
Hari hari berganti, bulan pun berganti. Setelah kelahiran putra dari Aliya-Zakri, yang di beri nama Keandra Septa Al Fatih, yang saat ini usia nya sudah memasuki enam bulan. Berbagai rintangan yang di hadapi oleh kedua suami istri itu untuk mengurus bayi tersebut, dari mulai menjadi terbiasa bangun tengah malam karena Keandra yang tiba-tiba kehausan, belum lagi saat Keandra yang tengah meriang. Pasangan suami istri muda itu tetap bersabar untuk tidak mengeluh dalam mengurus bayi nya itu. Zakri pun yang awal nya belum terbiasa untuk menggendong bayi, kini ia sudah sangat telaten dalam urusan menggendong bahkan sampai memandikan Keandra. Berkat kejelian kedua orang tua Keandra, di usia nya yang masih mau berjalan enam bulan itu ia sudah menjadi bayi yang gempal, mulut nya yang selalu berceloteh seperti sedang membaca surah surah pendek.
Duarrrr.....
"Assalamu'alaikum Bunda nya Kean" tiba-tiba Zakri datang dengan mengejutkan Aliya yang tengah menemani Keandra untuk tidur siang nya.
"Astagfirullah hal azim Mas! kamu nih bikin aku jantungan saja!" kaget Aliya sambil mendumel.
"Jawab dulu dong salam dariku, baru boleh ngomel-ngomel nya"
"Waalaikumsalam warahmatullahi, kamu kenapa tumben pulang cepat Mas?" jawab Aliya sambil bertanya kepada Zakri.
Yah, semenjak Zakri sudah tidak mengajar di Pondok Pesantren, ia menggantikan posisi sang Abi untuk turun ke perusahaan. Zakri yang setiap hari nya pulang jam lima sore, namun kali ini Aliya di kejutkan dengan kepulangan Zakri yang lebih cepat dari biasa nya.
"Mas cuma mampir sebentar, soalnya Mas kangen sama kamu dan Keandra" Aliya hanya manggut-manggut saja mendengar penjelasan dari Zakri.
"Tapikan setiap hari kita jumpa Mas, kayak udah gak pernah jumpa selama sebulan saja" tukas Aliya.
Zakri yang mendengar ucapan dari Aliya hanya tersenyum sambil mendekat ke arah Keandra yang sudah tertidur pulas di karpet bayi nya.
"Mungkin besok sudah tidak" lirih Zakri, yang masih bisa di dengar oleh Aliya.
"Maksudnya?" tanya Aliya keheranan.
"Akh, tidak ada. Oh iya, Mas punya sesuatu untuk kamu. Mas mau kamu selalu memakai nya, mungkin harga nya tidak terlalu mahal, tetapi ini sangat berharga nanti untuk kamu jika kamu merindukan Mas. Di situ juga sudah tertulis inisial nama kita bertiga ZAK, 'Zakri, Aliya, Keandra" tutur Zakri.
"Sini deh, biar Mas pasangkan!" perintah Zakri kepada Aliya.
Aliya pun lalu mendekat ke arah Zakri. Setelah itu Zakri langsung membuka jilbab Aliya, lalu memasangkan sebuah kalung dengan liontin 'ZAK' ke leher Aliya.
"Makasih Mas, ini kalung nya sangat cantik sekali. Liya sangat menyukai nya" ucap Aliya antusias sambil mengelus liontin kalung tersebut.
__ADS_1
"Jangan pernah kamu lepaskan yah! dan ingat kamu harus selalu bahagia, jangan menterpurukkan diri mu karena masa lalu yang menyakitkan hatimu. Oh iya, sudah waktu nya Mas untuk kembali ke kantor, kamu hati-hati yah, jaga selalu Keandra, Mas sayang kalian berdua. Mas pergi dulu, Assalamu'alaikum"
Cupp cupp cuppp.... Zakri mencium seluruh wajah Aliya.
"Waalaikumsalam Mas" Aliya pun lalu mencium punggung tangan Zakri sambil menyematkan senyum nya yang menawan.
Zakri pun lalu meninggalkan Aliya untuk kembali menuju ke kantor nya.
15 menit kemudian......
Drtttt...... Drtttt..... handphone Aliya berdering pertanda ada panggilan yang masuk.
^^^"Halo, dengan Ibu Aliya Eka Pramesti?" ucap orang dari sebrang telepon. ^^^
"Iya, saya sendiri" jawab Aliya.
^^^"Maaf Bu, kami dari pihak Rumah Sakit ingin memberitahukan bahwa suami Ibu saat ini telah meninggal dunia akibat kecelakaan yang tadi menimpa nya, dan sekarang jenazah sudah siap untuk segera di pulangkan" ucap orang tersebut. ^^^
DEGGGG...... Me....meninggg....gall, meninggal?????
