
Zefan segera membalikkan badan nya, dan betapa kaget nya ia ketika melihat sosok perempuan yang sedari tadi memeluk nya, bukan istri nya, melainkan mantan kekasih nya, bodoh nya dia yang tidak merasakan aura pelukan nya itu berbeda, jelas-jelas jika istri nya yang memeluk nya, pasti tangan nya tertutup oleh baju gamis panjang nya, sedangkan tangan yang memeluk nya itu tidak berbalut kain sama sekali.
"Bilqist!! kenapa kamu bisa ada disini??" tanya Zefan dengan rahang nya yang sudah mengeras menahan amarah.
"Aku kangen" jawab Bilqist dengan santai nya.
"Bee, ini tidak seperti yang kamu bayangkan, aku sama dia tidak ada apa-apa sama sek.." belum sempat Zefan menjelaskan, Aliya sudah memotong ucapan nya.
"Sudah mas, kamu tidak perlu menjelaskan nya lagi, aku sudah melihat dengan mata kepala ku sendiri, aku kira kamu sudah benar-benar berubah mas, tapi ternyata... akh, sudahlah, silahkan dilanjutkan mas" Aliya pun langsung berlari meninggalkan Zefan dan Bilqist berdua di ruangan itu.
"ALIYA JANGAN PERGI!!" teriak Zefan sambil berlari ingin mengejar Aliya, namun sebelum ia lari, pergelangan tangan nya ditahan oleh Bilqist.
"Lepaskan tangan saya!!" Zefan berucap dengan aura membunuh nya.
"Sudah biarkan saja, untuk apa kamu kejar perempuan yang tidak ingin mendengarkan penjelasan suami nya sama sekali, dia itu hanya salah paham, tetapi ketika kamu mau menjelaskan sama dia, malah kabur dia, udah biarkan aja dia pergi, untuk apa kamu mengejar nya lagi, buang-buang tenaga saja" Bilqist menjawab itu sembari duduk di sofa ruangan nya Zefan.
"Jaga mulut kamu!! dia begitu wajar, itu tanda nya dia sedang cemburu, istri mana coba yang tidak sakit melihat suami nya di peluk oleh wanita lain. Kamu juga!! sudah berbuat hina, masih saja menyalahkan orang lain, cihh murahan" cibir Zefan, bahkan ia sampai lupa untuk mengejar istri nya.
"Mau kamu bilang aku murahan kek, kampungan kek, sampah kek, kecentilan kek, ganjen kek, aku tidak peduli!! asal itu bisa membuat mu untuk kembali padaku, aku senang" kata Bilqist dengan senyuman jahat nya.
"Dasar gila!! mau sampai kapan pun, aku tidak akan pernah kembali sama kamu, apalagi sekarang aku tau sifat asli mu seperti ini, cih jangan mimpi!!" jawab Zefan sambil tersenyum sinis.
"Kamu jahat Zeff, hikss... hiks.. " Bilqist sudah mengeluarkan air mata buaya nya.
"Bertahun-tahun kita bersama, begitu aku hanya berpisah dengan mu setahun lebih, tega-teganya kamu sudah menikah dengan perempuan lain!! apa kamu tidak memikirkan perasaan aku Zeff?? apa kamu tidak tau keterpurukan aku?? apa kamu merasakan sakit nya jadi aku yang ditinggal nikah oleh kekasih nya??" Bilqist sudah menangis dengan sekencang-kencang nya.
"Berfikir kamu bilang?? apa kamu juga tidak pernah berfikir jadi aku?? aku begitu terpuruk ketika kamu pergi, hilang tanpa kabar, bahkan kamu sama sekali tidak memberitahukan aku kemana kamu akan pergi, jika kamu dulu izin kepada ku untuk pergi melanjutkan sekolah mu keluar negeri, mungkin aku bisa menunggu mu dan menolak perjodohan orang tua ku" Zefan menjawab mengeluarkan unek-unek nya.
__ADS_1
"Aku ngaku aku salah Zeff, tapi apakah tidak bisa kamu mengulang kembali kisah kita Zeff?? aku rela menjadi istri kedua kamu Zeff, tapi aku lebih berharap nya kalau kamu menceraikan Aliya Zeff, aku tau kalau kamu itu masih mencintai aku, kamu masih belajar untuk mencintai istri dari perjodohan kamu itu kan?? aku tau Zeff, aku tau" sungguh tidak ada malu nya Bilqist untuk berbicara seperti itu.
"Anda terlalu percaya diri sekali nona, sampai kapan pun aku tidak akan pernah berfikiran untuk menceraikan istri saya, karena semua yang anda ucapkan itu sangat-sangat lah salah besar nona. Saya dulu memang sangat mencintai perempuan seperti anda, tapi untuk sekarang semua rasa itu sudah sirna di bawa waktu. Dan sekarang, perempuan yang berhasil menempati hati saya adalah istri dari perjodohan yang seperti anda ucapkan tadi" jawab Zefan mantap.
