Dimana Kesalahanku??

Dimana Kesalahanku??
67


__ADS_3

"Jadi, apakah sekarang sudah bisa untuk segera masuk tahap transplantasi sumsum belakang nya?" tanya Dokter setelah selesai menjelaskan tentang tahapan dan dampak dari proses transplantasi tersebut.


"Saya siap Dok!!" jawab Zefan mantap.


Semua orang di sana pun melirik ke arah Zefan dengan pikiran yang berkecamuk.


"Kamu serius Zeff?" tanya Mama nya Zefan yang sudah benar-benar dilanda ketakutan.


"Demi anak Zefan Ma, Zefan siap mengorbankan semua jiwa dan raga Zefan!!" tegas Zefan namun tetap dengan nada yang tidak membentak.


"Baiklah kalau begitu kita akan langsung ke tahap pertama, yaitu melakukan tes kecocokan HLA. Kami akan mengambil sel induk darah melalui aliran darah atau langsung dari tulang sumsum belakang Pak Zefan! dan jika itu cocok, maka kita akan langsung memasuki tahap selanjutnya" jelas sang Dokter.


"Kalau begitu, mari Pak Zefan kita langsung ke ruangan untuk tes HLA nya!" ajak Dokter kepada Zefan.


"Doa kalian semua sangat berarti bagiku, do'akan semua nya berjalan dengan lancar yah!" ucap Zefan kepada Aliya dan yang lain nya.


"Doa kami selalu menyertai mu Zeff!" jawab Zakri, yang di setujui dengan anggukan dari yang lain.


Zefan pun lalu pergi meninggalkan mereka semua dan mengikuti arah dari Dokter tersebut.


Setelah kepergian Zefan, mereka semua pun kembali ke ruangan nya Furqan.


Tiba-tiba brukkkkk.... tak sengaja seorang pria menabrak Aliya, hingga membuat diri nya terjatuh ke lantai.


"Awwww...." pekik Aliya sedikit meringis kesakitan.


"Astagfirullah Aliya, kamu tidak apa-apa?" tanya Zakri sambil membantu Aliya berdiri. Dan kini pandang Zakri menatap ke pria yang sudah menabrak istri nya itu.


Apa iya dia Aliya yang ku cari? kalau benar, aku harus segera memberitahu nya. Tapi untuk apa dia ada disini? apa dia ingin menjenguk..... akh, tidak mungkin!!


"Maaf, saya tidak sengaja, saya terburu-buru sehingga tidak sempat memperhatikan keadaan" ucap Pria tersebut dengan rasa bersalah nya.


"Emm.. iya tidak pa-pa kok Pak, lain kali hati-hati kalau berjalan" jawab Aliya lembut, sambil membersihkan belakang rok nya yang sedikit kotor karena terjatuh tadi.


"Yasudah kalau begitu kami permisi duluan Pak" kata Zakri sopan, ia sudah mulai kesal saat melihat tatapan pria itu kepada Aliya, tatapan nya seperti tatapan ingin menerkam Aliya.


Saat mereka ingin melangkahkan kaki nya, tiba-tiba pria tersebut memanggil Aliya.


"Tunggu sebentar!! apakah kamu yang bernama Aliya Eka Pramesti??" tanya pria tersebut.

__ADS_1


Siapa pria ini? kenapa dia bisa mengenal Aliya?


"Iya, Bapak siapa nya Aliya yah? apa kalian pernah kenal?" Zakri yang menyahut.


"Saya sahabat nya Bilqist, saya cuma mau meminta tolong kepada wanita yang bernama Aliya untuk segera menjenguk nya, karena saat ini Bilqist sedang dalam keadaan kritis, beliau benar-benar sangat memerlukan sosok Aliya untuk memperlancar kepergian nya" terang pria tersebut dengan raut kesedihan.


Deggg.....


Cobaan apalagi ini ya Allah! kenapa begitu banyak cobaan yang engkau hadapkan kepada hamba....


"K.. ritis.... makk... sud nya?" tanya Aliya terbata-bata.


"Nanti saja saya jelaskan nya, sekarang bisakah kamu untuk ikut saya menemui Bilqist?" tanya nya dengan sedikit memaksa, ia benar-benar sudah sangat khawatir dengan keadaan Bilqist sekarang.


"Tidak perlu Al!! gara-gara perempuan ular itu, hubungan kamu dengan Zefan berakhir!! tidak perlu lagi kamu berurusan dengan perempuan yang bernama Bilqist itu!!!" ucap Mama nya Zefan dengan nada tegas nya. Sang suami, beserta kedua orang tua Zakri dari tadi hanya diam memperhatikan mereka saja, walaupun mereka sebenarnya ingin ikut andil membantu Aliya, namun mereka urungkan.


"Saya mohon.... Bilqist benar-benar sangat memerlukan kamu" mohon pria tersebut bahkan sekarang ia sudah membungkuk dan mengatupkan kedua tangan nya seraya memohon sebesar-besarnya.


