
Terlihat seorang lelaki yang sedang berdiri sambil menahan amarah nya. Lelaki tersebut adalah Zefan, ia benar-benar sangat frustasi mendengar suara lelaki lain dari nomor telepon nya Aliya.
...Flashback Start......
Setelah kepergian Bilqist dari ruangan nya Zefan, ia pun segera langsung menghubungi nomor telepon Aliya. Namun ketika ia mencari handphone nya, ia tidak menemukan handphone nya yang seingat nya ia taruh di meja kerja nya. Ia pun lalu mengecek CCTV yang ada di ruangan nya itu, alangkah terkejut nya dia ketika melihat seorang perempuan yang tengah mengambil handphone milik nya, perempuan tersebut tak lain adalah Bilqist, orang yang amat-amat sangat ia cintai dulu nya.
"BILQIST!!" geram Zefan.
Tak mau ambil pusing, Zefan pun segera keluar dari kantor nya, pergi menuju ke Mall, untuk membeli handphone baru. Setelah selesai membeli handphone nya, Zefan pun langsung mengetikkan nomor nya Aliya di papan keyboard handphone baru nya itu, beruntung ia sudah hapal dengan nomor telefon istri nya, sehingga memudahkan dia untuk segera menghubungi Aliya
"Halo Bee, ini aku mas Zefan, handphone aku hilang, jadi aku pakai nomor baru, kamu sekarang ada dimana? kasih tau aku dimana kamu berada, aku mau nyusul kamu, aku mau menjelaskan semua kesalah pahaman ini pada kamu Bee" kata Zefan to the point.
^^^"Kamu tidak perlu khawatir sama keadaan istri kamu, karena sekarang dia sudah aman bersama saya, jika kamu tidak bisa membahagiakan nya, ada saya yang bisa membahagiakan nya, jadi kamu tidak perlu mencari istri kamu lagi, mengerti!!" jawab orang tersebut yang ternyata adalah lelaki.^^^
"Kamu siapa haa!! kenapa handphone istri saya ada di kamu!! kamu apakan istri saya! jangan kurang ajar kamu yah, saya bisa menuntut kamu karena sudah berani menculik istri saya!!" jawab Zefan dari telfon nya, dengan nada yang sudah sangat marah, karena khawatir akan keadaan istri nya.
^^^"Kamu tanya aku siapa?? aku kekasih gelap nya Aliya, kami sudah lama berhubungan, kalau dihitung-hitung semenjak kamu kedatangan kekasih kamu lah seperti nya... emm, karena disitu kamu selingkuh dari Aliya, saya pun mengajak Aliya untuk berselingkuh dari kamu, biar impas gitulah, masak kamu saja yang bisa selingkuh, Aliya juga bisa dong pasti nya" jawab lelaki dari sebrang sana.^^^
Amarah Zefan benar-benar memuncak mendengar penuturan orang lawan telefon nya itu.
"Kurang ajar!! awas kamu Aliya!!" geram Zefan dan langsung mematikan panggilan telefon nya sepihak.
__ADS_1
...Flashback Finish......
Zefan benar-benar sangat buntu dengan situasi seperti itu, di dalam pikiran nya hanya terngiang kembali akan perkataan Bilqist sewaktu di kantor nya.
"Apa benar kamu selingkuh dari aku Liyy? apa benar akan perkataan Bilqist Liyy? apa benar kamu berbuat seperti itu untuk membalaskan rasa sakit mu ke aku Liyy?? siapa lelaki yang memegang handphone kamu Liyy!!! Akhhhh.... ALIYA!! kamu benar-benar bikin aku kecewa Liyy!!" Zefan marah-marah memikirkan Aliya yang gak tau sekarang berada dimana.
***
Sedangkan di brankar Rumah Sakit, Aliya kembali terisak, Zakri dan Fanya pun dibuat bingung akan sikap Aliya. Zakri sebenarnya ingin sekali bertanya kepada Aliya tentang masalah apa yang telah terjadi di diri nya, namun ia tidak mempunyai kekuatan untuk menayangkan hal itu kepada Aliya, ia tidak mau terlalu mengetahui urusan-urusan Aliya.
