
Semua orang yang ada di sana sangat kaget melihat kemunculan Fauziah, mereka bertanya-tanya kenapa bisa Fauziah datang kesana, sedangkan mereka tidak ada yang mengundang nya.
Aska yang melihat teman-teman nya terkejut pun, segera angkat bicara untuk meluruskan masalah yang sempat menegangkan itu.
"Semua nya, santai saja kale ngeliatin Fauziah nya, dia bisa datang kesini karena aku yang mengundang nya" Aska berucap dengan santai nya.
"Oooohh" Mereka yang mendengar ucapan Aska hanya ber O ria saja di tengah lamunan nya.
"Eh, tunggu dulu, bagaimana kalian bisa saling kenal?" tanya Aliya yang sudah kembali tersadar dari keterkejutan nya.
"Jangan-jangan.... " Andra tidak melanjutkan ucapan nya lagi, sekilas ia teringat tentang curhatan nya Aska yang menyukai seorang wanita dan plus wanita tersebut sudah memiliki anak.
"Jangan-jangan apa??" tanya Fauzan yang penasaran akan ucapan yang ingin di lontarkan Andra tadi.
"Gajadi" balas Andra datar.
"Emm maaf kalau kehadiran aku mengganggu kalian semua, aku tadi datang kesini karena di paksa oleh Aska" kata Fauziah sungkan.
"Ka, lu ada hubungan apa sama Fauziah??" tanya Zefan yang mulia mengintimidasi Aska.
"Aku sama Aska hanya teman, yah hanya teman tidak lebih" bukan Aska yang menjawab, akan tetapi Fauziah yang menyelonong menjawab pertanyaan Zefan duluan.
"Tapi aku mencium aroma kebohongan di antara kalian berdua" Anggi yang dari tadi hanya menutup mulut nya rapat-rapat, kini sudah angkat bicara.
"Yups, betul sekali yang dikatakan Anggi" Angga menimpali.
"Sudah-sudah, jangan menanyai Fauziah terus-menerus, kasian dia nya. Pokoknya cukup dengan kedatangan Fauziah saja kalian semua terkejut, sebentar lagi akan datang satu orang wanita, dan kuharap cukup Zefan saja yang terkejut, kalian jangan ikut-ikutan" kata Aldo dengan senyum mengejek nya.
"Uhuk.. uhuk.. " Zefan yang sedang meminum kopi nya, langsung terkejut ketika nama nya di sebut.
"Pasti mbak Sinta yang datang yah bang?" tanya Aliya kepada Aldo.
"Mungkin" jawab Aldo singkat.
__ADS_1
Dan benar tak beberapa lama datang lah seorang wanita cantik dengan hijab bewarna coklat muda, senada dengan gamis yang di kenakan nya.
"Assalamu'alaikum, maaf baru sampai" kata Sinta dengan senyum manis nya.
"Waalaikumsalam" jawab mereka serempak.
"Mbak Sintaaaaa.... Liya kangen sama mbakk" kata Aliya langsung memeluk Sinta dengan erat.
"Bisa saja kamu Liyy" jawab Sinta sambil mengelus punggung belakang Aliya.
"Ah iya, perkenalkan ini Sinta calon istri aku, sebentar lagi kami akan menikah, dan ku pastikan kalian semua mendapat undangan dariku" kata Aldo dengan bangga nya.
"Pamer teros.. " kesal Fauzan.
Zefan kini hanya diam, mengingat keganjalan yang terjadi di depan mata nya. Ia ingat betul dengan perempuan yang di peluk Aliya tersebut. Yah, sekarang dia ingat, perempuan itu adalah perempuan yang pernah memberi nya ucapan sumpah serapah, bersama dengan suami nya. Tapi, yang ia bingung kan, kenapa bisa dia menjadi calon istri dari abang nya Aliya, sedangkan ia saja sudah mempunyai suami. Dan sekarang dia juga sudah ingat, ternyata suami dari wanita tersebut adalah Fauzan sahabat nya Aldo sendiri.
"Bagaimana dia bisa menjadi istri bang Aldo? dia saja sudah memiliki suami, tuh suami nya yang tak lain sahabat abang sendiri" Semua yang mendengar ucapan Zefan sangat terkejut, apalagi Anggi yang mengetahui calon suami nya sudah memiliki istri. Angga pun juga marah mengetahui hal tersebut.
"Maksud kamu mas??" tanya Aliya bingung.
