Dimana Kesalahanku??

Dimana Kesalahanku??
87


__ADS_3

..._kalau memang yakin bahwa Allah yang mengatur semuanya, lantas mengapa kamu masih sibuk mengejar bahkan mengemis cinta pada manusia?_...


***


Disebuah rumah tampak terlihat orang-orang yang berlalu lalang dengan kesibukannya masing-masing. Kesibukan tersebut terjadi di rumah Aliya.


Setelah ia benar-benar yakin dan memantapkan hatinya, keputusan nya sudah benar-benar bulat. Yah, dia menerima lamaran Zefan kepadanya. Ia juga sudah meminta izin dan doa restu dari kedua orang tua Zakri, Abang dan kakak iparnya serta orang tua Zefan dan orang tua Azizah. Meskipun yang pada awalnya, Abah Azizah tidak merestui dikarenakan ia yang berfikiran Zefan yang terlalu mudahnya melupakan putri nya, namun berkat siraman-siraman yang di berikan orang tua Zefan dan Zakri dengan menyatakan bahwa itu semua mereka lakukan supaya Kiara memiliki sosok seorang ibu dengan orang tua yang lengkap, Abah Azizah pun menguatkan hati dan fikiran nya, ia pun akhirnya memberikan restu kepada Zefan dan Aliya.


Tak berselang lama, acara tersebut pun segera dimulai. Hanya keluarga terdekat saja yang menghadiri acara tersebut, yang penting sudah ada saksi untuk memberikan doa restu.


"Sah!!!"


Kata tersebut menggelegar di penjuru rumah Aliya. Ia yang masih berada di dalam kamar langsung tersentak ketika satu kata tiga huruf tersebut terdengar lantang di kedua telinganya. Tak terasa air matanya menetes perlahan-lahan. Ia bingung, haruskah ia bahagia dengan pernikahan ke-tiga nya ini? Walaupun dengan orang dimasa lalunya. Apakah air matanya itu air mata kebahagiaan? Jika ia, bisakah ia nanti menemukan kebahagiaan dalam pernikahannya itu?.

__ADS_1


"Ya Allah ya Rabb-ku, dengan sangat berserah diri hamba memohon kepadamu, berikanlah kebahagiaan dalam pernikahan yang akan hamba jalani kedepannya ini, cukuplah ini menjadi pernikahan terakhir hamba, jika benar memang engkau menakdirkan hamba berjodoh dengannya bukakanlah pintu hati hamba untuk bisa menerimanya. Aamiin ya Rabbal Alamiin".


"Liyy, Ayok kita turun sayang!!" ucap Mama Zefan dan Umi Zakri yang datang menghampiri Aliya.


"Ehh. Iya Ma, Umm ayok".


Dengan digandeng oleh kedua mertuanya, Aliya berjalan keruang tamu dalam keadaan jantung yang berdebar.


Setelah sampai, ia seketika langsung menundukkan kepalanya. Ia saat ini benar-benar sangat takut untuk memandang orang-orang yang berada disana.


Aliya pun segera berjalan kearah Zefan dan langsung mendudukkan dirinya di samping Zefan.


" Assalamu'alaikum istriku ". Ucapan salam dari Zefan dengan senyum yang sangat manis benar-benar menambah kecepatan detak jantung Aliya.

__ADS_1


" Wa-Waalaikumussalam M-mmas". Jawab Aliya dengan sangat terbata-bata.


Mendengar jawaban terbata-bata Aliya, membuat Zefan makin tersenyum lebar, bahkan diiringi dengan kekehan kecil.


"Lucu deh kalau liat Humairah ku malu-malu begitu, kutebak pasti sekarang pipinya lagi pink-pink banget nih". Ucap Zefan sambil mengelus pucuk kepala Aliya.


" Ekhem!!"


"Sudah uwu-uwuannya? sekarang salam dulu, nanti baru lanjutkan lagi hal yang tertunda tadi". Ucapan santai dari penghulu tersebut membuat Zefan dan Aliya langsung tersadar. Mereka pun langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh penghulu tersebut.


Setelah selesai ritual ijab qabul nya, lalu dilanjutkan dengan memanjatkan doa dan terakhir meminta doa restu kepada para orang tua.


...***...

__ADS_1


Aku hadir kembali..... huwaaaa hayyukk dong Kaka-kaka, Ibu-ibu, Bapak-bapak, Om-tante tinggalin jejaknya dong.... biar author semangat untuk up lagi....


Jangan lupa like, komen and votenya yah para readers tersayang 🤗😍


__ADS_2