"Cih, jangan terlalu membohongi diri dan hati anda bung!! jangan terlalu percaya sama perempuan seperti Aliya yang menutupi diri nya di dalam pakaian panjang nya, bisa saja itu hanya muslihat menjebak anda" kata Bilqist mencoba untuk meruntuhkan pertahanan Zefan.
"Terserah anda mau berbicara seperti apa!! toh, saya tidak peduli dengan segala ucapan anda. Sekarang silahkan anda pergi dari kantor saya!! jangan sesekali lagi anda menampakkan muka anda di hadapan saya, mengerti!!" kata Zefan tegas.
"Is okay, saya juga tidak mau berlama-lama disini. Tapi saya harap, anda menimang-nimang perkataan saya tadi. Kalau begitu saya pamit undur diri dari kantor anda Zefan Raka Aditama" kata Bilqist langsung pergi dari ruangan Zefan.
Setelah kepergian Bilqist, Zefan pun kembali berfikir tentang apa yang diucapkan oleh Bilqist, seperti nya pertahanan hati Zefan akan segera runtuh mendengar ucapan-ucapan Bilqist yang menurut nya ada benar nya juga.
***
Di sebuah brankar Rumah Sakit, terlihat perempuan sedang berbaring lemas, dengan sebuah infus di tangan kanan nya, mata nya juga yang terpejam, seperti istilah pingsan.
Tak lama kemudian mata Aliya pun terbangun, ia langsung mengelilingi sekitaran ruangan yang kini di tempati nya. Rumah Sakit, yah itu sekarang yang ada di benak nya.
"Alhamdulillah, kamu sudah sadar Al, aku sedari tadi sangat mengkhawatirkan mu" kata pria yang duduk di sofa Rumah Sakit tersebut.
"Emm, kamu siapa yah? dan bagaimana aku bisa berada disini?" tanya Aliya lemas, jujur ia sudah tidak ingat apa-apa lagi setelah jatuh pingsan tadi, yang ia ingat hanya pertengkaran nya dengan Zefan di kantor Zefan.
"Aku Zakri Al, abang kelas kamu waktu di Mesir, masyak iya kamu sudah lupa sama aku, dan kenalkan ini adik aku, Fanya nama nya" Zakri sengaja membawa adik perempuan nya untuk menemani ia menjaga Aliya di Rumah Sakit, ia takut ada fitnah tentang diri nya dan Aliya, jika ia hanya berduaan dengan Aliya di dalam sebuah ruangan.
"Assalamu'alaikum kak, perkenalkan nama aku Fanya Assyifa, aku adik kandung nya bang Zakri" kata cewek tersebut dengan ramah nya.
"Akh iya, Waalaikumsalam, perkenalkan juga, nama aku Aliya Eka Prasasti, senang berkenalan dengan kamu" jawab Aliya dengan lembut nya.
__ADS_1
Aliya lalu meraba-rabakan tangan nya di sekitaran perut nya, ia berfikiran kalau ia sudah melahirkan tadi. Zakri yang melihat tingkah Aliya itu pun langsung mengerti tentang apa yang dirasakan oleh Aliya.
"Kamu belum bersalin kok Al, cuma kondisi kandungan kamu lemah kata dokter, kamu jangan terlalu banyak fikiran yah, aku gak mau tau tentang masalah apa yang sedang kamu hadapi, cuma aku mau memberikan saran saja supaya kamu tidak terlalu banyak fikiran" kata Zakri mengingatkan Aliya dengan suara lembut nya.
"ASTAGFIRULLAH HAL AZIM, aku belum memberitahu mas Zefan jika aku berada disini" Aliya baru tersadar, namun ketika ia ingin mencari handphone nya, tapi ia tidak menemukan tas nya di sisi nya.
"Tas kamu tadi terjatuh Al, dan mungkin ketinggalan di tempat kamu pingsan, soalnya aku tadi juga sangat syok melihat kamu, jadi aku tidak sempat untuk mengambil tas kamu, maaf yah" kata Zakri merasa bersalah.
"Kak, Aliya boleh pinjam handphone kakak gak?, Aliya mau menghubungi suami Aliya" kata Aliya ragu.
"Boleh saja kok, nih" sambil memberikan handphone nya kepada Aliya.
Aliya pun langsung mengetikan nomor ponsel Zefan dan langsung menghubungi nya.
"Assalamu'alaikum, mas sekarang aku lagi berada di Rumah Sakit, kamu datang kesini yah mas, aku lagi di rawat di Rumah Sakit xxx " kata Aliya ketika panggilan nya terhubung.
^^^"Waalaikumsalam, maaf saya bukan Zefan, tapi saya akan menjadi nyonya Zefan" jawaban dari panggilan sebrang^^^
^^^ diiringi tawa mengejek.^^^
DEGGG.... Kenapa yang mengangkat handphone mas Zefan seorang wanita?? tanya Aliya di dalam hati nya.
...🍁🍁🍁🍁...
Tinggalkan Like 👍nya dong kaka 😅
Komen 📩juga
__ADS_1
...To back continue... ...