
Di ruangan kamar yang bernuansa ungu dengan berpadu warna putih, di desain sederhana namun terlihat sangat mewah, nampak sepasang pasutri yang sedang bercanda mesra. Pasangan tersebut adalah Zefan dan Aliya. Setelah insiden salah faham kemarin, membuat mereka sempat bertengkar. Namun, karena kekuatan cinta mereka yang sangat kuat, mereka pun lebih memilih untuk berbaikan dan mencari dalang yang sudah membuat mereka hampir terpisah.
Sebenarnya Zefan sudah sangat yakin, kalau yang merencanakan rencana kepada nya dan Aliya adalah Bilqist. Namun, berulang-ulang kali Aliya menyarankan agar Zefan tidak menuduh orang tanpa bukti yang ada. Walaupun Bilqist sudah sangat jahat kepada diri nya, Aliya bahkan tidak mau membalaskan kejahatan Bilqist dengan kejahatan pula, ia tidak mau untuk dendam kepada orang lain. Cukuplah Allah saja yang akan membalas perbuatan Bilqist, begitu kira nya.
Aliya sangat mulia bukan?? yah, Aliya memang sosok yang sangat mulia dan baik kepada siapapun itu, tidak memandang status orang tersebut, miskin, kaya, tua, muda menurut nya itu semua sama rata. Pria mana coba yang tidak beruntung bisa memiliki istri seperti Aliya? Zefan merupakan pria yang sangat beruntung sekali bisa bersanding dengan Aliya. Tetapi perlu diketahui, Zefan belum mengetahui kalau Aliya itu merupakan kekasih kecil nya dulu. Hanya Aliya yang sudah mengetahui itu, namun dia belum mau memberitahu Zefan, ia akan memberitahu Zefan ketika waktu yang tepat.
"Bee, kandungan kamu sudah sangat besar. Apakah kamu tidak ingin melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin anak kita?" Zefan sebenarnya sudah dari lama untuk mengajak Aliya USG untuk mengetahui jenis kelamin anak yang tengah di kandung Aliya. Namun, Aliya selalu saja menolak akan ajakan dari suami nya itu.
"Tidak mas, aku tidak mau USG. Aku ingin agar jenis kelamin bayi kita menjadi kejutan, juga kan ini anak pertama kita. Perempuan atau laki-laki itu sama saja, yang penting dia terlahir dengan selamat" Seperti inilah jawaban Aliya ketika Zefan mengajak nya untuk melakukan USG.
"Apa kamu tidak ingin membeli baju untuk anak kita? kalau kita mengetahui jenis kelamin anak kita kan bakalan memudahkan kita untuk belanja baju nya" entah lah, Zefan selalu saja ingin cepat mengetahui jenis kelamin anak nya, ia sudah sangat tidak sabar akan kelahiran anak pertama nya itu.
Zefan tak pernah berfikir kalau diri nya akan menjadi ayah di usia yang masih sangat muda.
"Mas... kalau baju untuk anak bayi, apapun jenis kelamin nya, pasti sangat cocok untuk nya, kalau pun bayi nya laki-laki, mau dia nya pakai baju boneka-boneka kek, bunga-bunga kek, tetap aja terlihat sangat lucu. Kamu kok maksa kali sih nyuruh aku untuk melakukan USG? emang kamu berharap anak yang akan aku lahirkan perempuan atau laki-laki?" Aliya pun langsung menatap suami nya penuh selidik, dalam hati nya ia takut jika anak yang akan di lahirkan nya nanti tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh Zefan.
Apakah Zefan tidak akan menganggap anak itu sebagai anak nya? seperti waktu awal, Zefan yang tidak mau menganggap anak yang di kandung Aliya itu adalah anak nya, bahkan ia pernah menyuruh Aliya untuk menggugurkan kandungan nya tersebut.
"Aku sih berharap dia perempuan agar..." Zefan sengaja memutuskan ucapan nya, ia berniat untuk menggoda Aliya.
"Agar apa mas?? kamu nih ngomong jangan setengah-setengah dong!! bikin orang penasaran aja" kata Aliya mencibirkan bibir nya. Sekarang ia sedang tidak menggunakan cadar nya.
