
Pagi itu tampak sebuah keluarga yang sedang melakukan ritual pagi nya, yaitu dengan bersarapan bersama-sama di meja makan. Keluarga yang tak lain adalah keluarga dari Zakri, yang baru saja selesai menyelesaikan sarapan nya. Mereka makan dengan keadaan hening, bayi Aliya yang masih nyenyak di tidur nya membuat acara sarapan mereka tidak terganggu.
Setelah sarapan mereka selesai, mereka lalu pergi ke ruangan keluarga untuk berbincang-bincang. Aliya, Fanya dan Umi nya yang baru saja tiba di sana, usai membereskan meja makan dan mencuci piring sehabis makan mereka. Fanya dan Umi nya langsung duduk di sofa yang ada di sana, sedangkan Aliya pamit untuk pergi ke kamar nya dahulu. Aliya pergi ke kamar nya untuk melihat Furqan dan membawa nya berkumpul di ruangan keluarga.
"Zak! apakah kamu dengan istri mu akan segera pindah dari sini?" tanya Umi Zakri dengan aura kesedihan. Walaupun Zakri bukan anak kandung nya, rasa sayang dia untuk Zakri sudah sangat besar sama seperti ia menyayangi Fanya, putri kandung nya. Ia tak rela jika Zakri pergi dari rumah nya itu meninggalkan diri nya.
Aliya yang mendengar pertanyaan dari mertua nya itu tiba-tiba kaget. Ia tak mengerti maksud ucapan dari mertua nya itu.
"Iyah Mi! Zakri mau lebih mendekatkan diri kepada Aliya. Tapi Umi tidak usah bersedih, walaupun Zakri sudah tidak tinggal dengan Umi! Zakri dan Aliya akan sering mengunjungi Umi" kata Zakri yang mencoba menenangkan kesedihan yang terpancar dari wajah Umi nya itu.
"Iyah bener kata Zakri Mi" timpal Abi Zakri. Sedangkan Fanya hanya mengangguk saja.
"Maksudnya pindah? pindah kemana?" tanya Aliya yang sudah benar-benar sangat bingung mendengar arah jalan pembicaraan suami dan keluarga suami nya itu.
"Kamu memang belum tahu Al?" tanya Abi Zakri sambil menautkan alis nya.
Aliya yang di tanya hanya menjawab dengan gelengan kepala nya.
"Kita akan pindah ke rumah kita sayang!! Mas sudah membeli rumah baru untuk kita dan keluarga kecil kita!" jawab Zakri sambil mengambil alih gendongan Furqan dari Aliya.
"Kapan Mas membeli nya?" tanya Aliya lagi, sambil memberikan alih gendongan Furqan ke Zakri.
"Sudah lama Sayang!" jawab Zakri tenang.
"Ekhemm.... jadi sekarang Kak Aliya dan Bang Zakri sudah mengganti panggilan nya dengan sayang-sayangan yah??" tanya Fanya yang menggoda kedua pengantin baru itu, dengan menekankan kata sayang.
__ADS_1
"Kamu sih Mas!!" ucap Aliya dengan raut wajah yang sudah merona sambil menyenggol lengan Zakri.
"Gapapa sayang! kan sudah halal, biarkan saja tuh si Fanya yang iri karena melihat kemesraan kita" kata Zakri yang semakin membuat Aliya malu.
Setelah Zakri dan Aliya sudah selesai menyusun barang-barang nya yang akan mereka bawa ke Rumah baru nya, mereka lalu berpamitan kepada kedua orang tua Zakri.
"Jaga istri dan anak mu Zak!! jangan sampai kamu membuat kesalahan yang akan membuat mu menyesal di kemudian hari!" ucap Abi nya Zakri memberikan peringatan kepada putra nya.
Apakah Mas Zefan sekarang sudah menyesal setelah kepergian aku?
Tidak mungkin! pasti Mas Zefan sekarang sudah berbahagia dengan Bilqist, wanita yang sangat ia cintai.
"Zakri akan selalu menjaga Istri dan anak Zakri Bi! walau sampai menyangkut kematian Zakri! Zakri tidak akan menyia-nyiakan orang yang sudah dari lama Zakri kagumi! Zakri akan selalu membahagiakan Aliya dan anak kita nanti nya Bi" jawab Zakri tegas mantap.
