Dimana Kesalahanku??

Dimana Kesalahanku??
26


__ADS_3

Setelah melaksanakan Shalat subuh, Zefan, Andra dan Aska pun langsung bersiap-siap untuk mencari Aliya. Rumah yang pertama akan mereka datengin adalah rumah abang nya aliya. Karena feeling mereka bertiga menyatakan bahwa Aliya sedang berada disana.


Dimana lagi coba kalau bukan di rumah abang nya?? Sedangkan Aliya sudah tidak mempunyai saudara lain. Begitulah pikiran orang itu.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, mobil mereka pun sampai di kediaman abang nya Aliya. Setelah meminta izin kepada satpam disitu, mereka pun lalu segera menemui Aldo.


Aldo yang di dalam rumah pun heran karena ada mobil yang datang ke rumah nya pagi-pagi buta. Ia dengan cepat segera menemui tamu yang datang ke rumah nya itu.


"Assalamu'alaikum" Ucap Zefan, Andra dan Aska berbarengan.


"Waalaikumsalam" jawab Aldo, sambil membuka pintu rumah nya.


Aldo mengerutkan kening nya pertanda heran dengan kedatangan tamu nya yang notabene nya adalah adik ipar nya.


"Mau apa mereka kesini pagi-pagi buta" tanya Aldo dalam hati.


"Ada perihal apa kalian datang ke rumah ku??" tanya Aldo deluan.


"Emmm... kam... kami.. kesini mau jemput aliya bang.. " bukan Zefan yang menjawab, tetapi Aska.


"Aliya??" Beo Aldo


"Iyah bang, Aliya adik kandung abang sendiri masak Iyah sampai lupa" jawab Aska. Mendengar jawaban dari sahabat nya itu, Andra pun lalu menyikut tangan Aska, dengan tatapan 'Sutt, jaga sikap', Aska pun yang mengerti kode itu langsung terdiam.


"Begini bang, kedatangan kami kesini memang benar ingin mencari aliya, Karena aliya tadi malam kabur dari rumah dan tebakan kami pasti aliya kembali ke rumah abang" jawab Zefan akhirnya.


Mendengar kata 'Aliya kabur' membuat Aldo naik pitam.


"APA-APAAN KAMU!! KENAPA KAMU BIARKAN ADIK AKU KABUR!! KAMU APAKAN DIA, SAMPAI DIA BERANI KABUR DARIMU??" teriak Aldo marah, ia tidak peduli lagi akan teriakan nya yang nanti nya akan terdengar oleh tetangga-tetangga nya.


"Dan yang perlu kalian bertiga tau!! Aliya dari semalam tidak pernah datang kerumah ini" Lanjut Aldo dengan emosi, dia benar-benar cemas dengan adik nya, pasal nya adik nya itu juga sedang mengandung.


DEGGG.... Zefan, Andra dan Aska pun kaget dengan jawaban dari Aldo, lantas kalau tidak ada dirumah Aldo kemana Aliya pergi nya?? Begitu benak orang itu.


Aldo yang sudah memiliki sikap dewasa, ia lebih memilih untuk tidak marah terhadap Zefan sekarang, yang lebih utama mereka harus cepat segera mencari keberadaan aliya sekarang ada dimana.


"Sekarang tidak waktu nya untuk saya marah-marah terhadap kamu" tunjuk Aldo ke Zefan dengan jari telunjuk nya.


"Sekarang ayo kita cari bersama dimana aliya berada sekarang!!" Lanjut Aldo

__ADS_1


Mereka bertiga pun mengangguk mengiyakan perkataan Aldo.


"Apa mungkin Aliya pergi kerumah nya Anggi yah??" ucap Andra berfikir


"Iya, mungkin benar!! karena yang kita tau kan, Aliya bersahabat dengan Anggi, yasudah ayo kita kerumah Anggi kalau begitu" Usul Zefan.


Mereka berempat lalu naik ke mobil Zefan, dengan Aska menjadi supir, Zefan duduk di bangku depan, Andra dan Aldo duduk di bangku belakang.


Aldo pun hanya mengikuti mereka bertiga, padahal hati kecil nya mengatakan kalau aliya tidak berada di rumah Anggi. Di dalam mobil, Aldo lalu mengecek HP ny. Ia seketika tersenyum ketika mendapat pesan dari orang yang membuat pikiran nya kacau balau, siapa lagi kalau bukan Aliya.


[Assalamu'alaikum bang, Abang jangan khawatir sama Aliya yah,, Aliya sekarang aman dan baik-baik saja, Aliya sekarang ada di rumah CALKAPAR aliya, nanti kalau mas Zefan mencari keberadaan aku, jangan di beri tahu yah bang, karena untuk saat ini aku sedang menenangkan diri, sampai mas Zefan benar-benar bisa berubah] Begitulah isi pesan Aliya kepada Aldo.


Andra yang berada di sebelah Aldo pun dapat melihat pesan dari Aliya tersebut, Bibir Aldo terangkat keatas menyunggingkan senyuman kecil. Ia juga sangat mendukung dengan apa yang dilakukan oleh Aliya tersebut, ia berharap Zefan akan benar-benar menyesal dan bisa merubah sikap nya kepada Aliya.


