
Malam sudah datang, bintang-bintang berkelipan menghiasi langit malam. Bulan yang memancarkan cahaya nya, menambah keindahan langit malam itu. Bulan bagaikan ibu dari semua bintang-bintang yang ada di langit malam tersebut.
Terlihat seorang wanita yang sedang di landa kecemasan. Ia sangat bingung melihat anak nya yang tak henti-henti nya menangis. Wanita itu yang tak lain adalah Aliya, yang sedang menenangkan sang bayi dengan menggendong dan mengajak nya bicara dengan kata sayang. Namun, tangisan bayi nya itu malah semakin kuat, kulit putih nya kini sudah berubah menjadi merah karena sudah terlalu lama menangis.
Kenapa dengan kamu sayang? apa kamu merindukan Ayah mu? atau, kamu merasakan apa yang di rasakan oleh Ayah mu sekarang?
"Cup cup cup... sudah sayang! berhenti yah menangis nya, nanti semua orang di sini terbangun loh?? lihat itu wajah sayang sudah memerah karena terus menangis" kata Aliya lembut sambil mengusap pipi dan kepala bayi nya itu.
Karena suara tangis bayi nya yang sangat memenuhi rumah tersebut, membuat semua penghuni yang ada di dalam rumah tersebut terbangun. Mereka lalu datang ke kamar Aliya untuk menghampiri Aliya dan bayi nya.
Tokk... Tok... Tok... suara ketukan pintu kamar Aliya.
"Assalamu'alaikum Al! buka pintu nya, ini Umi" ucap Umi nya Zakri dari arah luar.
"Waalaikumsalam! iya Mi, sebentar" jawab Aliya langsung segera memakai cadar nya dan selesai itu ia pun langsung membukakan pintu nya.
Pintu pun terbuka, nampak di sana sudah berdiri Abi, Umi dan Fanya. Zakri tidak ada, karena ia sudah kembali ke Pondok Pesantren, tempat mengajar nya.
"Maaf yah semua nya! karena Furqan menangis kencang! membuat kalian semua terbangun" kata Aliya tak enak.
"Tidak apa-apa Al! kenapa Furqan bisa menangis? biasa nya ia tidak pernah menangis malam-malam begini! apa ia sedang sakit? kalau iya, ayo! segera kita bawa ke Rumah Sakit" jawab Umi nya dengan sedikit khawatir.
"Iya, ayo Al! biar Abi yang mengantarkan ke Rumah Sakit" timpal Abi nya.
"Furqan tidak sakit Bi, Umi! Aliya juga tidak tau kenapa tiba-tiba Furqan menangis kencang seperti ini! naluri Aliya berkata, Furqan sedang rindu kepada ayah nya mungkin" jawab Aliya dengan semburat kesedihan.
"Jadi dedek Furqan rindu seorang ayah toh?? bagaimana kalau malam ini dedek Furqan tidur bersama dengan bang Zakri??" usul Fanya.
"Iya benar juga! tapi kan, Zakri sudah kembali ke Pesantren nya??" ucap Umi nya.
"Tinggal suruh balek ke sini kan gampang! lagian tuh anak kalau sudah menyangkut urusan Furqan kan nomor satu" kata Abi nya dengan santai.
Yups, sebenarnya Pondok Pesantren yang menjadi tempat mengajar Zakri adalah Pondok Pesantren kepunyaan Abi nya Zakri. Namun, ia sengaja tidak memberitahu Zakri hal itu supaya Zakri tidak manja dan bisa untuk belajar dengan tekun agar ia bisa di terima untuk mengajar di sana.
"Benar yang di katakan oleh Abi kamu! kalau begitu, cepat Fanya! telefon abang mu sekarang!!" perintah Umi Zakri.
__ADS_1
"Maaf, lagi-lagi Aliya merepotkan kalian semua" kata Aliya dengan rasa bersalah nya.
