
Seorang lelaki bertubuh tegap, dengan jubah muslim di badan nya, sorban yang menempel di kepala nya terlihat sedang menuruni tangga pesawat.
Lelaki tersebut mengedarkan pandangan nya, mencari-cari seseorang yang akan menjemput nya.
Tak berselang lama, datang lah pria yang kira-kira usia nya sudah berkepala lima menghampiri cowok tersebut.
"Dengan den Zakri Al Fatih??" tanya pria yang barusan datang tersebut.
"Iya benar, apakah bapak yang akan menjemput saya??" tanya pria yang bernama Zakri tersebut.
"Iyah betul den, saya yang ditugaskan oleh Abi aden untuk menjemput aden" kata bapak tersebut.
"Owh iya, yaudah mari pak, antarkan saya langsung ke apartemen dulu ya pak, besok saja saya kerumah abi dan umi, soalnya saya masih capek sekali" kata Zakri dengan lembut nya.
"Baik den, silahkan kalau begitu den"
.........
Tak beberapa lama, tibalah Zakri di apartemen yang sudah di pesan nya, ia pun berjalan menuju apartemen sesuai nomor nya. Tapi seketika langkah nya terhenti ketika melihat sosok perempuan bercadar yang sedang membeli tisu dan minuman kepada dua orang anak kecil.
Langkah nya terhenti bukan karena ia mengagumi perempuan tersebut, tetapi karena suara perempuan tersebut yang tak asing di telinga nya. Suara perempuan tersebut mengingat kan dia kepada perempuan yang di cari-cari nya selama ini. Tak mau bingung dengan pikiran nya yang menerka-nerka, ia pun dengan cepat memanggil perempuan yang seperti nya ia kenali itu.
"ALIYAAA!!" teriak nya.
DEGGG, Aliya langsung melihat kearah suara yang memanggil nya tersebut, jantung nya serasa berdetak lebih cepat ketika melihat sesosok pria yang selama ini dia idam-idamkan menjadi masa depan nya.
"Assalamu'alaikum ukh, kamu beneran Aliya, adik kelas aku sewaktu SMA di Mesir kan??" tanya Zakri lagi.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, iya bener aku adek kelas kakak sewaktu di Mesir dulu, aku pamit deluan yah kak, aku ada urusan mendadak, assalamualaikum" kata Aliya hendak melangkah, namun langkah nya terhenti karena mendengar perkataan dari Zakri yang membuat detak jantung nya kembali berdetak lebih cepat lagi.
"Waalaikumsalam, Al, sudah lama aku mencari kamu, dan sekarang aku berhasil menemukan kamu. Aku akan cepat-cepat menemui ayah mu, dan segera melamar mu menjadi istri ku"
__ADS_1
"Maaf kak, tapi itu semua tidak akan pernah terjadi, karena Aliya yang kakak kenal dulu kini sudah bersuami, dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu" Setelah mengatakan itu Aliya pun buru-buru meninggalkan pria tersebut, ia tidak bisa membohongi hatinya, sewaktu dulu masih SMA di Mesir, Aliya sangat mengagumi sosok Zakri, kakak kelas nya tersebut yang dikenal dengan ketekunan dalam beragama nya, dan sering juga dia disuruh untuk berceramah di acara-acara besar sekolah.
DUARRR.... hati Zakri terasa remuk redam mengetahui hal menyakitkan tersebut, perempuan yang selama ini di cari-cari nya, selama kurang lebih tiga tahun ia mencari nya, dan kini berhasil di temui nya ditanah kelahiran nya, namun sudah berganti status menjadi 'ISTRI ORANG', sia-sia sudah perjuangan nya selama itu.
Padahal tadi ia sudah sangat senang melihat perubahan Aliya yang sekarang sudah memakai baju panjang tertutup, dan wajah nya yang ditutup oleh cadar, hanya kedua mata nya yang terlihat. Pas sekali seperti wanita yang diidamkan nya untuk menjadi pendamping hidup nya.
"Apa benar kamu bukan jodoh ku Al?? tapi kenapa ketika aku shalat di sepertiga malam, selalu wajah kamu yang muncul Al?? semoga kamu selalu berbahagia Al, insya Allah aku ikhlas" kata Zakri lirih.
...***...