"Mau tau banget atau mau tau aja??" tanya Zefan malah makin menggoda Aliya.
__ADS_1
"Kamu nih yah mas...." geram Aliya "Cepat dong kasih tau aku apa alasan nya" tanya Aliya sambil memelototkan mata nya ke depan wajah Zefan.
"Kamu pikir dengan mata kamu seperti itu, aku bakalan takut gitu dengan kamu? hahaha jangan terlalu sok marah gitu sayang, muka kamu bukan nya menakutkan, malah terlihat lucu di mata aku" jawab Zefan santai dengan mencubit hidung dan kedua pipi Aliya dengan gemas.
"Ish, kamu nih mas, nanti kendur pipi aku kalau kamu cubit-cubitin terus. Kalau hidung sih gapapa kamu tarikin, biar makin mancung hidung aku, hahahah" Aliya langsung berhenti dari ketawa kencang nya, dan langsung melontarkan pertanyaan kepada Zefan.
"Hayo! cepat jawab, apa alasan kamu memilih anak perempuan??" tanya Aliya lagi.
"Karena kalau anak nya seorang pria... aku gak mau ada pria lain yang mencintai mu dan menyayangi mu selain aku sendiri" kata Zefan dengan senyum licik nya.
"Astagfirullah mas!!" Aliya menepuk kening nya. "Sama anak sendiri pun kamu cemburu??, hahaha gak habis fikir aku sama kamu. Aneh-aneh saja pemikiran kamu mas" Aliya berbicara sambil menggeleng-gelengkan kepala nya, heran akan jawaban dari sang suami.
"Aku gak peduli kamu mau ngomong apa, yang penting kamu bahagia" kesal Zefan.
PUKKK... Aliya memukul lengan Zefan.
"Aduh, sakit ish" ringis Zefan.
"Kamu barusan bilang apa mas??" tanya Aliya dengan mengerutkan kening nya, beserta alis nya yang sudah turun naik.
GLEKKK.. Zefan menelan ludah nya kasar, ia sudah sangat takut jika melihat wajah Aliya yang seperti itu.
"Gakk... gaada!! aku gaada ngomong apa-apa kok, kamu salah dengar mungkin" elak Zefan dengan nada gugup nya.
__ADS_1
"Benarkah? apakah suami ku ini tidak berbohong??" tanya Aliya, yang semakin membuat Zefan kalang kabut.
"Sudah-sudah! sekarang waktu nya untuk kita tidur " Zefan pun mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Ishh, selalu saja mengalih kan pembicaraan" kesal Aliya.
Akhirnya mereka pun lalu tidur dengan saling berpelukan, tetapi Zefan hanya memeluk Aliya dari belakang, di karenakan perut Aliya yang sudah sangat besar, ia tidak mau menyakiti anak yang ada di perut nya Aliya.
+++
Sedangkan di tempat lain, terlihat wanita yang sedang mengamuk-ngamuk, ia membanting semua barang yang berada di dekat nya.
Wanita itu adalah Bilqist. Setelah ia mengetahui kalau ternyata Zefan dan Aliya tidak jadi berpisah, ia benar-benar sangat marah besar karena rencana nya yang sudah gagal total. Percuma dia membayar orang untuk selalu mengikuti Aliya kemana-mana, uang nya sudah banyak terbuang, namun hasil nya tidak seperti dugaan nya.
Prankk... Prankk... Bilqist membanting Vas bunga antik yang terbuat dari kaca, yang di beli nya di luar negeri dengan harga yang sangat fantastis. Ia sudah benar-benar sangat frustasi sekarang. Tetapi ia tidak mau berhenti sampai di situ saja, ia masih memiliki banyak cara untuk menghancurkan hubungan Zefan dengan istri nya.
"Jika cara yang pertama tidak berhasil, masih banyak cara selanjutnya Zeff, kamu itu milik aku, hanya milik aku" kata Bilqist dengan seringai licik nya.
...π€π€π€...
Likeπ
Sepi kek atiku π
__ADS_1
... To back continue.... ...