"Maaf Ma! aku harus tetap menemui Bilqist. Mama, Papa, Abi dan Umi deluan saja yah ke kamar nya Furqan, Aliya dan Mas Zakri ingin pamit sebentar"


Kenapa Aliya masih memanggil orang tua Zefan dengan panggilan seperti itu? karena itu adalah perintah dari kedua orang tua nya Zefan. Katanya, walaupun Aliya sudah bercerai dengan Zefan, namun mereka tetap menganggap Aliya sebagai putri mereka.


"Baiklah Al!! kamu hati-hati yah! kalau ada yang mencurigakan, segera langsung hubungi kami semua" ucap Mama Zefan.


Aliya dan Zakri pun mengikuti pria tersebut untuk pergi menuju ruangan tempat Bilqist di rawat.


Berarti kemarin yang aku lihat itu benar-benar Bilqist!


Mereka pun kini tiba di depan pintu ruangan Bilqist. Melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam sana, membuat jantung Aliya mendadak berdegup sangat kencang.


Ceklekk... Pandangan mereka pertama kali di kejutkan oleh sosok perempuan yang sedang terbaring di brankar dengan banyak nya alat-alat medis yang menyambung ke dalam tubuh nya.


Aliya pun langsung berlari menghampiri Bilqist, ia lalu memegang sebelah tangan Bilqist.


"Apa yang terjadi dengan dia? apakah penyakit nya kini semakin parah?" (Karena yang Aliya tau, Bilqist itu memang benar-benar memiliki penyakit)


"Maksudnya? apa kalian semua sudah tau tentang penyakit yang di derita oleh Bilqist?" tanya pria tersebut yang tak lain adalah Galang (sahabat Bilqist). Sekarang ia baru ingat, kalau Bilqist membohongi mereka dengan mengaku mengidap penyakit kanker darah, malah akhirnya ia benar-benar mengidap penyakit tersebut.


"Yah kami semua sudah tau. Oh iya, apakah Bilqist sudah tidak memiliki orang tua? kenapa disini aku tidak melihat orang tua nya?" tanya Aliya sambil celingukan mengelilingi ruangan Bilqist.

__ADS_1


"Orang tua Bilqist sedang dalam perjalanan kemari" jawab Galang.


"Akh iyah, perkenalkan namaku Galang, aku sahabat nya Bilqist sewaktu kami sekolah di luar negeri" ucap nya sambil menjulurkan tangan kanan nya ke Zakri.


"Aku Zakri, suami nya Aliya" balas Zakri sambil menyambut tangan Galang dengan tangan kanan nya juga.


"Bolehkah aku bicara tentang Bilqist kepada kalian?" tanya Galang yang kini sudah benar-benar ingin segera mengungkap semua yang sudah Bilqist lakukan.


"Boleh"


"Akh ya, silahkan!"


Galang pun akhirnya menceritakan tentang penyakit Bilqist yang hanya rekayasa untuk memisahkan Aliya dengan Zefan, Galang juga menceritakan tentang kecelakaan yang pernah di alami oleh Bilqist itu semua adalah rencana Bilqist sendiri.


Aliya dan Zakri benar-benar sangat kaget setelah mendengar penjelasan dari Galang itu. Mereka tidak menyangka kalau Bilqist bisa senekat itu demi memisahkan Aliya dengan Zefan.


"Maka dari itu, saya sangat kaget ketika Bilqist menghubungi saya, dan memberi tau semua nya. Dan, yang paling saya kaget kan, ketika saya tau kalau Bilqist benar-benar mengidap penyakit yang telah ia rekayasa sendiri"


"Allah Maha Pendengar, jadi janganlah sembarangan untuk berucap tentang kebohongan yang nantinya akan membawa kamu sendiri kedalam kesengsaraan. Mungkin Allah mengabulkan semua yang Bilqist telah rencanakan itu" Zakri menjelaskan.


Tiba-tiba Bilqist mengenggam erat tangan Aliya yang sedari tadi memegang tangan nya.


"Al..... liya..... akkk... akkuuu.... minn.. ta... maaaffff.... aku... ud.. dah.. banyakk... mem... buat... keja.... hatan... sama.... kam.. uuuu.... tolong... sam... paikan... juga... maaff... ku.... kepada... Zeff... Zeffannnn..."


Tittttttttt....,. terdengar suara dari monitor dan garis yang tadinya berlika-liku, kini sudah menjadi lurus.


Bilqist pun memejamkan matanya, mungkin ia sudah merasa lega setelah bisa meminta maaf kepada Aliya. Di saat kebersamaan itu juga, pintu ruangan Bilqist terbuka menampilkan dua orang paruh baya.


"BILQIST!!!! ANAKKUUUU...."


...****...


Like👍


Komen 📩


Favorit ❤


Hadiah🎁

__ADS_1


Vote 🖤


...Bersambung.... ...


__ADS_2