Dimana Kesalahanku??

Dimana Kesalahanku??
32


__ADS_3

"Kenapa kamu bisa ada disini??" tanya Zefan dengan memicingkan mata nya sebelah.


Aliya hanya menganggukkan kepala nya.


"Oke, dan pertanyaan macam apa itu??" tanya balik Zefan lagi.


"Yah jelas, aku mau menjemput istri aku yang sudah kabur selama seminggu lebih" jawab Zefan dengan gaya songong nya.


Sedangkan Andra dan Aska hanya melihat mereka dari kejauhan, mereka membiarkan Zefan dan Aliya untuk menyele masalah nya berdua.


"Sudah lah mas, kan sudah aku katakan sebelum nya, kamu tidak perlu untuk mencari keberadaan aku. Bukan nya kamu malah senang yah kalau aku pergi dari hidup kamu? Aku juga sudah mengurus surat perceraian kita, jadi sebentar lagi kita akan resmi berpisah, biar kamu lebih cepat untuk bisa menikahi kekasih kamu itu mas. Soal bayi yang ada di perut aku, tidak usah kamu fikirkan. Aku gapapa kalau kamu tidak mau bertanggung jawab atas anak ini, karena yang aku yakin aku bisa mengurus ANAKKU sendiri, aku bisa menjadi ibu sekaligus AYAH untuk anakku" jelas Aliya panjang lebar, walaupun dia mengatakan itu, namun di dalam hati nya, ia benar-benar sangat rapuh. Ia juga sengaja menekankan kata-kata nya agar Zefan merasa tersindir.


Di dalam hati Zefan, ia membenarkan semua perkataan Aliya barusan. Ia merasakan sakit yang teramat sakit, saat Aliya mengatakan bayi yang di perut nya itu hanya anak dia. Sekarang Zefan telah ingat, bahwa dulu dia yang meminta Aliya untuk mengandung, agar di rumah nya lebih terasa lengkap lagi dengan kehadiran seorang anak. Namun ketika Aliya sudah mengandung, dengan mudah nya Zefan tidak mau menganggap anak Aliya, itu adalah anak nya, ia malah mengeluarkan kata-kata yang amat menyakitkan untuk Aliya.


"Liyy, aku minta maaf yang sebesar-besarnya, aku menyesal Liyy, aku kemarin dibutakan oleh kenangan masa lalu aku Liyy, aku mau kita membesarkan anak kita bersama Liyy, aku mau menebus semua kesalahan aku padamu Liyy, apapun kemauan mu semua nya aku lakukan Liyy, asal kamu mau memafkan aku" kata Zefan, yang kini air mata nya sudah mengalir di pipi nya.


Aliya yang melihat Zefan menangis, benar-benar tidak percaya, Aliya memandangi Zefan dengan lirikan yang menusuk ke dalam mata Zefan. Aliya dapat melihat benar-benar ada nya penyesalan di dalam diri Zefan.


"Ternyata rumah tangga mu tidak mencapai kebahagiaan Al, aku tidak rela melihat kamu disakiti oleh seorang laki-laki Al, aku akan membantu mu untuk segera terlepas dari kehidupan laki-laki tersebut. Aku akan memperjuangkan mu di sepertiga malam ku" kata seseorang yang sedari tadi mendengarkan obrolan Aliya dan Zefan.


"Bagaimana dengan nasib kekasih mu??" tanya Aliya memancing Zefan.


"Aku sudah memutuskan hubungan ku dengan nya, aku sudah memilih untuk memperbaiki hubungan ku dengan mu Liyy, aku mau kita hidup bersama lagi Liyy, aku mau mengulang semua nya dengan mu Liyy, apapun itu Liyy, aku mau menuruti kemauan mu yang terpenting kamu mau memaafkan aku"jawab Zefan dengan semangat


"Kamu beneran mau aku maafin mas??" tanya Aliya takut.

__ADS_1


"Iyah Liyy, aku benar-benar butuh permaafan mu untuk menebus semua kesalahan aku"mohon Zefan.


"Kalau begitu MARI KITA BERCERAI"


...+#+#+...


