Dimana Kesalahanku??

Dimana Kesalahanku??
18


__ADS_3

Sebelum membaca part ini di sarankan kepada para readers untuk menyiapkan tisu terlebih dahulu. Oke Happy Reading.....


Setelah pingsan beberapa lama, akhirnya Aliya terbangun dan langsung segera dipindahkan ke ruang inap.


"Apa sudah mendingan??" tanya Zefan.


"Hemm Iyah sudah lumayan kok" balas Aliya tersenyum, ia sedikit bahagia karena melihat suaminya masih perduli dengan nya.


"Oh bagus lah. Oh iya saya mau tanya kenapa kamu bisa hamil??" Tanya Zefan dingin.


Aliya yang mendengar pertanyaan aneh dari suami nya itu pun langsung mengerutkan kening nya pertanda ia bingung.


"Maksud kamu apa mas??" tanya balik Aliya


"Kamu ini bodoh atau pura-pura bodoh sih,, aku tanya kenapa kamu bisa hamil??" pertanyaan ambigu itu pun lolos lagi dari mulut Zefan.


"Aneh kamu yah mas... jelas aku bisa hamil lah, aku kan punya suami" jawab Aliya


"Hem iya benar sih kata kamu, tapi kamu kenapa tidak mencegah nya?? kamu kan bisa minum obat anti kehamilan dulu, kamu gak mikir yah!! umur kita itu masih muda!!! masak Iyah kamu mau jadi orang tua secepat ini??"


Aliya yang mendengar perkataan suami nya langsung terhenyak, sakit di dadanya itu yang dirasakan nya sekarang.


"Aku gak mau mencegah nya mas!! kamu gak lihat orang diluaran sana?? banyak yang menginginkan seorang anak!! Malah kamu mau menyia-nyiakan kedatangan seorang anak dengan menunda kehamilan!!" Tegas Aliya.


Mendengar perkataan istri nya dengan suara yang terdengar tinggi, emosi Zefan pun meluap kembali.

__ADS_1


"Ku beri tau sama kamu!! Aku tidak ingin punya anak secepat ini!! Aku masih mau menikmati masa muda ku, dan sebenarnya aku juga mau menceraikan kamu, tapi karena kamu sekarang sedang hamil!! Makin membuat aku lama lagi harus menceraikan mu, setelah kamu melahirkan maka aku akan langsung segera menyeraikan mu.. kamu ingat itu baik-baik, karena yang aku cintai itu hanyalah Bilqist, dia yang pantas untuk jadi istri dan ibu untuk anak-anak ku nanti!!"


Hati Aliya seraya hancur berkeping-keping mendengar penuturan suami nya itu. Niat memberikan kabar gembira kepada suami nya karena ia sekarang sedang hamil, malah ia yang diberikan hadiah teramat menyakitkan dengan perkataan suaminya itu.


Pupus sudah harapannya, namun Aliya tidak mau berhenti disitu aja. Ia masih lumayan memiliki waktu yang lama untuk membuka pintu hati suaminya, ia akan selalu ingat akan pesan bunda nya, jika sampai nanti perjuangan nya hanya sia-sia, Aliya akan ikhlas melepaskan Zefan untuk pergi dari hidup nya.


Karena tak kunjung menerima jawaban dari sang istri, Zefan pun angkat bicara lagi.


"Karena saya tidak menginginkan anak itu, kalau kamu tidak ingin menggugurkan nya, terserah!!! yang terpenting saya tidak akan pernah menganggap itu anak saya!! Karena yang saya mau, ibu dari anak-anak ku nanti yaitu Bilqist bukan kamu ataupun orang lain!!! Yasudah kalau gitu aku mau pergi dulu cari makanan, abang kamu tadi izin pergi ke Kantor nya, dan sebentar lagi akan kembali, saya pergi dulu"


Setelah mengatakan itu, Zefan pun segera keluar meninggalkan Aliya didalam ruangan nya sendirian.


Dan setelah kepergian suami nya itu, tangis Aliya pun pecah Sekuat-kuatnya, bahkan sampai membasahi cadar nya.


"Yaallah apa salah ku kepada mas Zefan?? Kenapa dia tidak pernah menganggap ku ada sedikit saja??? Hiksss... Hikssss... Dimana kesalahan ku sama dia?? Dimana letak kesalahan aku di diri nya??? Hiksss... Kenapa ia tidak pernah mau nerima aku ada di hidupnya?? Bahkan darah daging dia dari aku pun dia tidak mau nerima nya??" Tangis Aliya histeris.


Tidak di sadari Aliya, dari pintu luar kamar nya ternyata Aldo mendengarkan semua keluh kesah adik nya itu.


Ternyata benar dugaan Aldo tadi, bahwa suami adik nya tidak senang dengan kehadiran bayi tersebut.


Aldo pun lalu masuk ke dalam kamar aliya untuk menenangkan adik nya itu.


"Assalamu'alaikum dek" Ucap Aldo ketika masuk ke ruangan aliya.


Dengan cepat Aliya pun langsung mengusap air mata nya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam abang" balas Aliya mencoba untuk tegar di hadapan abang nya.


"Kamu menangis dekk?? siapa yang membuat adik kesayangan abang menangis?? beri tau sama abang dek??" kata Aldo sambil mengusap kepala adiknya.


"Hemm aliya gak nangis kok bang. Aliya cuma kangen sama ayah dan bunda" Elak Aliya


"Kamu mungkin bisa membohongi orang lain dek, tapi tidak untuk abang!! Kita sedarah dek, tidak mudah kamu untuk bisa membohongi abang, walaupun kamu tidak mau memberi tahu sama abang,, Tadi abang sudah mendengar semua nya, jadi abang sekarang sudah tidak perlu mendengar penjelasan kamu" Aliya yang mendengar itu pun langsung memeluk abang nya dan mengeluarkan tangisan nya kembali.


"Abangggg...... hiksss... hikss.... kenapa hidup adek jadi seperti ini bang?? Apa salah adik ke mas Zefan?? kenapa mas Zefan tidak pernah nerima adek di kehidupan nya?? bahkan ia juga tidak mau menerima anak yang dikandung adek bangg.... Hiksss... Hikss... " kata Aliya terisak-isak.


"Kurang ajar kamu Zefan, liat saja kamu pasti nanti akan menyesal karena telah menyakiti orang seperti Aliya!!! Lihat saja karma nanti yang akan membalas perbuatan mu!" marah Aldo dalam hati.


"Kamu tenang yah dek, ada abang yang akan selalu ada disisi kamu dan ponakan abang, kamu gak boleh bersedih terus,, kasihan nanti bayi yang di dalam perut kamu,,, nanti dia ikut bersedih karena Bunda nya menangis terus menerus" Canda Aldo


"Hehe benar juga kata abang yah" Aliya pun langsung tertawa di dalam pelukan abang nya.


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Babayyy πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


Aku ngetik nya sambil terisak juga πŸ˜‚πŸ˜‚


Ga tega lihat aliya nangis terus sebenarnya.


LikeπŸ‘

__ADS_1


Komen jugaπŸ“©


...To back continue... ...


__ADS_2