
Aliya dan keluarga Zakri kini nampak sedang menyalami tamu yang datang ke acara selapanan pemberian nama untuk bayi Aliya. Acara itu cuma mengundang tetangga dekat saja dan para saudara dari Zakri. Orang tua Zakri sengaja tidak mengundang banyak orang supaya keberadaan Aliya tidak ada yang mengetahui nya. Banyak para tamu yang heran akan sosok Aliya, mereka bertanya-tanya, ada ikatan apa keluarga Zakri dengan Aliya? Setahu mereka, Zakri belum menikah! tidak mungkin kan kalau Zakri sudah memiliki istri dan anak.
"Aduh Bu, ini cucu pertama nya yah?? wahh lucu sekali" ucap seorang ibu-ibu kepada Umi nya Zakri.
"Iyah Bu! ini cucu pertama saya! ganteng seperti Daddy nya, Zakri!! hahahha" jawab Umi nya Zakri dengan candaan.
"Umi!!" sentak Zakri.
"Sudah sana Zak! ajak Aliya itu untuk makan dulu! dari tadi kalian kan belum ada makan karena menjaga Furqan, mumpung Furqan nya masih anteng sama mama! kesempatan kalian untuk bisa istirahat dulu!" kata Umi nya Zakri.
"Gak usah Mi! Aliya belum lapar kok!" tolak Aliya halus, ia sebenarnya memang sudah lapar. Tetapi, karena ia tidak mau merepotkan Umi Zakri karena harus menjaga anak nya, ia pun terpaksa harus menahan lapar nya dulu.
"Sudah Al! kamu tidak usah membantah ucapan Umi! karena percuma saja, Umi pasti tetap akan memaksa mu untuk makan" timpal Zakri.
"Bener tuh Al! sudah sana cepat makan! nanti keburu Furqan nya rewel!" usir Umi nya.
"Wah mereka sangat serasi yah! yang cowok sholeh, dan yang cewek nya shalehah" puji ibu-ibu yang bertanya tadi.
Aliya dan Zakri pun terpaksa pergi untuk mengambil makanan di meja hidangan. Mereka lalu duduk lesehan di tikar tempat para tamu yang tadi telah membacakan doa-doa, ayat Al-Quran, serta mencukur rambut Furqan.
Mereka makan dengan keadaan diam. Mereka sama-sama faham, kalau makan tidak boleh berbicara, hingga sampai makanan mereka habis tak tersisa.
"Oh iya Al, apa kamu sudah resmi bercerai?" tanya Zakri yang sudah selesai dengan makanan nya.
"Secara agama sih sudah kak! tapi, kalau secara hukum seperti nya belum! soalnya surat dari pengadilan nya belum sampai ke tangan Aliya" jawab Aliya sekenanya.
"Owh begitu yah!" Aliya hanya mengangguk tanda mengiyakan.
"Apakah kamu sudah benar-benar melupakan mantan suami mu itu Al?" tanya Zakri seperti sedang menginterogasi Aliya.
"Gak tau deh kak!" jawab Aliya pelan.
"Aku boleh minta sesuatu gak sama kamu? tidak susah-susah kok" ucap Zakri.
"Hemm, kalau sanggup Aliya kasih! kalau tidak sanggup, yah terpaksa gak bisa Aliya kasih" jawab Aliya sambil cengengesan.
__ADS_1
Zakri pun terkekeh mendengar jawaban dari Aliya itu. Kini ia sudah mulai bisa mengembalikan kecerian Aliya lagi.
"Kamu pasti sanggup kok" kata Zakri yakin.
"Emang nya kakak mau minta apaan?" tanya Aliya.
"Kakak minta... kamu... panggil kakak dengan sebutan mas! soalnya aku serasa geli aja kalau kamu panggil kakak! kayak aku jadi kakak pembina pramuka kamu gitu" jawab Zakri dengan sengaja melambat-lambatkan ucapan nya.
"Hahahha... cuma itu?" tanya Aliya sambil terkekeh.
"Memang cuma itu! mangkanya tadi aku sudah sangat yakin kalau kamu pasti sanggup dengan permintaan aku!" ucap Zakri.
"Yaudah deh, aku turuti!" jawab Aliya lembut.
"Gitu dong!"
"Kan dari tadi kakak sudah menginterogasi aku! sekarang gantian aku yang menginterogasi kak... eh Mas Zakri maksud nya" ujar Aliya yang masih salah dalam menyebut panggilan baru ke Zakri itu.
