
Matahari sudah menampakkan diri nya dari ufuk timur, sinar nya yang terpancar dengan membawa kehangatan, membuat siapa saja yang merasakan kedinginan seakan-akan hilang, karena sinar matahari yang hangat itu.
Terlihat di suatu rumah, dimana sang pemilik rumah nya tampak sedang bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat. Orang tersebut adalah Zefan yang tengah bersiap-siap untuk pergi ke Pantai sesuai janji nya kepada Bilqist. Aliya yang menyiapkan semua keperluan suami nya merasakan kesedihan karena ia terpaksa menyiapkan pakaian yang di kenakan oleh Zefan itu untuk bepergian bersama wanita lain, yang notabene nya adalah mantan kekasih Zefan.
Zefan yang melihat kesedihan di raut wajah Aliya pun jadi tak tega. Ia pun mencoba berbicara kepada Aliya untuk tidak jadi pergi dengan alasan ingin menjaga Aliya karena kehamilan nya yang tinggal menunggu hari, ia beralasan bagaimana jika ia pergi, tiba-tiba saja Aliya ingin lahiran. Namun, tetap saja Aliya memaksa Zefan untuk pergi, ia tidak mau Zefan menjadi seseorang yang ingkar janji. Bagaimana pun, Zefan lah yang menyanggupi permintaan dari Bilqist, jadi ia juga harus mengabulkan nya.
"Bee, aku tidak usah pergi saja yah! aku engga mau pergi sama dia" kata Zefan mencoba memelas mencari rasa belas kasihan dari Aliya.
"TIDAK!!" Aliya berucap sambil melototkan mata nya ke arah Zefan. "Aku gak mau kamu jadi pengkhianat mas! kan kamu sendiri yang sudah berjanji akan mengajak nya untuk pergi ke Pantai! kamu tidak boleh mengingkari nya mas!" kata Aliya tegas, namun di dalam hati nya ia berharap ada keajaiban agar suami nya itu tidak jadi pergi. Karena sebenarnya ia pun juga tidak rela jika Zefan pergi hanya berdua bersama wanita yang pernah netap di hati nya.
"Bee, ayolah jangan memaksa ku! kamu tau kan dia itu wanita jahat! aku takut dia nanti menyewa orang untuk menyakiti kamu ketika aku tidak berada di samping mu" Zefan berpikiran seperti itu. "bagaimana kalau kamu ikut saja sama aku! tapi kamu tidak usah dekat dengan ku! kamu cukup saja mengawasi aku dari jauh, aku benar-benar takut dia merencanakan sesuatu terhadap kamu Bee" kata Zefan memberikan usul nya.
"Aku gak mau ikut mas! perut aku sudah besar, aku udah gak kuat untuk berjalan jarak jauh" jawab Aliya sangat jujur.
"Hemm... yaudah lah, tapi kamu harus berhati-hati di rumah yah! kalau ada orang yang mengetuk pintu jangan di buka! kamu kunci rumah rapat-rapat! pokok nya kalau ada yang mencurigakan, kamu langsung telefon ke nomor aku yah!!" kata Zefan dengan tegas, yang sudah memunculkan sikap over posesif nya.
"Iyah suami ku yang paling aku sayangiiii" kata Aliya sambil mencubit gemas pipi Zefan.
"Sakit tau, kamu cubitin" kata Zefan pura-pura ngambek, padahal di hati nya ia senang karena Aliya sudah mengeluarkan sikap lucu nya.
"Yaudah deh gak aku cubit. Kalo di cium mau gak?" tanya Aliya menggoda Zefan.
"Mau, mau! jelas mau lah! sekarang cepat kamu cium ini, ini, ini, ini, ini dan ini! " kata Zefan menunjuk ke arah kedua pipi nya, kedua mata nya, kening dan yang terakhir ke arah bibir nya.
__ADS_1
"Ish siapa juga yang mau mencium kamu! aku aja tadi cuma bercanda saja" kata Aliya menghindar, karena wajah nya yang sudah memerah bak kepiting rebus. Niat nya ingin menggoda suami nya, eh malah dia yang di goda balik oleh Zefan.
