
Tak terasa sudah delapan bulan berlalu, kehamilan Aliya pun sudah semakin membesar, kini tinggallah menunggu detik-detik kelahiran nya. untung saja sewaktu Aliya mengandung, ia tidak mengalami semacam hal ngidam sekalipun, kehamilan Aliya merupakan kehamilan simpatik, jadi yang mengalami ngidam dan mual-mual adalah sang suami, Zakri.
Aliya beserta keluarga nya kini sudah berada di salah satu Rumah Sakit untuk proses lahiran Aliya, tak hanya keluarga, bahkan sahabat nya yang tinggal di belahan bumi berbeda kini juga sudah hadir untuk menemani Aliya yang akan lahiran. Tampak sudah pasangan Anggi-Fauzan, Aska-Fauziah, sudah menggendong seorang bayi, sedangkan untuk pasangan Zefan-Azizah dan Aldo-Sinta, tampak kini istri nya sedang mengandung, hanya Andra dan Angga lah yang belum memiliki pasangan halal, entah apa yang membuat kedua lelaki tersebut belum berfikiran untuk menikah, mau nikmati masa-masa muda nya mungkin, atau karena belum ada yang bisa membuat hati mereka greget.
"Permisi! kepada Bapak yang bernama Zakri Al Fatih, mohon langsung segera untuk masuk ke dalam! karena Ibu Aliya sudah buka sembilan, proses lahiran akan segera berlangsung" tiba-tiba salah satu perawat yang membantu proses bersalin Aliya datang dari arah dalam.
"Sudah Zak, sana buruan masuk! gausah tiba-tiba jadi orang yang penakut gitu!" ucap Abi nya Zakri yang melihat raut wajah ketakutan dari putra nya itu.
"Tapi Bi..... biasanya kata orang-orang kalau orang yang mau lahiran itu mengedan-ngedan, dan biasanya nanti orang yang menemani nya itu yang akan kena imbas nya" jawab Zakri ragu-ragu plus takut yang sudah menjalar ke tubuh nya.
Semua orang yang mendengar jawaban dari Zakri langsung mengeluarkan ketawa nya, meledek Zakri.
"Yah itu mah nama nya sudah biasa Zak, jangan mau bikin nya saja, pas udah mau keluar kamu nya malah lari! nggak mungkin kan kamu yang sudah buat, tapi aku yang menemani nya di dalam untuk lahiran" cerocos Aska sembarang, yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang istri dan tatapan membunuh dari Zakri.
"Sudah Zak sana buruan cepetan masuk, keburu nanti Aliya nya langsung brojol! kamu juga perlu lihat perjuangan seorang wanita untuk bisa melahirkan seorang anak, supaya kamu tidak berani untuk menyakiti hati istri mu karena mengingat perjuangan nya saat akan melahirkan" tutur sang Umi.
__ADS_1
Zakri pun langsung menganggukkan kepala nya dan dengan gontai berjalan masuk ke dalam ruangan bersalin sang istri.
Tampak Zefan yang sedang terdiam tanpa berkata sepatah kata pun. Ia tiba-tiba teringat akan diri nya dulu yang sudah sangat tega menceraikan Aliya ketika Aliya tengah berjuang untuk melahirkan anak dari diri nya, ia sangat menyesali karena sudah sangat menyakiti hati Aliya, bukan nya menemani Aliya yang akan melahirkan, tetapi ia malah asyik berduaan dengan kekasih nya yang mempunyai sifat ganda itu. Dalam hati Zefan ia berjanji untuk tidak akan menyakiti hati seorang wanita lagi, terutama istri nya. Ia akan membuka lembaran baru untuk memperbaiki sikap nya yang dulu dengan orang yang berbeda. Ia berjanji pada diri nya sendiri akan benar-benar mencintai dan menyanyangi Azizah yang kini sudah berstatus menjadi istri nya.
🥀
"Dok ini beneran sudah sakit sekali Dok" teriak Aliya yang sudah mulai mengejan.
"Tahan Bu! tarik nafas dalam-dalam.... terus mengejan yang kuat Bu" titah sang Dokter.
Berkat perjuangan Aliya, akhirnya lahir juga seorang anak laki-laki yang langsung me melengkingkan suara tangis nya.
"Owekkk owekkk" suara pertama yang di keluarkan dari mulut bayi laki tersebut.
Perawat yang membantu proses tersebut pun langsung segera mengangkat tubuh bayi mungil itu untuk langsung di bersihkan.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan bayi tersebut, perawat itu pun langsung memberikan bayi tersebut kepada Zakri supaya segera di azankan. Dengan senang hati Zakri menerima nya, dan langsung mengazankan tepat di telinga bayi nya yang sebelah kanan, walaupun cara menggendong nya masih dengan keadaan tangan yang gemetar, Zakri pun langsung mendadak semangat karena melihat bayi mungil nya itu. Rasa takut dan rasa sakit yang tadi nya ada di dalam tubuh nya, seakan tiba-tiba hilang karena melihat sosok bayi laki-laki nya itu.
Aliya yang sedari tadi hanya memperhatikan gerak-gerik Zakri, langsung mendadak tersenyum. Ia sangat beruntung dan benar-benar sangat bahagia karena sudah mendapatkan suami seperti Zakri. Yang sudah mau menerima status diri nya yang sudah menjanda, Zakri tidak mementingkan kekurangan dari Aliya, Zakri tetap mencintai dan menyayangi Aliya dengan tulus. Aliya lantas berdoa di dalam hati nya semoga kebahagiaan nya ini berjalan dengan hingga ajal menjemput mereka.
Bayi laki-laki dengan berat badan 3,9kg dan tinggi badan 51 cm telah hadir di antara hubungan Aliya dan Zakri, yang akan menambah keharmonisan keluarga kecil mereka berdua.
...***...
Like👍
Komen📩
Mulai besok author janji akan rajin update lagi😅
...Bersambung.... ...
__ADS_1