Sudah hampir seminggu Aliya meninggalkan Zefan, sudah hampir seminggu itu juga Zefan merubah semua sikap nya, mulai ia yang jarang shalat, kini telah rajin dan bahkan hampir shalat sunnah ia kerjakan juga. Tak henti-henti nya ia berdoa agar segera dipertemukan oleh istri nya, ia kini sudah berjanji kepada diri nya, kalau ia sudah berhasil menemukan Aliya, apapun keinginan Aliya akan ia penuhi, tapi tidak dengan perceraian, karena sampai kapan pun ia tidak akan pernah menceraikan Aliya.
Zefan pun tak henti-henti nya terus mencari keberadaan Aliya, ia juga sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari dimana Aliya berada.
"Halo bos, kami sudah berhasil menemukan keberadaan istri bos, seperti yang kami cari tahu, istri bos masih ada di kota ini, dia tidak pergi ke kota lain ataupun keluar negeri. Istri bos sekarang tinggal di salah satu apartemen yang berada di Jalan Cempaka, tapi kalau soal nomor apartemen nya, kami belum tau pasti bos"
"Bagus, terima kasih untuk laporan bagus nya. Nanti soal bayaran akan saya transfer ke rekening kalian. Sekali lagi terima kasih sudah mau membantu saya" kata Zefan di balik telfon nya.
"Aman" panggilan pun terputus.
"Aliya, akhirnya aku bisa menemukan mu juga. Aku harus segera kesana, sebelum ia pergi dari apartemen itu" Zefan berbicara sendiri.
Setelah itu Zefan pun segera mengirim pesan kepada ke dua sahabat nya, untuk ikut menemani nya pergi ke alamat apartemen yang di dapat dari laporan orang suruhan nya tersebut.
Tak beberapa lama, Andra dan Aska pun tiba di rumah Zefan, tidak mau lama-lama, mereka bertiga segera menuju ke alamat tersebut.
...***...
Aliya yang kini sedang duduk bersantai di bangku taman yang ada di halaman depan apartemen yang ia tinggalin tersebut, ia sesekali membacakan shalawat beserta surat-surat pendek sambil mengelus bayi di perut nya itu.
Karena sangking menghayati bacaan shalawat nya, sampai-sampai Aliya tidak sadar kalau ada tiga pasang mata yang mengamati nya.
__ADS_1
Tiga pasang mata yang sedang mengamati Aliya tersebut ialah Zefan, Andra dan Aska. Mereka barusan tiba di apartemen Aliya tersebut, ketika mereka bertiga mau memasuki apartemen itu, mereka sempat melihat sosok perempuan bercadar yang sedang duduk di bangku taman. Perempuan yang mereka amati tersebut tak lain ialah Aliya, sosok istri yang selama ini Zefan cari-cari.
"Itu benaran Aliya, istri aku kan??" tanya Zefan dengan senang nya.
"Iya, itu memang beneran Aliya, istri kamu Zeff" balas Aska.
Zefan pun segera ingin berlari untuk menemui Aliya, namun pergelangan tangan nya tiba-tiba di tarik oleh Andra.
"Kamu mau datengin Aliya??" tanya Andra masih tetap memegang pergelangan tangan Zefan.
"Aneh kali yah pertanyaan kamu Ndra, yah jelas lah aku mau nyamperin istri aku" kesal Zefan dengan salah satu sahabat nya itu.
"Jangan sekarang Zeff, sekarang kamu hanya perlu mengawasi Aliya dulu, jangan gegabah Zeff!!" kata Andra tegas.
"Udah lepasin tangan gue, sekarang gue harus segera datengin Aliya, sebelum dia pergi lagi" Zefan pun langsung menarik tangan nya dari genggaman Andra, dan segera berlari menuju tempat Aliya duduk.
"ALIYA" Zefan pun langsung memeluk Aliya, ia benar-benar sangat merindukan sosok istri nya itu.
Aliya yang mendapati pelukan mendadak dari sosok orang yang sangat ia rindukan itu pun seketika menegang. Ia memang sangat merindukan Zefan, namun yang masih ia bingung kan, mengapa Zefan bisa tau dia berada disana.
"Mm... ma...mas Zefan... kamm.. kamu.. kenapa... bisa.... ada... disini..??"
...๐พ๐พ๐พ...
Like๐
Komen๐ฉ
Hadiah nya dong kaka, biar aku semangat ๐ ๐
...To back continue......
__ADS_1