Tampak di sebuah brankar Rumah Sakit seorang wanita sedang berjuang untuk mempertahankan hidup nya. Memang ajal itu sudah di atur, tapi kita sebagai manusia tidak boleh berserah kepada takdir, kita harus berikhtiar terlebih dahulu.
Wanita tersebut adalah Azizah, yang tak lain adalah istri Zefan, yang baru saja selesai dari melahirkan putri pertama mereka.
Setelah selesai dari proses bersalin nya, Azizah di nyatakan koma karena penyakit yang di derita nya. Bukan penyakit main-main yang saat ini ia rasakan, Azizah sangat pandai dalam menyembunyikan penyakit berbahaya nya itu. Yah, Azizah tengah mengidap penyakit kanker darah. Ia di prediksi oleh Dokter menderita penyakit tersebut saat tengah mengandung bayi nya yang berusia empat bulan.
"Dok, apa tidak ada yang bisa di lakukan supaya istri saya bisa segera sadar Dok!" tanya Zefan dengan nada memohon kepada Dokter yang menangani istri nya.
Yah, saat ini Zefan beserta kedua orang tua nya, serta mertua nya sedang berada di ruangan Dokter yang menangani Azizah untuk mengetahui penyebab koma yang di alami oleh Azizah.
"Maaf Pak, sebenarnya ada, akan tetapi semua nya sudah terlambat, kini kita hanya bisa berdoa kepada yang kuasa untuk hal baik nya" jelas Dokter tersebut.
__ADS_1
"Terlambat? memang nya istri saya sudah sejak kapan mengidap penyakit tersebut Dok?" tanya Zefan, ia benar-benar tidak tahu tentang perihal penyakit yang tengah di derita oleh istri nya itu.
Para orang tua Azizah dan Zefan saat ini hanya terdiam dengan larut kesedihan. Mereka hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Azizah.
"Maaf Pak sekali lagi saya minta maaf karena telah membantu Ibu Azizah untuk merahasiakan penyakit yang di derita nya itu. Sebenarnya istri bapak sudah mengetahui penyakit kanker darah tersebut ketika beliau memasuki usia kandungan ke lima bulan, saat itu Ibu Azizah datang konsultasi kemari dengan keluhan nya, setelah saya periksa ternyata ada yang tidak beres. Saya pun meminta kepada Ibu Azizah untuk cek darah, dan ternyata dugaan saya benar ada nya. Hasil pemeriksaan nya menyatakan jika sel sel di sumsum tulang Ibu Azizah tidak berjalan normal, Ibu Azizah di nyatakan mengidap penyakit leukemia. Dan pada saat itu saya sudah menyarankan kepada Ibu Azizah untuk segera melakukan aborsi demi menyelamatkan nyawa nya, akan tetapi Ibu Azizah lebih memilih untuk menyelamatkan nyawa bayi nya dengan alasan 'Saya sudah merasakan bagaimana menghirup udara di dunia, sedangkan bayi ini belum sama sekali, untuk itu saya lebih memilih dia yang bertahan hidup' seperti itu Pak" jelas Dokter tersebut panjang kali lebar.
"Ya ampun Zah, kenapa kamu merahasiakan semua ini dariku" ucap Zefan terenyuh saat sudah mengetahui semua tentang penyakit yang telah di sembunyikan dari Azizah, istri nya itu.
Tak hanya Zefan yang syok, orang tua Zefan dan Abah nya Azizah pun benar-benar sudah sangat syok kala mendengar penjelasan dari Dokter yang menangani Azizah tersebut.
"Dok, Dokter!! pasien dengan nama Azizah sudah tidak bernafas Dok!!" tiba-tiba salah satu perawat yang membantu Dokter untuk menangani Azizah datang dengan raut wajah yang sangat panik untuk mengabarkan hal itu.
"Apakah tidak terjadi kesalahan dalam pengecekan pasien?" tanya Dokter kepada perawat tersebut.
"Tidak ada Dok, ketika kami ingin memeriksa keadaan nya, ternyata layar monitor pasien sudah bergerak lurus, dan setelah itu kami langsung mengecek urat nadi nya, namun ternyata benar, pasien Azizah sudah tidak bernyawa" jawab perawat.
"Jadi pasien Azizah benar-benar sudah meninggal??"
"Iyah Dok, pasien Azizah sudah benar-benar meninggal!!"
DEGGGG..... Nggak, nggak mungkin.... ini pasti hanya mimpi semata...... nggggaaaakkkkk!!!!!
...****...
Like👍
Komen📩
Vote 🖤
Hadiah🎁
__ADS_1
Mungkin ini sudah mendekati akhir episode yah!!! (◕‿◕)
...Bersambung..... ...