
Zefan telah sampai di apartemen Bilqst, ia pun langsung masuk ke ruangan Bilqist, ia sudah diberi tahu oleh Bilqist kode apartemen nya sehingga Zefan pun dengan mudah bisa masuk kedalam nya.
Zefan pun tidak ingin berbasa-basi lagi, ia langsung berbicara tentang maksud kedatangan nya.
Padahal Bilqist tadi sudah sangat senang karena didatengin Zefan langsung ke apartemen nya, mendengar permintaan Zefan, Bilqst pun marah besar, ia mengobrak-abrik semua barang-barang yang ada di sekitar nya itu.
"Bil, maksud kedatangan aku kesini, aku ingin kita mengakhiri hubungan kita, aku ingin hidup bahagia bersama istri dan calon anak ku" ucap Zefan the to point.
"APAA!!! Bilqist yang mendengar perkataan Zefan pun langsung terjerit kaget, " Nggak, aku nggak mau kita udahan, kamu kan sudah berjanji sama aku untuk segera menceraikan Aliya, tapi kenapa sekarang kamu malah mau ninggalin aku dan kembali bersama nya?? Aku gak mau, sampai kapan pun aku gak mau putus dengan kamu Zef!!" Bilqist benar-benar tidak terima dengan apa yang dikatakan Zefan.
"Mau tidak mau, itu terserah kamu!! yang penting sekarang aku sudah memutuskan hubungan kita, jadi, sekarang diantara kita sudah tidak ada status kekasih lagi. Tapi kita masih bisa berteman, itu pun kalau kamu mau" Jelas Zefan tanpa menghilangkan sikap tegas nya.
"Kamu kenapa tega giniin aku Zeff?? kamu pernah ngomong sama aku, kalau kamu akan mencintai aku sampai kapan pun. Apa kamu lupa sama janji kamu Zeff??" tanya Bilqist yang sudah mulai bercucuran air mata.
"Sudah lah, aku gak mau dengar alasan apapun lagi. Sudah cukup aku menyakiti hati Aliya, aku gak mau kalau nanti nya juga nyakiti kamu Bil, jadi sebelum semua nya terlambat, aku memilih untuk memperjuangkan Aliya, istri aku yang sedang mengandung anak aku. Mungkin kita memang di takdirkan tidak berjodoh Bil, carilah pria yang pantas untuk kamu, aku selalu berdoa agar kamu berbahagia. Maaf kalau sudah memberi harapan untuk kamu Bil, aku pamit Bil, jaga diri kamu baik-baik"
Zefan pun berlalu meninggalkan apartemen Bilqist, ia langsung menuju mobil nya. Ia menghampiri Aska dan Andra, yang sedang duduk di kursi depan nya, sambil memainkan handphone nya. Kedua sahabat nya itu, tidak ikut masuk ke apartemen Bilqist, mereka membiarkan Zefan untuk menyelesaikan masalah nya sendirian. Bukan mereka tidak peduli dengan Zefan, mereka cuma mau supaya Zefan bisa benar-benar menentukan jalan hidup nya, dalam memilih pasangan nya.
...... ...
["*Lapor bos. Tadi si pria sudah datang dan dia sudah mengakhiri hubungan nya dengan perempuan tersebut. Seperti yang saya selidiki, perempuan tersebut benar-benar frustasi, dia tidak mau menuruti permintaan si pria, dan seperti nya juga, perempuan tersebut mulai merencanakan sesuatu untuk adek bos, ia seperti nya ingin segera membalaskan dendam nya"
"Bagus, awasi terus setiap gerak-gerik perempuan itu, jangan sampai dia bisa menyentuh adik ku sedikit pun*"]
"Ini belum sesakit yang dirasakan oleh Aliya, orang seperti kalian berdua, pantas merasakan kesedihan yang mendalam seperti adikku juga, cihhh... " ucap pria tersebut dengan dendam nya. Ia benar-benar akan membuat orang yang sudah menyakiti adik nya, juga merasakan hal yang sama seperti yang sudah dirasakan adik nya itu.
...***...
__ADS_1
Sudah seminggu lebih Aliya tinggal di apartemen baru nya, lebih tepat nya ia sedang bersembunyi dari suami nya.
