
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" Suara seseorang tiba-tiba hadir mengagetkan Aliya dan yang lainnya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
"Zefan!! Akhirnya kamu segera datang juga nak" Ucap Mama nya yang langsung mendekat ke arah Zefan.
"Ma. Kiara tidak kenapa-kenapa 'kan? Kia-Kiara....."
"Kiara tidak apa-apa Zef. Untung saja tadi Aliya langsung segera mengetahui keadaan Kiara dan langsung merujuk untuk membawa nya kerumah sakit" Terang sang Mama yang tau akan kekhawatiran Putra nya.
"Alhamdulillah Ya Allah" Zefan bernafas lega setelah mengetahui kalau sekarang keadaan putri nya tidak parah.
"Bagaimana hasil rapat kamu Zef? apakah semuanya berjalan lancar?" Tanya Abah.
"Alhamdulillah Bah. Tinggal menunggu kesepakatan saja, semua nya Zefan tinggal sama sekretaris Zefan" Balas Zefan.
Zefan lalu mendekati ke tempat Kiara tertidur. Zefan melihat kondisi anak nya dengan terenyuh, ia benar-benar sedih melihat putri nya terbaring dengan infus di tangan nya. Tetes demi setetes air mata Zefan jatuh ke pipi nya.
"Maafkan Papa Nak"
Zefan lalu menatap ke sosok wanita cantik yang saat ini tengah melamun dengan pandangan yang menghadap lurus serta kosong. Wanita yang pernah menjadi bagian dari hidup nya, dan sekarang yang menjadi ibu susu untuk anak nya.
Zefan sebenarnya tau, apa yang membuat Aliya merenung seperti itu. Sebelum ia membuka pintu ruangan Kiara, ia sempat mendengar percakapan Aliya dan Papa nya.
__ADS_1
"Al!"
"Liyy!!" Panggil Zefan sekali lagi.
"Astagfirullah hal adzim" Kaget Aliya sambil mengelus pelan dada nya.
"Zefan!!!" Papa nya menegur dengan lirikan mata nya yang tajam.
Sedangkan yang di tegur hanya membalas dengan senyum yang menampakkan deretan giginya.
"Ini sudah larut malam. Kamu gak pulang?" Tanya Zefan kepada Aliya sambil melirik jam di tangan nya.
"Kasian Kean, pasti badan nya sangat lelah" Sambung nya lagi.
****
Sudah tiga hari Kiara di rawat, selama itu Aliya benar-benar menemani nya, ia pulang ke rumahnya hanya untuk mandi dan berganti pakaian, setelah itu ia akan kembali lagi ke rumah sakit tempat Kiara di rawat. Aliya sudah sangat menyayangi Kiara, maka dari itu Aliya benar-benar khawatir dengan kondisi Kiara.
Pada hari ini Aliya sedang membawa Kiara jalan-jalan di sekitaran taman rumah sakit. Berhubung Keandra yang tidak ikut dengan Aliya karena Keandra sedang di jaga oleh Kakek dan Nenek nya. Aliya mendorong kereta bayi Kiara sesekali membacakan shalawat untuk Kiara. Karena kondisi Kiara yang sudah membaik, sehingga infus nya pun sudah tidak di pakaikan lagi, hanya tinggal menunggu intruksi dari Dokter yang merawat Kiara sudah diperbolehkan pulang atau belum.
"Wah, anak Papa lagi ngapain nih?" Suara seorang pria mengejutkan Aliya yang sedang berjongkok di hadapan kereta bayi Kiara.
"Ehh, Mas Zefan"
__ADS_1
"Kamu sudah pulang kerja??" Basa-basi Aliya seraya berdiri di belakang Kiara.
"Iyah sudah Al. Aku sengaja pulang cepat karena tadi Dokter Kiara sudah menghubungiku untuk memberitahu kalau Kiara yang sudah diperbolehkan untuk pulang" Jawab Zefan sambil memegang tangan Kiara, dengan sedikit bermain.
"Baaa!! Anak Papa akhirnya boleh pulang juga" Ucap Zefan seraya bermain ciluk ba dengan Kiara.
"Alhamdulillah, aku senang juga mendengar nya Mas. Akhirnya Kiara udah boleh pulang yah sayang" Aliya mengusap pelan pucuk kepala Kiara.
"Al! jika aku melamar kamu untuk kembali menjadi istri aku, bagaimana menurut kamu?" Tanya Zefan sambil menatap kedua mata Aliya.
Aliya yang terkejut dengan pertanyaan Zefan dan juga tatapan mata Zefan kepada nya, langsung dengan cepat memutuskan kontak mata tersebut.
"Aku ingin kamu menjadi istriku sekaligus ibu untuk Kiara dan anak kita nanti" Lanjut Zefan lagi, karena melihat Aliya yang hanya terdiam.
"Apa maksud kamu Mas? kita berdua masih baru saja lepas dari masa iddah. Secepat itu kamu melupakan mendiang istri kamu? maaf mas!! aku belum bisa untuk melupakan Mas Zakri dari hati dan hidupku." Jawab Aliya terdengar dingin.
"Kalau di tanya mengapa bisa aku secepat itu melupakan Azizah, maka jawaban aku adalah tidak. Nama Azizah sudah aku simpan di lubuk hati aku yang paling dalam, namun aku berfikir bahwa aku tidak bisa lama-lama terbelenggu dengan seseorang yang beda alam dengan ku. Tidak baik juga untuk berlama-lama dalam kesedihan, Kiara juga sangat membutuhkan seorang Ibu. Apa kamu juga tidak ingin mencarikan seorang Ayah untuk Keandra?"
"Setiap malam aku selalu bertahajud untuk mencari petunjuk, dan aku menemukan jawaban bahwa kita berdua memang ditakdirkan untuk berjodoh. Mau kamu percaya atau tidak, coba kamu fikirkan jalan hidup yang kita alami berdua, meng-anehkan bukan? terkadang takdir itu memang aneh dan lucu" Zefan berbicara sambil menatap bunga-bunga di taman.
"Apakah benar yang dikatakan Mas Zefan? apakah memang takdir yang kami alami itu aneh dan lucu?"
...***...
__ADS_1
...Like dong🙏...