Dimana Kesalahanku??

Dimana Kesalahanku??
85


__ADS_3

"Assalamu'alaikum Pa, Ma, Anak Ayah dan Calon Ibu untuk Anak-anakku?"


Seorang pria dengan pakaian jubah berwarna merah maroon berdiri tegap sambil menampilkan senyum manis nya.


" Zefan!"


"Zefan"


"Mas Zefan!"


Aliya, Papa dan Mama Zefan benar-benar sangat tercengang melihat penampilan Zefan yang jauh berbeda dengan tampilan biasanya.


"Iyah ini aku, Zefanya Raka Aditama. Kenapa pada liatin aku kayak gitu? ada yang aneh yah sama aku?" Tanya Zefan sambil meneliti dirinya sendiri dari mulai ujung kaki nya, sampai kedua tangan dilanjutkan dengan mengecek hidung, telinga dan kepalanya.


"ADA!!" Jawab mereka bertiga kompakan.


"Hah!! apa??" Kali ini gantian Zefan yang benar-benar tercengang karena jawaban kompak dari tiga orang lawan bicara nya itu.


"Nda.... Dik nya mpon" (Bunda, Adiknya ngompol). Suara Keandra langsung membuat mereka tersadar dari keterkejutan akan penampilan Zefan.


"Ehh, astagfirullah" Aliya yang sudah tersadar langsung memeriksa Kiara untuk langsung mengganti celana nya


"Halo putri kecil Ayah. Udah sehat kan? maaf yah, Ayah baru bisa datang kesini. Ayah kemarin benar-benar sangat sibuk mengurus perusahaan, juga mengurus diri Ayah supaya benar-benar menjadi lelaki yang pantas untuk calon Bunda kamu".

__ADS_1


"Maksud kamu Zef?" Tanya Mamanya begitu penasaran.


"Aku mau memperbaiki diriku Ma. Setelah benar-benar aku merasa lebih baik, baru aku berani datang kembali kesini sekalian mau langsung melamar wanita yang akan menjadi istri ku juga Bunda untuk Kiara Ma! "


"Siapa wanita itu Zef? kapan kamu mengenalnya? apakah dia baik? apa dia benar-benar bisa menerima Kiara dan akan menyayangi Kiara nantinya?" Kali ini papa nya yang melontarkan beruntun pertanyaan ke Zefan.


Sedangkan Aliya yang menjadi pendengar hanya berani tutup mulut, walaupun sebenarnya ia juga sangat penasaran akan wanita yang mau dilamar oleh Zefan.


'Kenapa dia dulu mengajak aku untuk menikah dengan nya, jika dirinya mempunyai wanita yang menjadi pilihan nya?' Pikiran Aliya tiba-tiba penuh dengan pertanyaan seperti itu.


"Mau tau aja, atau mau tau banget?". Tanya Zefan yang langsung mendapat pukulan keras dari Mamanya.


Plak....


"Bukan nya buruan di jawab! malah mau bercanda pulak kamu" Ucap Mama nya selesai memukul keras tangan Zefan.


"Enak kan? mau lagi?" Tantang Mamanya yang sama sekali tidak merasa bersalah karena membuat anaknya meringis kesakitan.


"Ma!! Zeff!! sudah jangan bertengkar lagi!!" Papa nya memperingati.


"Mama deluan Pa!!"


"Zefan deluan Pa!!"

__ADS_1


'Mama!!'


'Kamu!!'


'Mama!!'


'Kamu!!'


"CETOPPPP!!!, jan beyitik. Enti Dik ku ngun" (Stopp!!! jangan berisik, nanti adikku bangun).


Hebat kamu Kean, dari tadi menjadi penengah dari orang-orang dewasa yang bersitegang itu.


"Maaf" Zefan dan Mama nya langsung ngucapin kata maaf ke Keandra, membuat Aliya dan Papa Zefan ingin terbahak namun sekuat mungkin langsung mereka tahan.


Keandra hanya menganggukkan kepala nya saja, mungkin pertanda kalau bocah cilik itu sudah memaafkan Zefan dan juga Mamanya Zefan.


"Sudah cepat kasih tau siapa wanita yang mau kamu lamar itu!!! " Desak mama nya.


"Wanita itu sudah benar-benar Papa dan Mama kenali. Dia wanita yang shalehah juga cantik. Sebelum aku pergi, aku sudah mencoba untuk mengajak dia menikah. Namun, dia menolak aku dengan alasan masa iddah nya yang baru saja selesai. Karena itu mangkanya aku berlama-lama disana supaya untuk lebih memperbaiki diri, juga supaya dia nantinya bisa nerima aku, kan udah lama tuh lewat masa iddah nya dia"


Jawaban Zefan itu membuat wanita cantik yang sedari tadi hanya menjadi pendengar, tiba-tiba saja langsung merasakan hawa yang panas, jantung nya langsung berdetak lebih kencang dari biasanya, darah nya berdesir hebat, pipinya merah merona.


...***...

__ADS_1


Yuk mohon dukungannya, tinggalin jejak dengan cara LIKE, KOMEN dan VOTE.


HADIAH juga boleh Hehehe


__ADS_2