Aliya yang kini sedang uring-uringan di kamar nya, lama kelamaan merasakan bosan juga, ia bingung mau pergi kemana, ia takut persembunyian nya akan di ketahui oleh suami nya itu.
"Aduh, bosan sekali dari tadi disini terus. Aku merasa seperti menjadi tahan, mending aku jalan-jalan ke taman saja lah, ngilangin suntuk juga"
"Ayo nak, kita akan main-main di taman. Kamu senang kan bunda ajak jalan-jalan sambil bermain??" tanya Aliya kepada anak nya yang masih di dalam perut nya, ia mengelus sambil membacakan ayat-ayat pendek kepada bayi di perutnya itu. Aliya sudah merasakan hati nya kian membaik, namun terkadang, ia juga merindukan sosok suami nya itu.
Aliya pun kini telah tiba di sebuah taman yang sangat indah, banyak juga pengunjung yang ada di taman tersebut. Ada yang sekedar jalan-jalan sore, ada yang sedang memadu kasih di bangku-bangku taman tersebut. Seketika pandangan Aliya tertuju kepada dua orang anak kecil, yang seperti nya sedang berjualan tisu dan berbagai minuman botol, itu terlihat dari tas berbentuk rak kecil yang terbuat dari kayu, yang di gantungkan di leher nya.
Aliya lalu menghampiri kedua anak kecil penjual tisu dan minuman tersebut.
"Hayy... Aliya melambaikan tangan nya tepat di depan anak kecil tersebut.
"Kakak beli semua dagangan kalian berdua yah??" Kata Aliya dengan lembut nya.
"Wah beneran kak??" Jawab kedua anak tersebut dengan antusias nya.
"Ini kak, terima kasih kak sudah mau membeli dagangan kami, kami dari tadi pagi berjualan, tapi tidak ada yang mau membeli, karena kakak sudah memborong dagangan kami, harga nya kami kasih diskon deh kak, khusus buat kakak pembeli pertama dan terakhir kami" kata salah satu anak tersebut.
"Tidak perlu, kalian pasti sangat lelah kan karena sudah berkeliling dari tadi pagi??
Jadi kalian tidak perlu memberi kalak diskon, biar sisa uang nya bisa kalian tabung" kata Aliya menjelaskan dengan nada lembut nya.
Tanpa di ketahui Aliya, dari tadi sudah ada sepasang mata yang sedang memperhatikan nya dari salah satu pohon di taman tersebut.
"Tapi ini spesial untuk kakak, karena sudah memborong dagangan kami kak" kata salah satu anak tersebut, dan diberi anggukan oleh anak yang satu lagi.
__ADS_1
Aliya tertawa kecil melihat sikap mereka berdua.
"Sudah tidak perlu, nih uang belanjaan yang kakak beli" Aliya memeberikan uang sebesar satu juta kepada mereka berdua.
Kedua anak tersebut pun sangat kaget melihat uang yang diberikan oleh Aliya itu, karena menurut mereka, uang yang diberikan Aliya itu tiga kali lipat harga dagangan nya.
"Hehhehe, kakak jangan aneh-aneh dong, masak belanjaan nya cuma segitu, membayar nya dengan uang sebanyak itu sih??"
"Kakak gak aneh kok, ambil saja kembalian nya untuk kalian berdua, kakak ikhlas kok, doain terus supaya kakak sehat dan murah rezeki nya yah" kata Aliya sambil tersenyum.
"Iya kak, doa kami selalu menyertai kakak, terima kasih yah kak, kalau begitu kami berdua pamit duluan yah kak, sekali lagi terima kasih yah kak, assalamualaikum kak"
Anak tersebut pun pergi dari tempat Aliya duduk.
"Waalaikumsalam" Jawab Aliya
Aliya pun kembali merenung, ia juga memikirkan tisu dan minuman yang sudah di beli nya tersebut, ia bingung mau di apakan nya tisu dan minuman itu.
"ALIYA... " suara teriakan seorang pria yang tak asing di dengar nya.
Aliya pun membelokkan badan nya ke sumber suara tersebut.
Dan.... DEGGGG.....
...✨🥀✨...
Like👍
__ADS_1
Komen📩
...To back continue... ...