
Masih di restoran mewah tersebut, mereka terus bercanda ria, mengungkit kisah mereka sewaktu dulu masih di SMA, sambil dihiasi ucapan-ucapan cedal dari anak panti yang ada disana. Mereka masih menunggu kedatangan abang nya Aliya beserta sahabat nya Aldo yang belum datang karena urusan kantor nya, dan tak lupa juga Aska mengundang Fauziah untuk datang kesana.
Tak selang beberapa lama, bang Aldo dan Fauzan, sahabat nya Aldo pun tiba di sana.
"Assalamu'alaikum" ucap Aldo dan Fauzan barengan.
"Waalaikumsalam" jawab Aliya dan rombongan nya.
"Maaf, kami baru datang, soal nya pekerjaan kami baru saja selesai" kata Aldo sambil mendudukkan bokong nya di sebuah kursi yang ada disana.
"Iyah tidak apa-apa bang, kami semua faham kok" jawab Aliya.
"Eh, bang Fauzan kenapa masih berdiri, silahkan duduk bang" kata Aliya mempersilahkan Fauzan untuk duduk.
"Oh iya, bang Fauzan belum kenal yah sama sahabat aku, ini nama nya Anggi, yang ini nama nya Angga, yang ini Andra, dan yang ini Aska. Kalau sama mas Zefan pasti bang Fauzan sudah kenal bukan??"kata Aliya sambil menunjuk ke arah mereka yang disebutkan nama nya, tak lupa dengan candaan Aliya di akhir ucapan nya.
Tetapi yang di ajak berbicara hanya bengong, tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Aliya, pandangan nya masih tertuju kepada seorang perempuan yang kata Aliya adalah sahabat nya.
DEGGG.... Jantung Anggi dan Fauzan berdetak tak karuan.
...Flashback Start..... ...
Malam pun telah tiba, kini rombongan rekan kerja ayah nya Anggi dan Angga telah tiba di kediaman rumah nya. Mereka pun bertutur sapa dahulu, dan dilanjutkan oleh makan malam bersama.
"Ah iya, dimana putri mu? sedari tadi saya tidak melihat nya, apakah ia sangat takut untuk menerima perjodohan ini??" tanya teman kerja nya itu kepada ayah Anggi.
"Tidak, dia hanya sedikit malu, Angga!! panggilkan adik mu kesini sekarang!" suruh ayah nya kepada Angga.
Angga pun segera pergi menuju ke kamar adik nya itu.
"Dek, kamu disuruh turun sama ayah, cepat gak pake lambat" kata Angga dari depan pintu kamar Anggi.
"Ah, iya kak, ini Anggi mau keluar kok" sahut Anggi dari dalam kamar nya.
__ADS_1
Angga dan Anggi pun turun ke meja makan, Anggi yang sangat takut dan gugup hanya menundukkan kepala nya saja.
"Anggi, kenapa kamu menunduk seperti itu nak? kalau ketabrak gimana? sekarang salim kepada Om dan Tante sayang" kata mama Anggi dengan lembut nya.
"Assalamu'alaikum, Om, Tante" kata Anggi sambil menyalami perempuan paruh baya tersebut, dan hanya mengatupkan tangan nya ketika arah pandangan nya ke kedua tamu pria nya itu.
"Ya Allah, apa benar dia yang dijodohkan sama hamba? jika benar, dia sangat tidak pantas untuk hamba yang hanya dibawah standar nya" batin Anggi dalam hati nya, tag begitulah Anggi, walaupun kini ia telah berhijab dan bercadar, namun kecerewetan nya belum berkurang sedikit pun.
"Waalaikumsalam nak" jawab kedua orang paruh baya tersebut.
"Waalaikumsalam" jawab datar lelaki yang akan dijodohkan oleh Anggi tersebut.
"Nih cewe kenapa bisa mirip seperti Aliya yah? atau hanya karena aku terlalu memikirkan Aliya saja, sampai-sampai cewe ini aku bilang mirip dengan nya. Benar-benar yah, Abi sama Umi ini!! mentang-mentang anak nya suka dengan perempuan bercadar, eh beneran dijodohin sama perempuan yang memakai cadar, ckckck" umpat Fauzan dalam hati.