"Cieee yang udah baperr... biasa aja kali. Yaudah kalau kamu tidak mencium aku biar aku saja yang mencium kamu. Cup, cup, cup" Zefan benar-benar mencium Aliya, setelah itu ia pun langsung berlari meninggalkan Aliya yang masih mematung karena ulah Zefan.
"Aku pergi dulu yah Bee, ingat semua yang aku katakan! hati-hati di rumah yah. Assalamu'alaikum Bee" teriak Zefan sambil berlari.
Aliya pun langsung tersadar karena mendengar teriakan Zefan. "Waalaikumsalam mas" kata Aliya sambil tersenyum bahagia karena perbuatan Zefan kepada nya itu.
***
Di tempat lain nampak seorang pria sedang menata karir nya. Sudah lama ia menantikan untuk bisa mewujudkan keinginan nya itu, dan baru sekarang ia berhasil mewujudkan cita-cita nya itu. Mengajar, itulah yang di impi-impikan nya sejak ia duduk di bangku SMA nya. Dan sekarang ia berhasil untuk bisa mengajar di salah satu pondok pesantren dengan menjadi ustadz penceramah di sana.
Zakri Al Fatih, yah itulah dia. Pria dengan ilmu pengetahuan nya yang banyak, membuat ia di terima untuk menjadi salah satu guru di pondok pesantren tersebut. Tidak sia-sia ia belajar dari kecil untuk menuntut ilmu, dan sekarang ia berhasil untuk membagikan ilmu nya itu kepada semua orang. Namun, di balik itu semua, ia masih menyimpan rasa sakit yang teramat dalam karena perempuan yang berhasil singgah di hati nya, dan menjadi cinta pertama nya, sudah menikah dengan lelaki lain.
Berhubung hari ini adalah hari libur ia mengajar, libur karena sudah pembagian rapor kenaikan kelas. Ia pun bersiap-siap untuk pergi ke Pantai merilekskan badan nya dari beban pikiran yang menyiksa otak nya.
***
Zefan dan Bilqist kini sudah berada di salah satu Pantai di kota tersebut. Bilqist yang sudah tersenyum puas, kini tengah bersiap untuk menjalankan aksi nya. Tak henti-henti nya ia terus menggandeng tangan Zefan, Walaupun Zefan sudah menolak nya, dengan cara menepiskan tangan Bilqist dari tangan nya. Namun, Bilqist tidak jerah, ia tetap menggandeng tangan Zefan dengan paksa nya.
Zefan yang sudah sangat malas melawan Bilqist, ia pun terpaksa untuk membiarkan tangan Bilqist menggandeng tangan nya.
Zefan tidak menyadari kalau ternyata Bilqist sudah menyiapkan orang untuk memotret kebersamaan nya itu. Bilqist melakukan itu untuk mengompori Aliya dengan mengirimkan foto romantis nya ketika bersama Zefan itu dengan Aliya.
__ADS_1
Mereka mengelilingi pantai, dan karena sudah capek. Bilqist pun mengajak Zefan untuk mencari tempat agar mereka bisa makan bersama.
"Zeff, kita makan yah sekarang! aku sudah lapar, dari tadi hanya keliling Pantai saja tidak ada berhenti sedikit pun" kata Bilqist yang sudah mulai kesal dengan semua yang dilakukan oleh Zefan.
"Oke, cari saja tempat dimana kamu mau makan! aku hanya mengikut saja" jawab Zefan datar bin acuh.
"Kok aku sih yang nyari? kamu kan cowo nya! kamu lah seharusnya yang mencari tempat makan nya" jawab Bilqist kesal.
"Kalau kamu tidak mau, yasudah kita tidak usah makan, simple kan? Aku juga sudah mau pulang, jadi kamu kalau tidak jadi untuk makan, aku pulang sekarang" ujar Zefan acuh tak mempedulikan sikap Bilqist yang sudah marah kepada nya.
Bilqist pun terpaksa mencari tempat dimana ia bisa makan berduaan bersama Zefan.
...***...
Likeš
Komenš©
Hadiahš
Voteā¤
...To back continue... ...
__ADS_1