Dimana Kesalahanku??

Dimana Kesalahanku??
79


__ADS_3

Matahari kini sudah menyembunyikan jati diri nya, langit yang terang kini sudah berubah menjadi gelap. Sama seperti suasana hati Zefan saat ini, setelah selesai proses pemakaman sang istri, Zefan pun harus segera menyusul sang buah hati yang saat ini sedang berada di ruangan inkubator karena kondisi nya yang tiba-tiba melemah setelah selesai dilahirkan.


Tak ingin terus-terusan dilanda kesedihan, Zefan sedang berupaya keras untuk mencari seorang wanita yang bisa menjadi Ibu susu bagi putri nya. Penyebab putri nya masuk ke ruangan inkubator adalah karena di beri susu formula. Sedari itu Zefan juga meminta bantuan kepada kedua orang tua dan mertua nya untuk membantu nya dalam mencari wanita yang bersedia menyusui sang putri.


Baru memulai hidup yang bahagia, kini kebahagiaan itu harus kandas karena takdir yang begitu kejam kepada diri nya. Ingin marah tapi harus marah kepada siapa? ingin menuntut tapi juga harus menuntut kepada siapa? yang saat ini Zefan lakukan adalah harus bisa menerima garis takdir yang sudah ditentukan Allah kepada jalan hidup nya.


"Ma, bagaimana ini. Stok ASI disini sudah mau habis, sedangkan kita semua belum juga menemukan perempuan yang bersedia untuk menyusui anak Zefan Ma!! jika nanti ia menangis karena lapar bagaimana Ma? kita harus apa?" tanya Zefan kepada Mama nya, yang sudah benar-benar sangat bingung saat itu.


"Sudah kamu tenang saja Zef! pasti semua ini akan ada jalan keluar nya, pasti kita bisa mencarikan wanita yang mau menyusui putri kamu" jawab Mama nya mencoba menenangkan pikiran Zefan.


"Benar Zeff, kamu jangan terlalu banyak fikiran yah!! mending kamu makan dulu. Kamu dari tadi belum makan pastinya kan? kamu gak boleh terlalu capek juga, ingat kami semua ada sama kamu. Kamu tidak sendiri menghadapi masalah ini, ada kami. kami yang akan membantumu" timpal mertua nya yang sudah kasian melihat kondisi menantu dan cucunya.


"Zefan tidak lapar Bah, Zefan tidak berselera untuk memakan apapun" jawab Zefan terkesan dingin.

__ADS_1


"Kamu jangan seperti itu Zeff, kamu butuh energi untuk menghadapi ini semua, jika kamu lemah atau sakit, siapa yang akan menjaga putri kamu?" kata Abah nya Azizah.


"Baiklah. Zefan akan makan, dan setelah itu Zefan mau melanjut untuk mencari Ibu susu putri Zefan" jawab Zefan akhirnya.


"Nah bagus! kami juga akan membantumu Zeff, jangan khawatir" ucap Papa Zefan yang diangguki oleh Mama dan mertua nya.


...Mereka pun pergi untuk mencari tempat makan. ...


Papa dan Mama Zefan yang melihat itu pun langsung segera menghampiri kedua orang tua Zakri yang saat itu sedang membopong tubuh Aliya.


"Astagfirullah, apa yang terjadi sama Aliya? kenapa bisa sampai pingsan seperti ini?" tanya Mama Zefan dengan nada khawatir nya.


"Panjang cerita nya Mbak, nanti saja kami ceritakan. Sekarang tolong bantu kami mencari Dokter supaya lekas memeriksa keadaan Aliya" pinta Umi nya Zakri.

__ADS_1


"E--hhhh iya, baik-baik. Sangking khawatir nya, sampai lupa keadaan nya Aliya"


Mereka pun kembali berteriak memanggil Dokter, dan tak lama kemudian pun datang Dokter dan kedua perawat nya yang langsung segera menangani Aliya.


...***...


Ehhh... author ingin ungkapin unek-unek author nih yah. Tolong setolong-tolong nya, bagi para readers yang tidak suka jalan cerita nya, silahkan langsung out, jangan komen-komen yang apalah ini, apalah itu. Kalau tidak suka, yaudah tidak suka saja gapapa. Saya tidak memaksa untuk harus membaca nya. Karena dengan komenan itu, membuat author jadi malas untuk update episode selanjutnya lagi.


Gini yah, ini cerita author, alur nya author yang nentuin dari awal, jadi Pliissssssss jangan bilang ini, bilang itu, gak cocok sama ini, gak cocok sama itu. Tinggal membaca saja kan? yaudah, tolong hargai alur nya.


Dan yang masih setia sampai saat ini, I LOVE YOU💙


...Like 200 lanjut Up.... ...

__ADS_1


__ADS_2