
Matahari sudah menampakkan keperkasaan nya. Panas yang menyengat membuat siapa saja pasti akan merasakan kegerahan karena pancaran nya itu. Tampak kini Aliya yang baru saja terbangun dari tidur nya, bangun tidur dengan keadaan mata yang bengkak, hidung yang tersumbat karena kebanyakan menangis. Rasanya ia kini tidak percaya apa yang baru saja terjadi dengan nya, kehilangan orang-orang yang amat di sayangi membuat ia benar-benar sangat terpukul. Sudah cukup dulu ia harus kehilangan kedua orang tua nya sekaligus, kini ia malah juga harus kehilangan buah hati nya.
Aku harus ikhlas, semoga kamu di sana di terima disisi Allah nak, Bunda selalu berdoa untuk kamu disana amin: Aliya membatin.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu tak terasa sudah sebulan juga Furqan meninggalkan mereka. Kerelaan dan keikhlasan pun sudah tumbuh di hati Zefan dan juga Aliya. Mereka yang awalnya benar-benar terpuruk, kini sudah perlahan menerima kenyataan. Aldo dan yang lain pun sudah bersiap untuk kembali pulang ke rumah nya, karena menurut mereka keadaan Aliya dan Zefan sudah membaik, mereka pun sepakat untuk kembali pulang ke rumah nya.
Zefan yang kini ingin merubah sosok jati diri nya, ia memutuskan untuk masuk di salah satu Pondok Pesantren yang ada di Riau. Sebegitu banyak Pondok Pesantren yang ada di daerah nya, entah kenapa ia lebih memilih mondok di luar daerah nya. Orang tua Zefan pun awalnya menolak keinginan Zefan tersebut, namun karena Zefan yang benar-benar memaksa, mereka terpaksa mengiyakan permintaan Zefan. Untung-untung dengan kemauan nya itu Zefan benar-benar bisa merubah diri nya, dan bisa mendapatkan pengganti Aliya di hidup nya, begitulah perkiraan kedua orang tua Zefan.
Zefan pun kini sudah pergi untuk memulai belajar memperbaiki diri nya, Pondok Pesantren Darul Muttaqin menjadi tempat tujuan nya. Pondok Pesantren yang tidak terlalu banyak memiliki fasilitas, bangunan nya yang masih kebanyakan di bangun dengan bambu dan atap yang terbuat dari daun rumbia. Zefan benar-benar tidak yakin ia bisa tinggal dengan keadaan yang seperti itu. Belum lagi mandi nya yang harus pergi ke sungai, mencuci baju juga di sungai, bergidik ngeri Zefan membayangkan semua nya. Ia yang awalnya hidup dengan kemewahan, kini harus mulai terbiasa dengan kesederhanaan.
Zefan gak habis fikir dengan pemikiran kedua orang tua nya yang mengirimkan ia ke Pesantren yang seperti itu, memang keinginan ia tinggal di tempat yang terpencil dan jauh dari jangkauan orang banyak, tapi bukan yang seperti itu juga model nya yang ia inginkan.
__ADS_1
"Kami pamit Boy, jaga diri kamu baik-baik di sini!! dengarkan kata Kyai dan Ustadz nya, jangan membantah ucapan mereka!! jangan membuat ulah!!" kata Mama nya memberi nasihat kepada Zefan sesaat mereka sudah mau berpisah.
"Iyah Ma, kayak aku masih anak SD aja di ingatkan seperti itu" jawab Zefan malas.
"Sampai kapan pun kamu tetap putra kecil Mama! itu juga demi kebaikan kamu kok"
"Apa kata Mama sajalah, Zefan iyain aja" balas nya acuh.
"Papa pulang dulu ya Zeff! kalau ada waktu luang, insya Allah kami akan sering-sering menjenguk kamu kesini. Kami pulang Zeff, assalamualaikum"
****
__ADS_1
"Kamu harus segera berpisah dengan Aliya, kamu bukan jodoh yang di takdirkan untuk nya, Aliya hanya di takdirkan untuk hidup bersama Zefan, kamu harus mengikhlaskan mereka hidup bersama, apa kamu tidak kasihan karena sudah memisahkan dua insan yang dari kecil nya sudah selalu bersama?? carilah pengganti Aliya, karena Aliya itu bukan jodoh untuk dirimu"
"Aaaaa.... astagfirullah..... huh, ternyata hanya mimpi! kenapa mimpi itu seperti nyata, dan yang berbicara tadi adalah sosok wanita seperti..... akh iya itu suara Bilqist, apa maksud dari ini semua?? tenangin diri kamu, tarik nafas..... hemppp.... buang huhhhhhh, ini cuma mimpi, mungkin aku tadi malam telupa membaca do'a sebelum tidur, mangkanya aku jadi mimpi buruk seperti itu"
...***...
Like ๐
Komen ๐ฉ
Hadiah๐
__ADS_1
Vote ๐ค
...TBC... ...