Seorang wanita berhijab hitam, dengan cadar senada yang menutupi wajah cantik nya, terlihat sedang gelisah. Perempuan tersebut sedang memikirkan rencana perjodohan diri nya dan anak rekan bisnis ayah nya, yang di rencakan oleh kedua orang tua mereka.Perempuan tersebut ialah Anggi Navina, sahabat terdekat Aliya.


Ia bukan nya ingin menentang kehendak sang ayah, tetapi ia hanya takut nasib pernikahan nya akan sama dengan Aliya, karena menikah bukan atas kehendak cinta, melainkan atas sebuah perjodohan yang diatu oleh orang tua nya.


Yaps, sekarang Anggi sudah menutupi wajah nya dengan memakai cadar, ia benar-benar sangat beruntung bisa memiliki sahabat seperti Aliya, yang bisa merubah hidup nya menjadi terarah. Karena dorongan dari Aliya juga yang membuat ia sudah memakai hijab dan kini ia malah sudah memakai cadar.


Di tengah ke gelisahan nya, datang lah seorang pria, yang notabene nya adalah saudara kembar nya.


"Hem, iya bang bener, aku takut bang, bagaimana nanti kalau yang di jodohkan dengan ku orang nya sama seperti suami nya Aliya?? aku takut nasib ku seperti Aliya bang, mungkin Aliya adalah wanita yang kuat bang, tapi tidak dengan ku, aku mana bisa setegar Aliya menghadapi rintangan yang amat berat itu" jawab Anggi sedih.


"Kamu belum menikah saja, sudah berpikiran melayang-layang kesana, aturan nih yah, kamu tuh berdoa yang baik-baik saja, bukan malah mikirin yang nggak-nggak kayak gitu" jelas Angga dengan sewot nya.


"Tapi aku aneh dengan ayah bang, padahal nih yah, kan kamu yang paling tua, kenapa bisa aku deluan yang disuruh menikah?? Apa kamu tidak takut bang lama mendapat jodoh karena aku langkahi?" tanya Anggi dengan lugu nya.


Mendengar perkataan adik nya itu, membuat Angga memukul kepala adik nya dengan pena yang ada disana.


Tukk... pena tersebut mendarat di kepala Anggi.


"Aduhh.. sakit tau" kesal Anggi sambil mencibir kan bibir nya.

__ADS_1


"Mangkanya kalau mau ngomong itu dipikirin dulu, jangan asal lurus terus gaada belok-belok nya. Lagian pun yah, umur kita kan sama, kita di lahir kan di hari yang sama, bulan yang sama dan tahun yang sama, walaupun hanya menit yang berbeda, jadi itu tidak ada sangkut paut nya, kalau soal jodoh aku, nanti juga datang sendiri kalau sudah waktu nya" kata Angga menjelaskan.


"Iyain biar senang" kesal Anggi.


"Yaudah kalau begitu, sekarang kamu siap-siap gih, calon mu bentar lagi sudah mau datang. Abang kasih saran nih yah, kalau kamu mau perjodohan ini batal, nanti kamu harus dandan sejelek-jeleknya, jadi ketika dia membuka cadar mu, dia langsung menolak mentah-mentah perjodohan itu" kata Angga memprovokasi adik nya.


"Eh benar juga yah saran abang, jadi kalau dia liat muka aku jelek, pasti dia langsung membatalkan rencana perjodohan ini, jadi aku terbebas deh" kata Anggi yang langsung senang dengan ide gila abang nya itu.


Angga di buat melongo dengan jawaban dan ekspresi adik nya yang terlihat sangat senang dengan ide nya tersebut, padahal kan ia memberikan ide itu hanya untuk membuat adik nya tidak terlalu gelisah, tak disangka ide nya tersebut malah di benarkan oleh adik nya.


"Terima kasih atas saran nya bang" Kata Anggi langsung memeluk Angga.


"HAH"


...***...


Warning:


Maaf ya kalau cerita nya tidak menujukan untuk Zefan dan Aliya saja, soalnya aku mau bikin semua pemain di novel ini ikut berperan juga. Jadi istilahnya novel ini tidak hanya untuk Zefan dan Aliya, tetapi juga untuk semua pemain di novel ini.


Like👍


Komen📩


...To back continue......

__ADS_1


__ADS_2