
Rumah Aldo yang biasa nya hanya di huni oleh diri nya bersama dengan istri nya. Namun, kali ini tampak rame karena kedatangan adik dan suami nya, beserta rombongan sahabat dari adik nya tersebut. Rumah yang awal nya sangat sunyi, kini terdengar ramai oleh suara dari candaan gurau mereka. Mereka datang dengan bersama pasangan nya, hanya Andra sajalah yang belum memiliki pasangan. Selalu saja alasan nya adalah belum ada yang cocok dengan diri nya.
"Kamu kapan menyusul kita untuk menikah Ndra?, kamu gak kepingin apa menikah, enak loh kalau menikah. Mau ngapa-ngapain aja halal" ketika ia di tanya seperti itu oleh Aska ataupun Zefan pasti selalu ia menjawab seperti ini.
"Aku sih kepingin saja, tapi yah mau gimana lagi, belum ada yang cocok di diri ku" itulah selalu yang di jawab oleh Andra ketika ia ditanyai kapan akan menikah.
Kini mereka semua sedang berada di taman belakang rumah Aldo. Mereka kini tampak sedang sibuk karena menyiapkan acara makan bersama dengan sebuah hidangan daging barbeque.
Hanya Aliya yang tidak ikut bekerja. Karena kondisi kehamilan nya yang sudah tidak memungkinkan dia untuk melakukan pekerjaan berat, ia pun di larang oleh suami dan kawan-kawan nya untuk ikut memasak. Ia hanya disuruh duduk santai sambil menunggu makanan nya matang.
Setelah masakan nya matang, mereka pun lalu memakan nya bersama. Setelah selesai makan mereka lalu mengobrol bersenda gurau.
***
Tak terasa hari-hari sudah berlalu. Kini usia kehamilan Aliya sudah tinggal menunggu hari untuk lahiran. Zefan pun kini sudah siap siaga untuk mewanti-wanti apabila istri nya akan melahirkan. Ia bahkan sudah tidak pergi lagi ke kantor nya, maklum juga ia adalah CEO nya, jadi terserah dia mau masuk atau mau libur kapan saja.
Zefan pun sudah menelfon pihak Rumah Sakit untuk menyiapkan kamar dengan fasilitas VVIP saat istri nya lahiran nanti. Ia benar-benar sudah sangat mengaharapkan kehadiran bayi nya untuk segera lahir ke dunia. Bahkan, ia sudah tidak ingat dengan ucapan nya dahulu yang menyatakan bahwa ia tidak ingin dengan anak yang di kandung oleh Aliya tersebut.
Kini Aliya dan Zefan sedang bersantai di halaman rumah nya, sambil menikmati udara pagi hari. Di tengah-tengah ke mesraan mereka berdua, tiba-tiba datang lah seorang wanita menghampiri ke tempat mereka duduk.
"Kamu!! ngapain kamu kesini??" tanya Zefan tegas dan juga kaget karena tiba-tiba Bilqst datang ke rumah nya.
'Mau bikin masalah apalagi nih cewek' begitulah batin Zefan.
Aliya yang melihat kedatangan Bilqst mendadak membisu. Ia masih teringat akan perbuatan Bilqst dahulu, yang membuat diri nya hampir berpisah dengan suami nya, karena sebuah kesalah pahaman yang di atur oleh sosok perempuan yang kini ada di hadapan nya itu.
Bilqist tidak mendengarkan ucapan Zefan. Ia langsung menjatuhkan diri nya di kaki Aliya, ia juga langsung menangis sekencang-kencang nya. Aliya yang mendapat perlakuan seperti itu dari Bilqist pun langsung tersentak kaget, Zefan pun sama kaget nya seperti Aliya yang melihat Bilqist bersujud di kaki Aliya.
__ADS_1
"Ap.. apa yang kam.. kamu lakukan?" tanya Aliya gugup.
"Aku mau minta maaf sama kamu Liyy, aku udah banyak buat kamu sakit hati, ak.. aku udah selalu berbuat jahat sama kamu... aku mohon Liyy... aku mohon kamu mau maafin semua kesalahan ku" kata Bilqist sambil menangis sesenggukan.