Semoga Mas Zakri adalah jodoh yang sudah Allah berikan kepada hamba.
"Iya Mi! doakan hubungan kami langgeng terus sampai ke dunia yang ke dua nanti Mi" jawab Zakri yang di dukung oleh anggukan dari Aliya.
Mereka pun lalu berpisah, Zakri dan Aliya sudah berangkat meninggalkan Rumah orang tua nya Zakri tersebut.
***
Tampak seorang pria yang sudah terkapar di lantai kamar nya. Ia benar-benar menyesal karena sudah kehilangan wanita yang sangat berarti di hidup nya.
Pria tersebut yang tak lain adalah Zefan, ia sudah mengetahui penyebab kecelakaan yang terjadi dengan Bilqist melalui orang suruhan nya. Zefan terpaksa meminta bantuan kepada Andra (sahabat nya) untuk membantu nya, agar mencari tau akar masalah dari kecelakaan yang di alami oleh Bilqist tersebut.
__ADS_1
Awal nya Andra yang mendengar cerita dari Zefan yang mengatakan kalau ia sudah bercerai dengan Aliya karena hadir nya Bilqist membuat Andra langsung menghadiahi Zefan dengan pukulan nya, Andra benar-benar sangat marah dengan Zefan yang kembali mengulangi menyakiti hati Aliya (wanita yang pernah ada di hati nya).
"Dasar lelaki bia***!! sekarang saja sudah kehilangan baru kamu menyesal!! kemarin-kemarin kemana saja Ha!! aku kan sudah pernah bilang sama kamu Zeff!! jika sekali lagi kamu menyakiti Aliya!! aku akan merebut Aliya dan membahagiakan nya dengan cara ku sendiri!! aku tidak peduli lagi dengan status kita yang bersahabat!!" itulah yang di ucapkan oleh Andra sewaktu ia menghajar Zefan habis-habisan.
Untung saja Andra memiliki sifat yang sudah sangat dewasa, sehingga ia memilih untuk berhenti menghajar Zefan yang sudah terkulai lemas di lantai. Ia lalu menyuruh Zefan untuk menceritakan semua yang sudah terjadi antara diri nya dan Aliya.
Zefan pun lalu menceritakan dari mulai Bilqist yang mengatakan kalau diri nya mengidap penyakit kanker darah stadium akhir, Bilqist yang meminta nya untuk menemani nya pergi ke Pantai, menemani nya pergi berobat, menceritakan ucapan Bilqist yang seakan-akan membuat ia sangat bersalah kepada Bilqist karena sudah mengingkari janji nya di masa lalu, dan kecelakaan yang terjadi dengan Bilqist yang kata nya adalah rencana Aliya yang ingin membalaskan dendam nya kepada Bilqist karena iri melihat kebersamaan nya dengan Zefan.
Andra pun akhir nya merasa iba kepada Zefan, ia merasa kasihan terhadap Zefan yang seperti nya juga menjadi korban dari busuk nya Bilqist. Membuat Andra akhirnya mau membantu Zefan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan yang terjadi dengan Aliya. Dan setelah itu Andra pun menyuruh seseorang yang sudah sangat andal dalam menyelidiki sesuatu, untuk menyelidiki kecelakaan yang terjadi dengan Bilqist tersebut. Dan ketika mereka sudah mendapatkan kabar dari orang suruhan nya itu, yang menyatakan kalau kecelakaan itu terjadi karena Bilqist yang menyewa seseorang untuk membuat kecelakaan itu sendiri. Zefan pun yang sudah mengetahui hal tersebut langsung meminta izin untuk kembali ke rumah nya.
Mengetahui kalau yang menjadi penyebab dari kecelakaan Bilqist tersebut adalah ulah dari Bilqist sendiri, membuat Zefan benar-benar sangat marah, ia rasa nya sudah sangat ingin untuk menghabisi Bilqist sekarang itu juga. Namun, Bilqist sekarang sudah tak terlihat, ia seperti sudah di telan bumi. Handphone nya juga sudah tidak pernah aktif lagi, membuat Zefan sangat susah untuk menghubungi nya.
***
Hadir lagi dunksss...
Like👍
Favorit❤
Komen📩
Hadiah🎁
Vote 🖤
__ADS_1
...T..... b..... c.... ...