"Begini, kemarin ketika kamu kabur dari rumah, Zefan sempat melacak keberadaan mu, dan waktu itu kamu tinggal di rumah Sinta..... Aldo pun menceritakan ide konyol yang dibuat nya dengan bantuan Sinta dan Fauzan untuk mengerjai Zefan, agar Zefan juga menyesal dan merasa kehilangan sosok Aliya.
Mereka pun terus berbincang-bincang, namun mereka belum ada yang tau tentang hubungan Anggi dan Fauzan.
....... ...
Tidak terasa sudah dua minggu sejak pertemuan-pertemuan mengejutkan itu, kini hubungan Aliya dan Zefan semakin romantis, waktu pembuktian untuk meminta maaf kepada Aliya juga sudah hampir selesai. Zefan dengan jerih payah nya, terus menghapalkan surah Al-Khafi yang menjadi syarat dari Aliya.
Setiap jam istirahat kantor nya, Zefan segera memesan makanan kotak untuk dibagikan kepada para pengamen, pengemis dan anak-anak jalanan. Butik yang di minta oleh Aliya pun kini sudah berdiri dengan nama butik Z&A, yang disingkat dari nama Zefan dan Aliya.
Zefan benar-benar membuktikan perjuangan nya untuk Aliya, sekarang ia sudah sangat yakin tentang perihal hati nya, bahwa kini ia memang sudah sangat mencintai Aliya, dan tidak akan pernah untuk melepaskan sosok seperti Aliya.
Hari ini merupakan hari pernikahan antara Anggi dan Fauzan, mereka yang mendapat undangan dari Anggi sangat terkejut dan juga sangat senang, karena tau Anggi akan segera menikah dengan sahabat dari abang nya Aliya, yaitu Fauzan.
__ADS_1
Aliya dan Zefan telah bersiap-siap untuk menghadiri pesta pernikahan Anggi tersebut, mereka menggunakan baju couple batik mewah dengan motif bunga berwarna-warni, menambah keserasian mereka berdua. Zefan terlihat sangat gagah dan maco, sedangkan Aliya terlihat lebih bercahaya, dengan jilbab syar'i dan cadar nya, hanya mata nya yang terlihat, tetapi tetap tidak mengurangi aura kecantikan nya.
"Bee, kamu terlihat sangat cantik sekali" ujar Zefan sambil terus memandangi Aliya sampai tidak berkedip.
Yah, sekarang Zefan sudah memanggil Aliya dengan panggilan kesayangan yakni BEE.
"Emang aku kemarin-kemarin jelek yah mas?" tanya Aliya dengan kesal, jujur saja, hormon kehamilan Aliya membuat ia ingin selalu memarah-marahi orang yang membuat mood nya menjadi tidak bagus.
"Bukan begitu maksud aku Bee, kemarin kamu selalu cantik kok, hanya saja hari ini kamu terlihat lebih cantik lagi dari hari-hari sebelum nya" Zefan segera menjawab dengan tepat, ia takut jika ia salah bicara, nanti Aliya akan mendumel-mendumel seperti saat Zefan salah menjawab pertanyaan Aliya ketika ia lupa membelikan es krim pesanan Aliya.
"Iyain" Aliya menjawab dengan ketus nya.
"Kalau aku terlihat ganteng tidak Bee??" tanya Zefan menggoda Aliya.
"Tidakk!!! kamu jelek, wajah kamu tidak ada ganteng-ganteng nya sedikit pun" jawab Aliya masih dengan ketus nya.
"Terus kalau aku jelek, kenapa kamu mau jadi istri aku coba??" Zefan bukan nya jerah, ia malah tambah menggoda Aliya.
"Mana saya tau, saya kan pinguin" jawab Aliya acuh.
"Hiss, yasudah lah. Kalau begitu, sebelum kita berangkat, lebih afdal kalau kita selfie dulu, mumpung kita sangat serasi seperti ini" kata Zefan sambil mengeluarkan handphone nya dari dalam saku celana nya.
"Hayyukkk" Aliya pun langsung antusias mendengar ajakan suami nya itu.
Mereka pun lalu berselfie dengan gaya yang bermacam-macam, ada saling tatap-tatapan, ada yang Zefan mencium pipi Aliya, walaupun terhalang oleh cadar yang dipakai Aliya, dan masih banyak lagi gaya mereka di depan kamera. Mereka berdua benar-benar sangat merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
...***...
Like👍
Komen📩
Hadiah 🎁
__ADS_1
...To back continue..... ...