Dimana Kesalahanku??

Dimana Kesalahanku??
80


__ADS_3

Setelah tau semua hal yang terjadi dengan Aliya, Zefan beserta orang tua dan mertua nya turut merasa bersedih. Mereka benar-benar merasa tersayat saat mendengarkan penjelasan dari Umi nya Zakri yang mengatakan bahwa penyebab dari pingsan nya Aliya adalah karena ingin ikut bersama dengan Zakri yang telah meninggalkan nya.


"Yaampun!! kita sampai lupa kalau mau mencari Ibu susu untuk Putri kamu Zeff!" Tiba-tiba Mama nya Zefan teringat akan tujuan awal mereka.


"Astagfirullah, iyah sampai kelupaan" kata Zefan sambil menepuk pelan jidat nya.


Umi nya Zakri yang menelisik ucapan Mama nya Zefan yang mengatakan 'ingin mencari Ibu susu untuk Putri Zefan' merasa bingung.


"Kalau boleh saya bertanya, mengapa Mbak mau mencari Ibu susu untuk Putri nya Zefan? apakah ASI Ibu nya tidak keluar? atau....."


"Istri saya juga barusan meninggal Tante!" Zefan langsung memotong ucapan Umi nya Zakri dengan senyuman yang pilu.


"Innalillahi Wa Inna ilaihi raji'un. Kapan? kenapa kami tidak ada yang mengetahui nya?" Rentetan pertanyaan yang keluar dari mulut Umi nya Zakri.


"Mungkin karena kita sama-sama terkena musibah Tante, jadi kita sibuk dalam urusan masing-masing" jawab Zefan.


***


Hampir setengah jam pingsan akhirnya Aliya sudah mulai tersadar, ia menatap bangunan dinding-dinding tempat ia sekarang berada.


Fikiran nya pun mulai berkelana mencari tau apa yang telah terjadi kepada dirinya.


"Aku dimana?" tanya nya sendiri sambil memegang kepala nya yang masih terasa sangat berat karena rasa pusing yang melanda nya.


Seketika kesadaran Aliya semua nya telah terkumpul, tetes demi setetes air matanya menetes membasahi kedua pipinya.


"Mas Zakri......." Lirihnya.

__ADS_1


Air mata yang tadi hanya mengalir setetes demi setetes, kini berganti menjadi semakin deras saat ia sudah mengingat bahwa sang suami yang amat di cintai nya kini telah meninggalkan nya untuk selama-lamanya.


"Ini pasti hanya mimpi.... Mass Zakri kamu masih ada kan mass... kamu masih tetap berada disini kan mas... kamu tidak pergi kan mas..... MAS ZAKRIIIIII!!!!!"


"Astagfirullah Aliya!! kamu kenapa sayang??" Tanya Umi nya Zakri yang langsung segera memeluk Aliya dengan sangat erat.


Umi nya Zakri pun sangat kaget ketika mendengar teriakan Aliya dari dalam ruangan, sedikit ia merasa senang karena melihat Aliya yang sudah terbangun dari pingsan nya.


"Mi, mas Zakri ada dimana sekarang? mas Zakri masih berada di kantor nya kan Mi? mas Zakri masih sibuk dalam kerjaan nya kan Mi? mas Zakri enggak ninggalin Liya kan Mi? jawab Mi.... plisss jangan katakan kalau mas Zakri pergi Mi..." Serentetan pertanyaan pilu dari Aliya langsung menggoncang renyuh hati Umi Zakri.


Ibu mana yang tidak merasakan sedih saat kehilangan anak yang telah di besarkan nya dari mulai anak tersebut masih kecil? walaupun Umi Zakri bukan ibu kandung nya, namun rasa sayang nya sudah melekat pada diri Zakri. Umi Zakri sebenarnya sangat rapuh, namun ia mencoba untuk tegar dan ikhlas demi ketenangan Zakri di alam sana, ia harus berpura-pura kuat di depan menantu nya, kalau boleh jujur sebenarnya Umi Zakri juga akan lebih bersedih melebihi Aliya, namun ia tidak ingin menampakkan kesedihan nya di depan siapapun, Umi Zakri mampu menyimpan kesedihan nya seorang diri.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"


Aliya dan Umi Zakri pun langsung menoleh ke arah suara tersebut. Ternyata Zefan dan Mama nya yang datang ke dalam ruangan Aliya.


