
Pasca transplantasi sumsum belakang yang di jalankan Zefan pun telah usai. Semua orang yang sedari tadi menununggu akhir nya bisa bernafas lega. Yang pasti nya rombongan Aldo pun sudah berada di sana. Kini Zefan pun sudah di pindahkan ke ruang inap.
"Bagaimana rasanya Bro? sakitan ini,atau sakitan saat tau kenyataan tentang Aliya?" tukas Aska yang mengejek sahabat nya itu.
"Diamlah kamu!!" jawab Zefan ketus.
Sedangkan Aliya yang namanya di bawa-bawa hanya diam saja, ia sudah faham betul dengan tingkah Aska yang memang suka mencari gara-gara kepada Zefan. Hanya Andra lah yang paling berbeda diantara mereka bertiga itu.
"Halo Pak Zefan, bagaimana kabar nya? apa ada keluhan sakit?" tanya Dokter yang tiba-tiba menghampiri Zefan ke ruangannya.
"Hanya nyeri Dok, dan saya berasa mual gitu" jawab Zefan yang benar-benar merasakan seperti yang di katakan nya itu.
"Owh kalau itu memang dampak murni nya dari proses transplantasi tersebut, nanti kalau sudah membaik, Pak Zefan sudah di perbolehkan pulang" jelas Dokter.
"Kalau kondisi putra saya sekarang bagaimana Dok?" tanya Zefan.
"Kami sudah menangani nya, kita tinggal menunggu sepuluh hari ke depan saja untuk melihat hasil nya, moga-moga hasil nya memuaskan, tidak mengecewakan" jawab Dokter.
"Aminnn" jawab mereka semua.
****
Dua minggu telah berlalu, kini mereka semua tinggal menunggu hasil tranplantasi untuk baby Furqan. Aldo dan rombongannya pun belum kembali ke tempat tinggal nya, mereka masih setia bersama-sama menunggu kesembuhan anak Aliya dan Zefan. Mereka kali ini benar-benar sudah sangat was-was, setelah pasca pendonoran tersebut, Dokter yang menangani baby Furqan mengatakan kalau kondisi Furqan semakin memburuk. Tubuh nya seperti tidak ingin menerima tranfusi-tranfusi darah yang di berikan oleh Dokter. Aliya pun yang melihat kondisi anak nya yang sangat memprihatinkan itu hanya bisa menangis, dan tidak henti-henti nya ia selalu berdoa untuk mengharap kesembuhan putra nya.
"Dok, bagaimana keadaan Furqan?" tanya Zefan saat melihat Dokter yang menangani putra nya keluar dari dalam ruangan Furqan.
__ADS_1
Raut wajah Dokter tersebut seperti tidak bersahabat, jelas terlihat hanya ada kesedihan yang mendalam di dalam nya.
"Emmm.... begini Pak, dan semua yang ada di sini. Kami dari pihak Rumah Sakit sudah berjuang sekeras mungkin, namun seperti nya yang kuasa lebih sayang kepada nya, saya ingin menyampaikan kabar duka nya, saya harap semua nya bisa ikhlas untuk menerima yang sudah terjadi. Baby Furqan sudah tidak bisa di selamatkan, ia sudah meninggal dunia"
Degg... degg.....
Jedarrrrrrr......
Bagai terkena letusan bom yang sangat dahsyat mereka semua, pernyataan dari Dokter tersebut membuat dunia Aliya dan Zefan seakan terhenti.
"Dokter bercanda iya kan? haha kalau mau bercanda jangan sekarang lah Dok, ini waktu nya untuk serius loh Dok! bisa-bisa nya Dokter malah bercanda kayak gitu, gak bagus itu Dok, doa itu namanya, hahaha" pungkas Zefan yang seakan tidak percaya dengan yang di sampaikan oleh Dokter.
"Saya tidak pernah mempercandakan hal seperti ini Pak! yang saya sampaikan benar ada nya, kalau Bapak tidak percaya, silahkan saja untuk masuk, sebelum kami mengurus jenazah nya" jawab Dokter mempersilahkan mereka semua masuk ke dalam melihat Furqan yang sudah tidak berdaya.
"Kenapa kalian melepaskan alat-alat medis nya?? kalian sengaja kan ingin membunuh anak ku!!! apa kalian tidak mempunyai hati HAA!!! TEGA KALIAN MEMBUNUH ANAK KECIL YANG TIDAK BERSALAH!!!" Zefan sudah tersulut emosi saat ia melihat para perawat yang sudah melepaskan alat-alat yang terpasang di tubuh Furqan.
"Zeff tenang nak, itu bukan perbuatan mereka, itu memang sudah takdir Allah nak, kamu harus kuat nak" ucap Mama nya Zefan mencoba menenangkan Zefan.
"Tapi Ma, kalau saja mereka tidak melepaskan alat-alat itu dari tubuh Furqan, pasti Furqan masih selamat Ma" jawab Zefan yang kini sudah memperosotkan badan nya ke lantai.
"Mungkin ini salah ku yang dulu pernah tidak menginginkan kehadiran nya, ini salahkuuuu..... hiksss..... aku yang sudah membunuh anak ku sendiri....aku Papa yang sangat jahat di dunia hiksss..." Zefan pun menumpahkan air mata nya.
Sedangkan Aliya hanya memandang kosong ke Furqan yang sedang terbaring. Entah apa yang sedang di fikirkan nya, tiba-tiba....
"Nak, kamu itu cuma tidur kan? kamu tidak pergi ninggalin Bunda kan? kamu sangat kecapean yah mangkanya tidur nya nyenyak kali, kasian nya anak Bunda" kata Aliya sambil mengelus kepala Furqan dengan lembut.
__ADS_1
Semua orang di sana pun merasa teriris melihat tingkah Aliya itu, mereka sangat tau pasti kalau Aliya itu tidak merelakan kepergian Furqan.
"Dek kamu yang kuat ya, Allah lebih sayang sama Furqan jadi kamu harus ikhlas merelakan kepergian nya yah, kamu jangan bersedih terus, kalau kamu bersedih nanti Furqan di sana tidak tenang. Sudah yah kamu harus ikhlas" ucap Zakri menenangkan Aliya dengan menarik tubuh Aliya ke dalam dekapan nya.
"Ja... di..... ann.... anakku beneran pergi untuk selamanya Mas?" tanya Aliya sambil mendongak ke arah Zakri.
"Iya Dek, mungkin dengan ini Furqan sudah tidak merasakan sakit lagi di tubuh nya, kamu ikhlas yah" jawab Zakri lembut.
"Furr.... qannn....." sesaat mengucapkan itu, Aliya pun jatuh pingsan, untung saja tubuhnya berada di dekapan suami nya, jika tidak pasti ia akan jatuh ke lantai.
"ALIYAAA!!!"
...****...
Like👍
Komen 📩
Hadiah🎁
Vote 🖤
Komennya di rem sikit yah!! jgn asal jeplak, menulis tak segampang membaca;v
...Bersambung.... ...
__ADS_1