"Iya, aku sudah maafin kamu kok. Sekarang kamu berdiri! kamu tidak usah seperti ini" jawab Aliya yang langsung mengangkat bahu Bilqist untuk berdiri menghadap ke arah nya.
"Umur aku sudah tidak panjang lagi Liyy, aku mau di sisa-sisa hidup ku, kamu sudah memaafkan aku. Supaya jika aku pergi, aku tidak merasa bersalah karena sudah menyakiti mu, dan belum sempat untuk meminta maaf kepada kamu. Mangkanya aku mohon sama kamu agar kamu mau memaafkan semua kesalahan aku. Biar aku bisa tenang Liyy di saat aku pergi nanti" Bilqist berbicara masih dengan air mata yang berlinang.
Zefan dan Aliya sama-sama makin terkejut mendengar penuturan dari mulut Bilqist.
"Mak... maksud kamu?" kali ini Zefan yang bertanya.
"Nih" Bilqist memberikan sebuah map kepada Zefan "Kalian bisa membaca nya" kata Bilqist.
Zefan dan Aliya sama-sama tidak menyangka dengan isi di dalam map tersebut. Map tersebut berisi tentang keterangan penyakit kanker hati stadium empat yang di derita oleh Bilqist.
"Aku juga tidak tau... hiks... jika aku tau, mungkin aku sudah segera pergi untuk berobat menyembuhkan penyakit ku... hiks.. hiks.. aku baru tau sekarang. Aku mohon kepada kalian berdua agar mau memaafkan aku, aku juga mau di sisa umur ku kita berbaikan" kata Bilqist.
"Kamu jangan berbicara seperti itu! umur kamu masih panjang, tidak ada yang tau kapan ajal akan datang. Jadi kamu jangan mengeluh seakan-akan kamu tau hari kedatangan ajal mu" kata Aliya memberi pengertian.
"Mungkin memang benar apa yang kamu katakan Liyy, tapi aku sudah tidak memiliki gairah untuk melanjutkan hidup ku" jawab Bilqist. "Kamu masih menganggap aku sebagai sahabat kamu kan mas?" kini Bilqist beralih menatap ke arah Zefan.
"Iya Bil, kamu masih tetap menjadi sahabat aku sampai kapan pun. Kita sudah sangat lama saling mengenal, walaupun kita sudah tidak memiliki hubungan! namun dihati aku kamu masih menjadi sahabat aku" Ada sedikit nyeri di hati Aliya saat mendengar ucapan Zefan 'namun dihati aku'.
"Kalau begitu bolehkan aku meminta permintaan terakhir sama kamu mas?" tanya Bilqist berharap.
"Apapun itu aku akan menuruti nya. Cepat katakan apa yang kamu inginkan!!" ujar Zefan tidak sabaran.
__ADS_1
Aliya hanya menjadi penonton dan pendengar di antara dua insan di depan nya itu. Ia bisa melihat kekhawatiran yang muncul dari dalam diri Zefan. Ia juga merasakan bahwa Zefan masih sangat mencintai sosok Bilqist, benar-benar terlihat dari sorot kedua mata Zefan.
"Apa kamu tidak keberatan Liyy?" tanya Bilqist kepada Aliya.
Aliya pun langsung tersadar dari lamunan nya ketika mendengar Bilqist yang menyebut nama nya.
"Ha apa??" tanya Aliya balik.
"Apa kamu tidak keberatan jika aku meminta permintaan terakhir kepada Zefan?" ujar Bilqist.
"Sudah!! dia tidak mungkin akan keberatan. Katakan saja sekarang apa permintaan kamu!!" Zefan langsung memotong Aliya yang sudah ingin mengeluarkan bicara nya.
'Aku sangat yakin mas, kalau kamu masih sangat mencintai dan menyayangi mantan kekasih kamu ini' Aliya berucap di benak nya.
"Aku mau...???
...✨🥀✨...
Mampir juga di novel baru aku yah, kali ini cerita nya di jamin gak bikin mellow deh, kali ini cerita nya di jamin buat para readers tertawa. Mampir yah judul nya 'Biduan Dangdut pemikat hati' 😅😅jangan lupa yah...
Like👍
Komen📩
Sepi kek atiku 😂
...To back continue.... ...
__ADS_1