"Tanya saja lah" jawab Zakri sambil meminum sirup yang tadi di ambil nya.
"Owh itu toh yang mau kamu tanyakan! Mas kirain apaan!" kata Zakri sambil menarik nafas nya.
"Ibu kandung aku memang sudah meninggal! ia meninggal saat melahirkan aku! kata Abi, sewaktu mengandung aku! Ibu ku mempunyai penyakit kanker rahim, hingga sampai saat melahirkan, dokter hanya bisa menyelamatkan salah satu di antara aku dan Ibu! Abi sebenarnya menyuruh dokter tersebut untuk menyelamatkan Ibuku! tetapi ternyata di dalam ruangan operasi, ibu menyuruh dokter nya untuk menyelamatkan aku saja" jawab Zakri sendu.
"Tapi, kedekatan Mas Zakri sama Umi itu sangat dekat sekali loh, seperti bukan anak dengan ibu tiri nya! berarti Fanya itu beda ibu dong dengan Mas Zakri?" tanya Aliya lagi.
"Itu karena Umi merupakan saudari kembaran Ibu kandung Mas! rupanya, sebelum beliau pergi, ia sudah menuliskan sebuah surat, dengan wasiat supaya Abi menikah dengan saudari kembar nya. Dan, masalah dekat dengan Umi? yah itu karena Umi sangat sayang kepada Mas, sehingga Mas pun jadi nya juga sangat menyayangi nya! dan Fanya, memang kami lahir dari Ibu yang berbeda" jawab Zakri panjang lebar.
Mendengar itu, Aliya hanya menganggukkan kepala nya saja. Kini, ia sudah faham dengan pertanyaan yang mengganggu pikiran nya itu.
"Ada satu lagi nih, yang pengen juga Aliya pertanyakan!"
"Apa emang?"
"Mas Zakri kenapa sampai sekarang belum menikah juga? emang nya Mas Zakri mau jadi perjaka tua?"
__ADS_1
***
Tampak di salah satu restoran sederhana, seorang wanita yang sedang makan bersama dengan kekasih nya. Perempuan tersebut adalah Bilqist, yang sedang makan bersama dengan Zefan. Kini mereka berdua hanya bisa makan di tempat yang sederhana, karena keuangan mereka yang kini sudah mulai menipis. Bahkan, Zefan kini sudah berniat untuk menjual mobil Aliya tersebut, untuk modal ia membuka usaha.
"Mas, aku ke toilet sebentar yah!" kata Bilqist di sela-sela bicara nya.
"Iya, yaudah sana" jawab Zefan.
Saat Bilqist ingin memasuki toilet, tiba-tiba saja mulut nya di bekap oleh seseorang dengan menggunakan sapu tangan yang mengandung bius, sehingga membuat kesadaran nya hilang.
Zefan pun yang sedari tadi menunggu Bilqist dari toilet menjadi kesal, karena Bilqist yang tak kunjung datang. Akhirnya, ia pun terpaksa harus mendatangi toilet di restoran tersebut. Betapa kaget nya ia, saat sudah sampai di toilet dan tidak menemukan Bilqist di sana. Ia pun lalu mencoba menghubungi nomor Bilqist, tetapi juga tidak bisa karena nomor Bilqist yang tidak aktif.
***
"Halo Bos! kami sudah berhasil menangkap buronan yang Bos perintah kan! apa yang harus kami lakukan Bos? sekarang dia masih pingsan karena biusan itu" ucap seorang pria yang sedang menelfon Bos nya.
^^^"Sekarang kalian tunggu sampai ia terbangun! setelah ia bangun, kalian beri dia pelajaran dulu! kalau kalian mau mencicipi tubuh nya pun tak apa! habis itu, baru lah kalian antar dia ke club malam yang ada di New York! kalian berangkat kesana setelah ia sudah terbangun! jangan sampai di ketahuilah oleh siapapun!" jawab Bos nya dari sebrang telefon.^^^
"Siap Bos! segera kami laksanakan" sambungan telefon mereka pun akhirnya terputus.
***
"Kehancuran mu sudah di mulai! aku dulu masih bersabar dengan sikap mu yang sudah menyakiti adik ku! dan sekarang kesabaran itu sudah habis! sekarang giliran kamu yang akan merasakan sakit yang amat terdalam" ucap seorang pria dengan senyum smirk nya.
...***...
Like👍
Komen📩
Favorit ❤
Hadiah🎁
Vote🖤
__ADS_1
...To back continue......