
" Kamu serius Liyy??" tanya mereka kompak.
Kali ini Aliya yang sedikit terkejut karena mendapat pertanyaan yang serempak dari tiga orang lawan bicaranya.
"Iyah, InsyaAllah aku siap. Tidak mungkin 'kan...."
"Aku yang tidak setuju!!!" Tiba-tiba saja Aldo datang dan langsung menyela ucapan Aliya.
Sebenarnya sudah sedari tadi Aldo mendengarkan ucapan Aliya dari arah luar, namun ia masih mencoba bertahan untuk diam sampai pada waktu nya ia angkat bicara. Sebagai seorang kakak, Aldo benar-benar tidak rela jika adik nya menjadi Ibu susu dari bayi lelaki yang pernah menyakiti hati adiknya dahulu. Aldo tidak dendam, namun ia masih tidak merelakan jika Aliya harus kembali mendekat kepada Zefan yang saat ini status nya sudah menduda, sama seperti Aliya yang saat ini sudah berstatus janda.
Sinta yang berdiri di belakang Aldo dengan membawa Keandra di dalam gendongan nya hanya diam saja. Ia tahu benar jika Aldo sudah mengambil keputusan, itu susah untuk merubah nya.
"Abang!!!" Ucap Aliya sambil menggelengkan kepala nya untuk memberi isyarat supaya Aldo tidak melarang nya.
"Al, abang tidak setuju bukan karena apa-apa. Abang cuma tidak mau jika anak kamu harus berbagi susu kepada orang lain" Aldo mencoba menjawab dengan elakan. Padahal bukan itu maksud dari ia melarang Aliya.
"Keandra anak yang kuat Bang, dia tidak mungkin kekurangan jika aku membaginya, karena niat aku untuk berbagi pasti Allah akan melancarkan nya Bang. Apa abang tidak kasian kepada seorang bayi yang baru lahir dan sangat membutuhkan ASI karena sang Ibu yang tidak bisa memberikan nya? misal saja anak Abang yang ada di posisi itu, bagaimana perasaan Abang?" Ucap Aliya yang malah memojokkan Aldo.
__ADS_1
Betapa mulia nya hati kamu Liyy....:) Batin Zefan.
"Apapun alasannya abang tidak terima Al!! Tolong jangan membantah kali ini saja Al, ini untuk kepentingan kamu dah anak kamu" Telak Aldo.
"Bang..... tolong fikirkan sekali lagi..." Pinta Aliya dengan nada memohon nya.
"Liy, benar yang di ucapkan Bang Aldo, mendingan tidak usah. Biar aku dan Mama yang mencari orang lain untuk jadi Ibu susu anak aku. Anak kamu juga masih membutuhkan kamu Liy, dengerin ucapan abang kamu yah!!" Kata Zefan yang akhirnya membuka suara untuk menengahi perdebatan kakak beradik tersebut.
"Tapi aku kan'........"
"Huh baiklah. Abang mengizinkan kamu Al! asal kamu tidak boleh bersedih dan kamu harus banyak-banyak makan dan meminum susu supaya tubuh kamu kuat karena kamu harus memberikan asupan kepada dua orang bayi" Kata Aldo yang akhirnya membolehkan permintaan Aliya. Setelah difikir oleh Aldo, mungkin dengan jadi Ibu susu, kesedihan Aliya sedikit terlupakan karena ia sangat faham betul perihal adik nya yang sangat menyukai anak kecil.
"Terimakasih Bang. Aku janji akan membelikan susu untuk Aliya, dan aku juga akan membelikan kebutuhan Aliya nanti" Ucap Zefan dengan sungguh-sungguh. Ia benar-benar sangat bersyukur sekali karena Aldo yang pada akhirnya memberikan izin kepada Aliya, dengan itu ia berjanji akan memenuhi kebutuhan Aliya yang nantinya diperlukan selama masa menjadi Ibu susu anaknya.
"Yah sama-sama. Dan janji kamu itu jangan sampai kamu ingkari!!" Jawab Aldo terdengar dingin.
"Terimakasih Bang. Abang Aldo memang Abang nya Al satu-satunya yang paling the best deh.... boleh peluk kan?" Kata Aliya yang sudah mulai muncul sifat manja nya.
__ADS_1
"Nah gini nih, kalo udah kumat manjanya. Boleh kok, sini Abang peluk"
Aldo pun langsung mendekat ke tempat Aliya, dan langsung membawa Aliya kedalam pelukan nya. Aldo sebenarnya ingin sekali mengeluarkan air mata nya, namun sekuat tenaga ia menahan nya supaya tidak keluar. Ia benar-benar sangat bersedih sekali dengan segala cobaan yang menimpa adik perempuan nya itu, jika bisa menukar takdir, ia ingin sekali yang menggantikan posisi adik nya itu.
Semua orang yang berada di sana tersenyum melihat Aldo dan Aliya yang sama-sama saling menyayangi.
"Nda, Yah... Yah!!" Ditengah keharuan tersebut, tiba-tiba suara anak kecil yang mengoceh mengganggu momen mereka, siapa lagi kalau bukan suara Keandra.
Tapi tunggu, apa tadi yang di ucapkan oleh Keandra?
Bunda? Ayah?
Deg.......
"Mas Zakri......" Lirih Aliya.
Suasana yang tadi nya sudah tenang dan damai, langsung mencekam karena ocehan Keandra.
__ADS_1
... Bersambung..... ...
...***...