya simpanan sebanyak apa, aku bebas!! Lagian nih yah!!mana ada cowok yang mau sama kamu, yang sudah tidak gadis dan sedang mengandung, aku aja yang ayah dari anak yang kamu kandung saja tidak menganggap nya!! Apalagi orang lain yang sama sekali tidak ada hubungan darah dengan anak itu"
Setelah mengucapkan itu, tiba-tiba saja hati Zefan sangat sakit, jantung nya berdetak lebih kencang, seakan-akan ia telah sangat bersalah mengeluarkan perkataan seperti itu.
DEGGG.... Aliya kembali menangis lagi, ia sudah berusaha untuk menahan air mata nya, namun itu semua hanya sia-sia ketika mendengar perkataan Zefan yang sangat melukai hati nya, rasanya seperti ditusuk-tusuk beribu-ribu duri, sehingga air mata nya seketika lolos begitu saja.
"CUKUPPP MASS!!! CUKUP AKU SAJA YANG KAMU HINA, JANGAN BAWA-BAWA BAYI YANG ADA DI PERUT AKU!!! KALAU KAMU TIDAK MAU MENGANGGAP BAYI INI ANAK KAMU, JANGAN SEKALI-SEKALI KAMU MENGHINA NYA DENGAN PERKATAAN YANG SANGAT MENYAKITKAN ITU!! BUKAN NYA DULU KAMU YANG MENGINGINKAN SEORANG ANAK MAS?? TEGA KAMU MAS SAMA ANAK KAMU SENDIRI!! IA MEMANG BELUM LAHIR KE DUNIA, NAMUN IA BISA MERASAKAN APA YANG ORANG UCAPKAN DI LUAR!!!"
Aliya pun langsung lari meninggalkan Zefan dengan isak tangis nya, sesampainya di kamar, ia langsung membereskan barang-barang nya, ia akan menjauh dari Zefan untuk sementara waktu.
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
**Hayoo ada yang tau tidak Aliya mau pergi kemana??? ππ
Babayyyy πππ
Likeπ
Komen π©**
__ADS_1
...To Back Continue........