Dimana Kesalahanku??

Dimana Kesalahanku??
48


__ADS_3

Kini nampak terlihat sepasang wanita dan pria yang sedang duduk menunggu pesanan mereka di salah satu gubuk-gubukan yang berada di pinggir Pantai. Mereka yang tak lain adalah Zefan dan Bilqist, yang sedang beristirahat sejenak karena kelelahan usai mengelilingi Pantai tersebut.


Tak lama kemudian, pesanan mereka pun datang. Bilqist, yang sudah membuat ide licik nya, kemudian ia pun mulai menjalankan nya lagi.


"Zeff, suapin aku dong?" kata Bilqist dengan nada yang di buat-buat manja.


"Kamu kan punya tangan, makan saja sendiri" ketus Zefan.


"Tapi, ini mungkin terakhir kali aku di suapin oleh kamu loh" Bilqist berkata dengan mulai terisak.


Lagi-lagi dia mengeluarkan senjata ampuh nya. Mati beneran baru tau rasa!!


Zefan pun terpaksa menuruti apa yang di minta oleh Bilqist. Ia kemudian mengambil makanan di piring Bilqist, lalu menyuap kan nya ke dalam mulut Bilqist.


"Nih, aaa" Bilqist pun langsung menerima suapan yang di berikan oleh Zefan tersebut.


"Kamu mau tidak aku suapin gantian??" tanya Bilqist.


"Tidak perlu! aku masih bisa makan sendiri! tangan ku masih berfungsi soal nya" jawab Zefan datar.


Buju gile!! nyindir aku nih cerita nya!!


Mereka berdua tidak mengetahui, jika ada seseorang yang tengah memperhatikan kegiatan yang mereka lakukan. Selain, orang suruhan dari Bilqist, ternyata ada orang lain yang memperlihatkan mereka dari jauh.


"Itukan suami nya Aliya! siapa perempuan yang sedang bersama nya itu? kenapa mereka terlihat mesra sekali? seperti ada sepasang orang yang memiliki hubungan, apa mungkin suami nya Aliya berselingkuh di belakang Aliya. Astagfirullah" monolog orang yang sedari tadi sudah memperhatikan interaksi antara Zefan dan Bilqist.


"Hemm Zeff ak..." belum selesai Bilqist berbicara, Zefan sudah deluan mendahului nya.


"Kalau makan jangan berbicara! tersedak baru tau!" Zefan berbicara masih dengan datar nya.

__ADS_1


Kurang ajar sekali nih cowok! beneran hancur hubungan mu, gue orang pertama yang ngakakin loh!!


Setelah perdebatan itu, Bilqist pun menurut untuk diam, dari pada mendengar kata-kata pedas lagi dari Zefan, lebih baik dia tidak berbicara dulu. Hanya ada keheningan di antara mereka berdua, sampai tak terasa makanan mereka pun habis tak bersisa.


"Makanan nya kan sudah habis! sekarang boleh kan kalau aku bicara?" tanya Bilqist menatap ke arah Zefan.


"Itu juga kamu sudah berbicara kok" acuh Zefan.


Bilqist yang paling cantik se- Indonesia, sabar yah ngadepin makhluk Tuhan yang satu ini, lihat saja! nanti dia bakalan luluh kok sama kamu.


"Zeff, kamu beneran sudah moveon dari aku? kenangan kita sudah sangat banyak loh! bahkan sampai tidak bisa di hitung lagi! kamu ingat tidak? dulu kita sudah berjanji akan menikah, dan membangun rumah di pinggir Pantai di kota Bali? apa kamu sudah tidak mengingat semua cita-cita yang kita bangun dari dulu? Aku kecewa sebenarnya sama kamu Zeff! tapi, yasudah lah! lupakan saja, mungkin kita memang tidak berjodoh. Aku ikhlas merelakan mu untuk hidup bersama istri kamu" ujar Bilqist dengan air mata nya yang sudah mulai membanjiri pipi nya.


Mana ada aku ikhlas! aku tidak bisa mendapatkan kamu! jangan harap ada yang bisa juga mendapatkan mu.


"Bil, itukan hanya masa lalu! bisa saja kita membuat janji di masa lalu, sedangkan kita tidak tahu, apa yang akan terjadi di masa depan" Zefan menjawab sudah dengan nada lembut nya.


"Yah, tapikan itu janji nama nya Zeff!! janji itu harus di tepatin!" tangis Bilqist mulai tambah histeris.


"Aku juga tidak tau, jika aku menikah bukan sama kamu. Disini tidak ada yang salah Bil, takdir lah yang merubah semua nya. Sekuat apapun kita saling menggenggam! jika Tuhan tidak menakdirkan kita bersatu, pada akhir nya kita akan berpisah juga Bil! ikhlas, itulah hal yang harus kita perbuat! merelakan, itu juga yang seharusnya sudah kita persiapkan! Sudah, kamu jangan menangis yah, aku selalu mendoakan kamu agar kamu bisa hidup bahagia tanpa aku" ujar Zefan menjelaskan kepada Bilqist.


