
Angin menerpa siang hari itu, hembusan nya semilir-semilir membuat siapa saja yang merasakannya pasti merasa adem.
Semenjak ucapan Zefan yang pernah mengajak Aliya untuk menjadi istrinya kembali, membuat Aliya menjauhkan diri nya dari kehidupan Zefan. Dan untuk soal memberi ASI untuk Kiara, Aliya hanya akan memberinya dengan menaruh di dot dan nantinya akan ada pengasuh Kiara yang baru untuk mengambil ke rumah Aliya. Itu semua ia lakukan agar tidak bertemu dengan Zefan yang saat ini sudah memporak-porandakan perasaan Aliya. Di satu sisi ia berfikiran akan kebenaran ucapan dari Zefan bahwa putra nya Keandra juga membutuhkan sosok seorang ayah, namun di satu sisinya lagi Aliya masih belum benar-benar bisa membuka hati nya untuk pria baru.
Tak terasa waktu begitu cepat berjalan, sudah 1 tahun Aliya tidak bertemu dengan Zefan, alasan nya juga karena Zefan yang saat ini memegang alih perusahaan Papa nya yang ada di Luar Negeri. Selama Zefan berada di sana, Kiara ia titipkan kepada Papa Mama nya. Hal itu membuat Aliya menjadi leluasa untuk bertemu dan mengasuh Kiara lagi tanpa takut untuk bertemu Zefan.
Keandra yang sudah berusia 2 tahun lebih, kini menjadi sosok balita yang menggemaskan, ia seolah paham akan sosok Kiara yang di kiranya adalah adik nya sendiri. Keandra akan marah jika Kiara di gendong oleh orang lain kecuali Aliya dan Mamanya Zefan.
"Nda, dik nya huhuhuhu" Oceh Keandra saat melihat Kiara yang di ambil alih gendong nya oleh Papanya Zefan.
__ADS_1
"Adiknya gak di ambil Kakek Sayang, adik nya hanya di pinjam sebentar saja kok. Nanti dikembalikan lagi sama Bunda, jangan nangis yah Sayang! Anak Laki-laki gak boleh cengeng, okey!" Hibur Aliya kepada Keandra yang sudah siap untuk mengeluarkan air mata nya.
"Pa! kembaliin deh Kiara nya, kasian tuh Keandra jadi mau menangis karena kamu ambil adik kesayangan nya" Mama Zefan yang merasa kasihan melihat Keandra akhirnya angkat suara.
"Hahahhaha, iyah-iyah! Ini Kakek pulangkan adiknya" Papa Zefan pun langsung segera mengembalikan Kiara kepada Aliya, dan bertepatan saat itu Keandra pun langsung memasang muka ceria nya lagi.
"Sudah dikembalikan adiknya kan Sayang? jangan nangis yah!!" Kata Aliya sambil mengelus pucuk kepala Keandra, sedangkan Keandra hanya menganggukkan kepala nya.
Memang benar, Kiara saat ini sedang tidak enak badan, mungkin saja efek karena pertumbuhan gigi nya dan juga kerinduan nya terhadap Zefan yang selama ia pergi hingga sekarang belum pernah kembali untuk menemui Kiara. Setiap di hubungi, Zefan hanya akan menjawab kalau dia masih benar-benar sibuk karena ada orang kepercayaan yang dipercayai untuk memegang perusahaan nya melarikan berkas-berkas kantor. Namun menurut Aliya, itu hanya alasan Zefan untuk menjauhi dirinya.
__ADS_1
"Aliya gak enak Ma! Bagaimana kalau Kiara Aliya bawa saja kerumah Aliya?" Tolak Aliya halus sambil bernego.
"Boleh juga, tapi apa tidak merepotkan kamu untuk membawa Kiara kerumah kamu Al? Mama takut nanti tiba-tiba Kiara rewel ditambah lagi Keandra yang mungkin saja juga rewel dan tidak ada yang membantu kamu untuk mengurus nya?" Balas Mama Zefan dengan sedikit kekhawatiran.
"Bismillah, Aliya bisa Ma! Aliya hanya......."
"Assalamu'alaikum Pa, Ma, Anak Ayah dan Calon Ibu untuk Anak-anakku?"
Seorang pria dengan pakaian jubah berwarna merah maroon berdiri tegap sambil menampilkan senyum manis nya.
__ADS_1
Jeng.... jeng...... jeng......
...***...