
Di negara lain, tampak terlihat pria dan wanita yang sudah bersiap untuk keberangkatan nya menuju negara kelahiran nya. Mereka kembali ke sana bukan untuk melepas rindu, melainkan untuk menjenguk keponakan nya yang sedang di rawat di Rumah Sakit. Mereka berdua yang tak lain adalah Aldo dan istri nya, Sinta. Setelah mendapat kabar dari Aliya, yang mengatakan kalau anaknya sedang di rawat di Rumah Sakit, mereka pun segera langsung bersiap-siap untuk mendatangi Rumah Sakit tempat keponakan nya di rawat.
Mereka kini sedang berada di Bandara yang ada di Mesir, Maṭār al-Qāhirah al-Duwaliyy adalah bandara internasional utama yang melayani ibu kota Mesir, Kairo dan daerah sekitarnya. Bandara ini memiliki kode IATA CAI dan kode ICAO HECA.
"Nah, itu mereka sudah datang Mas!" ucap Sinta saat sudah melihat rombongan Aska dan Fauzan yang baru saja tiba di Bandara.
Yah, Aska, Fauzan, Anggi dan juga Fauziah juga ikut serta berangkat ke Jakarta untuk menjenguk anak Aliya, serta juga untuk melepas rindu. Yang pastinya mereka tau hal tersebut dari Aldo yang mengabarkan ke Fauzan, terus di sambungkan nya mengabari ke Fauziah. Mereka juga sudah mengetahui tentang perceraian antara Aliya dengan Zefan. Tetapi ada yang mereka belum ketahui, yaitu tentang Bilqist yang telah tiada.
"Assalamu'alaikum, belum telat kami kan?" tanya Fauzan.
"Waalaikumsalam, belum kok! sepuluh menit lagi baru landas!"
"Wah sudah berisi saja kamu yah Nggi, selamat yah!" ucap Sinta memberikan selamat, namun di hatinya ia bersedih karena ia belum diberi kehamilan padahal ia sudah sangat menginginkan kehadiran seorang anak.
"Haha iyah Mbak makasih, semoga Mbak nya cepat nyusul yah!! Anggi do'ain nanti sekali dapat langsung dua deh" jawab Anggi cengengesan.
Hubungan Anggi dengan Fauzan sudah semakin dekat. Walaupun mereka bersatu karena rencana perjodohan yang di buat oleh para orang tua mereka, namun tidak membuat hubungan mereka renggang. Mereka sama-sama berniat untuk membina rumah tangga yang benar, mereka juga lebih jadi mengenal satu sama lain, bahkan mereka berdua sama-sama senang karena pacaran dengan status halal.
__ADS_1
"Amin" serempak mereka semua.
"Mbak Fauziah gak nambah lagi nih?" tanya Anggi.
"Doakan saja Mbak semoga cepat diberi momongan lagi" jawab Fauziah.
***
Masa kemoterapi yang di jalankan Zefan telah usai. Kini, Zefan tinggal menunggu konfirmasi dari Dokter untuk segera melakukan transplantasi sumsum tulang belakang tersebut. Zefan sebenarnya sudah di selimuti oleh ketakutan, ia sangat takut untuk menjalankan pendonoran tersebut. Bukan takut karena nyawa diri nya, melainkan takut hal negatif berdampak pada putra nya.
"Halo Pak Zefan! apa sudah siap untuk segera melakukan transplantasi nya?" tanya sang Dokter yang tiba-tiba datang, membuat ketakutan Zefan semakin besar.
"Tidak usah gemeteran Pak! santai... rileks saja!! oke!!" saran sang Dokter.
"Tarik nafas dalam-dalam..... buang!!... hufff" kata Dokter sambil mempraktekan kepada Zefan.
Zefan pun mencoba mengikuti intruksi dari Dokter tersebut. Diambil nya nafas dalam-dalam, lalu di buang nya.
__ADS_1
"Sudah siap Pak?"
"Insya Allah saya siap Dok!"
"Bapak Zefan tenang saja, pendonoran ini tidak sakit kok, cuma kayak di gigit semut api saja. Tapi yah gitu, selesai itu pinggang kita serasa mau patah hehehe" kata Dokter yang awal nya membuat Zefan tenang tapi akhir kata nya malah membuat Zefan merinding.
"Saya siap Dok, apapun itu konsekuensi nya!! yang penting anak saya segera selamat!" ucap Zefan mantap, ia segera membuang jauh-jauh rasa takut nya itu. Ia menyerahkan semua hasil nya kepada Allah, syukur-syukur hasil nya baik-baik saja.
"Sekarang Pak Zefan silahkan berbaring dengan posisi tengkurap!!, transplantasi akan segera kita mulai!!"
...***...
Kangen ga sama othor? 🤣
Like 👍
Komen📩
__ADS_1
Vote 🖤
...Bersambung.... ...