"Tanpa kamu aku hidup bahagia kata kamu?? bahagia ku cuma saat bersama mu Zeff!! " jawab Bilqist dengan nada yang sudah terbawa emosi, karena mendengar ucapan dari Zefan.


"Umur aku sudah tidak lama lagi! dan kamu bilang aku bahagia?? enggak Zeff! aku tidak bahagia! bahkan, di sisa umur ku ini! aku selalu menderita karena melihat kamu," tunjuk nya ke wajah Zefan. "Melihat kamu bahagia dengan perempuan lain! sedangkan aku di tempat lain, menderita Zeff!! aku menderita hikss... hiks.... sakit Zeff! sakitt! sudah penyakit aku yang merajalela, di tambah lagi harus melihat kamu berbahagia sama orang lain! tambah semakin parah rasa sakit yang aku rasakan Zeff!! hikss... hiks... aku gak menyangka! hubungan kita yang sudah sangat lama, sejak kita masih duduk di bangku SD, harus hancur begitu saja karena perempuan yang di jodohkan dengan dirimu!!" Bilqist sudah mengeluarkan unek-unek nya disertai air mata nya yang mengalir deras.


Zefan yang mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Bilqist itu pun tiba-tiba merasakan sakit di dalam dada nya. Ia tidak menyangka, kalau selama ini, ternyata Bilqist merasakan sakit yang sangat teramat sakit.


"Bil, aku minta maaf. Bukan maksud aku untuk menyakiti kamu, kehendak orang tua ku lah yang terpaksa aku harus begini" kata Zefan dengan nada yang bersalah.


"Apa kamu masih menyayangi aku Zeff?" pertanyaan aneh yang tiba-tiba di lontarkan oleh Bilqist kepada Zefan.

__ADS_1


Deggg... dada Zefan tiba-tiba terasa sesak, jantung nya berdetak lebih kencang. Hati nya seakan teriris saat mendengar pertanyaan dari Bilqist.


"Aku jelas masih menyanyangi kamu lah, aku sudah menganggap kamu sebagai sahabat aku. Jadi, yang pasti aku menyayangimu sama seperti aku menyayangi Aska dan Andra" Zefan menjawab dengan nada yang di buat agar terlihat santai.


"Apa kamu tidak ingat sama sekali janji kamu kepada aku Zeff?? dulu kamu berjanji akan segera meninggalkan Aliya! dan akan segera menikah dengan ku! kamu bilang, kita akan hidup bahagia berdua! kamu bilang hanya aku yang pantas menjadi ibu untuk anak-anak kamu kelak!! tapi apa?? semua yang kamu ucapkan itu bulshit. Asal kamu tau Zeff!! kata dokter yang menangani aku! aku bisa sembuh jika aku ingin berjuang dan selalu mendapat dorongan dari orang yang aku cintai!! dan orang yang aku cintai itu adalah kamu Zeff!!! kamu orang yang aku cintaii!!"


Zefan pun seakan luluh mendengar ucapan dari Bilqist tersebut. Benar, semua yang di katakan oleh Bilqist itu benar ada nya. Dia lah di sini yang menjadi lelaki pecundang yang tidak bisa mengikuti kata hati nya untuk memilih perempuan yang benar-benar ia cintai. Zefan seakan lupa dengan perjuangan nya dulu sewaktu meminta maaf kepada Aliya yang kabur dari rumah nya.


Karena merasa tak tega, Zefan pun menarik tubuh Bilqist kedalam pelukan nya. Jujur, seperti nya Zefan ini benar-benar lelaki egois, yang tidak bisa memilih di antara Aliya dan Bilqist. Ia lelaki yang mau menang sendiri, di satu sisi ia sudah mencintai Aliya. Sedangkan, di satu sisi lagi ia masih tidak bisa melepaskan Bilqist.


"Jangan menangis lagi, aku sedih melihat kamu seperti ini! ak.. aku akan selalu memberi dorongan agar kamu bisa segera sembuh. Aku mau menuruti semua perkataan kamu. Apapun itu asal kamu bisa sembuh" kata Zefan sambil mengusap rambut Bilqist.


"Benarkah itu??" tanya nya kepada Zefan.


Zefan pun hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Bilqist itu.


"Cara agar aku bisa segera sembuh adalah... DENGAN CARA KAMU SEGERA MENCERAIKAN ISTRI KAMU....."


...***...


Maaf yah kakak², jika alur nya tidak seperti yang kalian inginkan. Alur nya ini murni dari imajinasi author, jadi kalau alur nya membuat kakak² naik tengsi, tolong jangan marah yah. Tapi, jika kakak² naik tengsi gara-gara cerita ini, author sangat senang, itu tanda nya kakak² terlalu ikut perasaan saat membaca nya. 😂😂


Like👍


Komen📩


Hadiah🎁


Vote❤

__ADS_1


...To back continue... ...


__ADS_2