Aliya baru saja terbangun dari pingsan nya, setelah mendengar suara perempuan, yang ia yakin adalah Bilqist, sang mantan kekasih suami nya itu, Aliya pun kembali ngedrop, sehingga ia pun sempat terpingsan. Dokter yang menangani Aliya menyarankan agar Aliya tidak terlalu stres untuk memikirkan masalah terlalu berat, karena itu sangat membahayakan anak yang ada di dalam kandungan nya Aliya.
"Apa tadi aku pingsan lagi?" tanya Aliya lirih, namun masih terdengar oleh telinga Zakri dan Fanya.
"Iyah bener tuh Al, sebesar apapun masalah yang kamu hadapi, insya Allah akan ada jalan keluar nya, اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ 'sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan' وَاِلٰىرَبِّكَفَارْغَبْ 'dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap' walaupun nanti hasil nya tidak sesuai dengan kehendak kita, percayalah!! kehendak Allah itu lebih indah untuk kita"
Nah beginilah yang membuat Aliya pernah jatuh hati kepada sosok Zakri, bukan karena rupa nya, melainkan karena ketakwaan nya kepada Allah, serta kepahaman ilmu agama nya. Zakri memang tidak tampan, namun dia memiliki aura pancaran yang sangat meneduhkan oleh siapapun yang melihat wajah nya itu.
Aliya yang mendengar nasihat dari Zakri pun langsung terasa hangat, ia sekarang harus kuat menghadapi segala masalah yang menimpa nya, ia tidak boleh terlalu lemah di depan orang lain, ia harus kuat untuk anak yang ada di dalam perut nya.
"Maafkan bunda yah nak, karena bunda kamu jadi terkena dampak nya" kata Aliya sambil mengusap lembut perut nya.
__ADS_1
"Pria mana yang tega menyakiti perempuan seperti kamu Al? apakah pria itu buta hati? sehingga ia tidak bisa melihat sikap baik dan ketulusan mu?, andai dulu aku bisa cepat untuk menemui mu, mungkin aku akan menjadi orang yang pertama untuk melamar kamu Al" batin Zakri.
"Kak Aliya makan dulu yah, kasian pasti adek bayi nya kelaparan karena kakak dari tadi belum ada makan" bujuk Fanya kepada Aliya.
"Kamu umur nya berapa sih Fan? seperti yang aku lihat kita kayak nya seumuran deh, jangan panggil aku kakak yah, aku tidak suka di panggil kakak sama orang lain, pasalnya aku kayak udah tua aja kalo di panggil kakak, hehe" kata Aliya dengan candaan nya.
"Umur aku 19 kak, emang kakak umur nya berapa?" tanya balik Fanya.
"Nah kan sama, umur aku juga 19 kok, aku nikah muda soalnya, kan sunnah kalau menikah muda, kamu tidak mau menikah muda kah??" mereka malah bercanda, sampai tidak ingat untuk makan sangking keasyikan nya.
"Hehe tidak lah kak, belum kepikiran untuk kesana, abang Zakri aja belum menikah, masak iyah aku melangkahi abang, hahah" kata Fanya dengan melirik ke arah Zakri. Sedangkan yang dilirik hanya acuh, diam di tempat.
"Belum kepikiran atau belum ada calon nya?" goda Aliya. "kalau belum ada calon, aku punya kok teman cowo yang belum memiliki pasangan, dia orang nya baik sama sholeh juga kok, gak kalah lah sama abang kamu" timpal Aliya lagi.
"Hahah, tidak perlu kak, Fanya memang belum kepikiran untuk kesana" balas Fanya.
Sedangkan Zakri hanya menjadi pendengar diantara dua orang bidadari yang ada di dekat nya itu.
...🌼🌼🌼...
Tinggalkan Like👍nya kaka
__ADS_1
Komen📩 juga biar aku bisa memperbaiki
...To back continue......