"Kamu tidak merepotkan kami Aliya!! kami sudah menganggap kamu sebagai keluarga kami! jadi kamu jangan bersungkan terhadap kami semua" jawab Umi nya Zakri. Sedangkan Abi nya dan Fanya hanya mengangguk setuju.
Jarak antara Pesantren dan Rumah Zakri tidak terlalu jauh. Sehingga dalam waktu lima belas menit, ia pun sudah sampai di kediaman nya.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" kata Zakri dari luar.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawaban orang dari dalam.
Zakri pun langsung masuk dan langsung menghampiri Furqan yang masih tetap menangis di gendongan Aliya.
"Kamu kenapa baby boy? aduh-aduh wajah kamu sampai memerah begini?? kamu rindu yah sama paman?" kata Zakri sambil mengelus pipi Furqan.
Mereka terlihat seperti pasangan yang sedang menenangkan buah hati nya.
Andai yang di posisi kak Zakri adalah kamu mas Zefan?? pasti aku sangat bahagia sekali.
"Sini Al! biar aku yang gantian menggendong baby boy" kata Zakri kepada Aliya.
"Wah, abang hebat yah!!" ucap Fanya dengan kagum nya.
"Seperti nya Furqan memang sangat membutuhkan sosok seorang Ayah! BAGAIMANA KALAU KALIAN BERDUA MENIKAH SAJA??"
***
Di sebuah kamar yang bernuansa ungu. Dimana kamar tersebut selalu ia tempati dengan istri nya, kini hanya tinggal ia sendiri yang menempati kamar tersebut. Dinding dengan cat berwarna ungu, sprei serta semua barang yang berada di dalam sana dengan warna ungu, warna kesukaan sang istri nya dulu. Bahkan, perlengkapan bayi dengan warna ungu juga, yang dulu sudah mereka persiapkan untuk kehadiran sang bayi, masih tersusun rapi di dalam sana.
Zefan nampak kini sedang memandangi semua barang yang ada di dalam kamar nya. Tiba-tiba ia seperti melihat sosok Aliya yang muncul tanpa memakai cadar nya, sedang tersenyum kepada nya.
Aliya seolah-olah berkata kepada Zefan putra mu merindukan mu mas!
"Aliya!!" panggil Zefan karena sosok bayangan itu kini telah hilang.
"Aliya!! kemana kamu?? kenapa kamu pergi??" ucap Zefan lagi.
__ADS_1
Pertanyaan macam apa itu? bukan nya dulu ia yang sudah menyuruh Aliya untuk pergi dari hidup nya?
Kenapa tiba-tiba aku merindukan Aliya?
Zefan pun lalu menuju ke lemari nya, ia langsung membuka dan mencari sesuatu di sana.
Shit, dapat!!
Zefan pun berhasil menemukan barang yang di cari-cari nya. Barang tersebut yang tak lain adalah baju family lucu yang dulu ia beli bersama dengan Aliya.
"Baju ini masih di sini?aku lupa kemarin memasukkan nya ke dalam koper Aliya. Anak kita laki-laki, dan kamu membelikan nya baju berwarna ungu... hahaha pasti sangat lucu jika kita memakai baju ini bersama-sama" tiba-tiba Zefan terhanyut dalam hayalan diri nya bersama dengan Aliya dan bayi laki-laki nya.
Aku ternyata benar-benar merindukan mu!!
Apa kamu sudah memberi nama untuk anak kita??
"AKHHH.... apa yang aku lakukan!!! kenapa aku malah memikirkan dia!!! harus nya aku kembali membuat perhitungan kepada nya, karena sudah menyebarkan berita seperti itu!! sampai-sampai aku harus hidup menderita kayak gini!!!" teriak Zefan yang langsung mengembalikan baju yang ia ambil tadi kembali ke dalam lemari nya.
Zefan pun langsung beranjak ke tempat tidur nya, lalu ia pun mulai terpejam dan terhanyut dalam dunia mimpi nya.
...***...
Up lagi nih😅😅
Like👍
Komen📩
Vote🖤
Hadiah🎁
Favorit ❤
...To back continue... ...
__ADS_1