"Kamu sudah sadar nak?" Tanya Mama Zefan sambil mendekat ke tempat Aliya. Yang di tanya hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Kenapa kamu menangis Liy? apa badan kamu terasa sakit?" Tanya Mama Zefan lagi. Dan masih seperti tadi, Aliya menjawab hanya dengan bahasa tubuh, bedanya kali ini ia menjawab dengan gelengan kepala nya.


"Ma! sudah jangan menanyai Aliya dengan pertanyaan Mama itu!! Aliya mungkin belum mood untuk menjawab" Zefan yang melihat kesedihan dari aura mata Aliya langsung angkat suara untuk mencoba mengingatkan sang Mama.


"Eh iya sangking khawatir nya sampai lupa!" Kata Mama Zefan dengan sedikit rasa bersalah.


"Yaudah Ma, sekarang kita buruan cari Ibu susu untuk bayi Zefan, takutnya nanti keburu sudah habis susu yang tadi diberikan oleh Susternya" Ajak Zefan kepada Mama nya.


"Apakah sampai sekarang kalian belum menemukan Ibu susu untuk bayi nya Zefan?" tanya Umi nya Zakri yang merasa kasian saat mengetahui bayi nya Zefan yang belum juga menemukan Ibu susu nya.

__ADS_1


"Belum Tan, Zefan juga bingung harus mencari kemana lagi" Jawab Zefan lesu.


Aliya yang hanya mendengarkan dengan pandangan nya yang kosong, sedikit ingin mengetahui perihal Zefan yang ingin mencarikan Ibu susu untuk bayi nya, dimana Ibu nya? apakah ASI Ibu nya tidak keluar? berbagai pertanyaan sedikit mengganggu fikiran Aliya, namun ia masih tetap diam tak bersuara, hanya Aliya dan Allah saja yang tau apa yang difikirkan Aliya sekarang.


"Yaudah kalau begitu kami izin pamit deluan yah Mbak. Liyy, kamu jangan terlalu banyak fikiran yah sayang! ingat, ada putra kamu yang butuh kamu sekarang. Kamu jangan rapuh, serahkan saja sama Allah, pasti akan ada hal indah selanjutnya. Mama pergi dulu yah sayang"


Cupp.... Mama Zefan mencium kening Aliya yang tertutup niqab nya, rasa sayang nya kepada Aliya membuat ia sedikit tidak rela melihat Aliya yang terpukul begitu, banyak sekali cobaan yang menimpa mantan menantu nya itu, ia sampai beranggapan jika ia yang berada di posisi Aliya sudah pasti akan masuk Rumah Sakit Jiwa karena depresi.


Aliya sedikit tersentak ketika mama Zefan mengucapkan 'putranya' ia bahkan sampai terlupa jika ada sosok lelaki kecil yang saat ini membutuhkan nya.


"Kami izin Tan, Liyy! Assalamu'alaikum" ucap Zefan dan berbarengan dengan Mamanya yang mengucapakan salam.


"Waalaikumsalam warahmatullahi"


Zefan dan Mama nya berjalan ke arah pintu. Namun, langkah mereka langsung terhenti ketika mendengar suara Aliya yang memanggil mereka.


"Ma!! Mas Zefan!! aku saja yang menjadi Ibu susu bayi kamu, InsyaAllah aku bersedia".


Mereka bertiga pun langsung terkejut mendengar ucapan Aliya.


" Kamu serius Liyy??" tanya mereka kompak.


Kali ini Aliya yang sedikit terkejut karena mendapat pertanyaan yang serempak dari tiga orang lawan bicaranya.


Bersambung....


...***...

__ADS_1


Maaf jika baru bisa up😌 Author kemarin lagi sibuk dalam PTS, Sekolah lebih penting dari yang lain:)


__ADS_2