Yah, cowo yang akan dijodohkan sama Anggi adalah Fauzan, sahabat nya Aldo. Orang tua Fauzan yang hari itu mengetahui kalau anak nya menyukai istri dari suami orang, segera cepat-cepat mencarikan pasangan untuk putra nya itu, ia mencarikan perempuan yang benar-benar dengan kriteria nya Fauzan, mereka tidak mau kalau putra nya menjadi perebut istri orang.
"Fauzan, Anggi, kalian sudah tau kan tujuan kami mempertemukan kalian?"
Mereka yang di sebut nama nya itu hanya mengangguk lemah.
"Hemm,om kedatangan saya kesini, ingin melamar anak om untuk menjadi pendamping hidup saya, apakah om bersedia menerima lamaran saya?" ucap Fauzan dengan sedikit bergetar.
"Semua nya saya serahkan kepada putri saya, Anggi apakah kamu mau menerima Fauzan untuk menjadi imam mu?" kini Anggi yang menjadi pusat perhatian semua nya.
Anggi pun mengangguk pelan. "Iya, saya terima lamaran kamu" kata Anggi lembut.
Semua yang mendengar jawaban dari Anggi membuang nafas nya lega.
"Sekarang kamu boleh melihat wajah anak saya, jikalau kamu tidak suka dengan diri nya kamu tetap tidak bisa menggagalkan lamaran ini, karena bagaimana pun kalian sudah kami jodoh kan. Jadi walaupun diantara kalian ada yang menolak, itu tidak akan pernah untuk menghentikan perjodohan ini" ujar Ayah Anggi dengan santai nya.
Fauzan pun mendekat ke arah Anggi, seketika pandangan mereka bertemu, namun segera cepat mereka membuang pandangan nya.
Anggi pun dengan cepat segera melepas cadar yang dikenakan nya tersebut.
__ADS_1
Fauzan yang melihat wajah Anggi ingin tertawa sekencang-kencang nya, orang tua mereka dan Angga pun kebingungan melihat wajah Fauzan yang ingin tertawa tetapi di tahan itu, mereka pun lalu segera melihat wajah Anggi, alangkah kaget nya mereka ketika melihat wajah Anggi yang banyak terdapat coret-coretan lipstik berwarna merah.
"Anggi, apa yang terjadi dengan wajah mu nak? kenapa wajah mu banyak coretan lipstik nya??" kata ibu Anggi dengan kaget nya.
"Emang kenapa dengan wajah Anggi??" tanya Anggi dengan bego nya.
"Astagfirullah" Anggi menepuk jidat nya pelan. Sekarang ia baru ingat kenapa semua orang disana kaget melihat wajah nya, rupa nya ia tadi sengaja mencoret-coret muka nya dengan lipstik mengikuti saran dari Angga, saudara kembar nya. Yang kata nya bisa untuk menggagalkan perjodohan itu, namun bukan kegagalan yang di dapat kan nya, melainkan rasa malu setengah mati, ia pun merutuki kebodohan nya, yang mau mengikuti ide konyol dari saudara kembar nya itu.
"Anggi jawab!! kenapa wajah mu bisa seperti itu??" tanya ayah Anggi.
"Emm... it.. itu.. yah.. wajah Anggi kayak gini... emmm.. " Anggi pun menceritakan tentang ide konyol abang nya itu, kepada semua orang yang ada disana.
"ANGGA!!!!"
Setelah perundingan itu, diputuskan lah bahwa Fauzan dan Anggi akan menikah 2 minggu lagi, di karenakan Fauzan yang masih ada proyek besar di kantor nya.
...Flashback Finish.......
Anggi pun yang mengenai muka Fauzan yang notabene nya adalah calon suami nya itu hanya menyembunyikan wajah nya yang sudah memerah karena mengingat kejadian kala itu.
Mereka mengobrol dengan senang nya, namun tidak dengan Aska, ia masih menantikan pujaan hati nya yang belum sampai juga di sana.
Tak menunggu beberapa menit, datang lah seorang wanita dengan bayi yang di gendongan nya datang menghampiri mereka semua.
"Assalamu'alaikum, maaf saya terlambat" ujar wanita tersebut.
"FAUZIAH!!"
...***...
Like👍
Komen📩
__ADS_1
... To back continue... ...