"Semoga dengan yang terjadi ini, lo akan merasa kehilangan Zeff,, dan semoga dengan kejadian ini juga lo bisa merubah sikap lo kepada Aliya Zeff" ucap Andra dalam hati nya.


...ΒΆΒΆΒΆ...


Di sebuah rumah terlihat lah satu keluarga yang sedang melakukan sarapan bersama nya. Mereka makan dengan hening, Sang kepala keluarga mereka menerapkan sistem 'Tidak boleh berbicara di meja makan', yah, mereka semua pun melaksanakan sistem tersebut.


Setelah selesai makan, mereka berkumpul di ruang keluarga rumah mereka. Sudah lumayan lama mereka tidak berkumpul seperti itu dikarenakan adanya kecelakaan yang terjadi dengan anak bungsu nya, yang membuat Mereka sangat membenci anak bungsu nya tersebut.


Hayoo ingat gak dengan kata 'AL-GHIFARI'??πŸ˜…πŸ˜‚


"Uwekk... Uwekk... " Terdengar suara tangisan bayi dari salah satu kamar.


"Ziah pamit ke kamar dulu yah abi, umi, abang" kata Fauziah berpamitan lembut.


"Silahkan nak, mungkin anak kamu ingin ikut berkumpul disini bareng-bareng" jawab abi nya dengan diiringi tawaan.


Fauziah pun lalu kekamar nya dan menggendong anak nya, membawanya ke ruangan keluarga nya.


"Ihh.. keponakan abang sudah bangunn.... Hayy cantikk.. Aduhh gemes nya" Ucap Fauzan sambil mencubit-cubit pipi bayi tersebut.


Author minta saran dong untuk nama bayi nya Fauziah, Author bingung mau kasih nama apaanπŸ˜‚πŸ˜‚


"Ishh uncle, janan di tubit-tubit pipi aku, nanti pipi aku kalo bengkak gimana??" Kata Fauziah dengan menirukan suara anak kecil yang sedang ngambek.


"Uluh-uluh, iyah deh uncle minta maap yah, Soalnya uncle gemes banget sama pipi gembul kamu" Kata Fauzan sambil mencubit lagi pipi bayi tersebut.

__ADS_1


"Ish katanya minta maaf, kok ini masih tubit-tubit pipi aku sih" kata Fauziah dengab suara anak kecil lagi, dan dibalas tawaan oleh Abi, Umi dan Abangnya.


"Oh iya Fauzan!! Kamu kapan akan menikah?? Kamu gak malu nanti bakalan jadi perjaka tua??" Tanya Abi sambil menatap ke arah Fauzan.


Fauzan yang tadinya tertawa, mendadak menjadi cemberut mendengar ejekan sang Abi.


"Aku belum menikah karena belum ada yang cocok sama aku Bi, Abi jangan meledek Fauzan dong!! walaupun perjaka tua, gini-gini Fauzan tetap ganteng loh" jawab Fauzan dengan pedenya.


"Kamu narsis sekali yah bang" kata Umi nya jengah.


"Yah gimana abang mau menikah!! Sedangkan abang sedang menunggu janda nya seorang wanita" Kata Fauziah ikut menimpali.


Abi nya yang tadi lagi meminum teh hangat, langsung tersedak mendengar penuturan anak bungsu nya itu.


"Uhukk... Uhukk... " Umi nya pun dengan cepat mengelus-ngelus punggung belakang suaminya.


"Pelan-pelan dong Bi, minumnya" kata Umi nya khawatir.


"Kamu sih dek, ngomong gak disaring!! Asal ceplas-ceplos aja" kesal Fauzan kepada Fauziah.


Fauziah yang melihat abang nya itu memasang wajah kesal nya, ia pun tertawa terbahak-bahak.


"Ziah!! Coba kamu jelaskan apa maksud perkataan kamu yang tadi" Fauzan yang mendengar pertanyaan Abi nya itu pun terlihat cemas. Pasalnya ia tau kalau adik nya sudah berbicara, nanti arah nya entah kemana-mana.


"Begini Abi, Umi, Abang Fauzan itu mempunyai sahabat, terus sahabat nya itu mempunyai adik perempuan yang cantik, shalehah plus pake cadar lagi, seperti yang diidam-idamkan abang lah selama ini. Jadi abang itu naksir sama perempuan itu, dan masalah nya perempuan itu sudah menikah, namun sebentar lagi akan bercerai karena suami nya itu mau menikah dengan mantan kekasih nya dulu" Cerita Fauziah dengan panjang lebar.


"Benar itu Fauzan??" Tanya sang Abi dengan tegas, ia bukan nya tidak merestui, tetapi ia hanya takut anak nya akan dituduh menjadi perebut istri orang.


"Iyah Abi, Umi!! benar yang dikatakan oleh Fauziah barusan, Fauzan akan menunggu dia pisah sama suaminya dan Fauzan akan segera menikahi nya, karena Fauzan sangat sakit melihat perlakuan suami nya itu terhadap dia" Fauzan menjawab dengan mantap.


Abi, Umi dan Fauziah yang mendengar itu pun hanya melongo, Mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Fauzan tersebut.


...πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€...


Babayy πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


Like πŸ‘


And Comen πŸ“©

__ADS_1


...To back continue......


__ADS_2