
"Ish tinggi banget sih naruh susu nya, ini tempat nya yang ketinggian atau aku nya ya yang kependekan??" Gerutu seorang wanita.
"Itu mah kamu nya yang kependekan" Kata pria disitu, lalu mengambilkan satu kotak susu formula kepada wanita tersebut.
"Nih, aku ambilkan. Butuh berapa kotak??" Tanya pria tersebut.
"Satu saja, ini juga masih percobaan untuk dia (bayi nya)! " jawab perempuan tersebut ketus.
"Udah di tolongin juga, masih ketus ngomong nya, dasarr!!" Pria tersebut berbicara dengan kesal nya.
"Yang minta tolong sama lo siapa ha?? Gaada kan?? Lo nya aja yang sok kebaikan!!" Kata wanita tersebut dengan nada ketus nya.
"Mangka nya mbak!! Tinggi tuh keatas jangan kesamping, masak cuma tinggi nya segitu aja tidak sampai, dasar pendek!!" Jawab pria tersebut menyindir.
"KAMUU!!" Jerit wanita tersebut geram.
Uwekkk... Uwek.... tiba-tiba bayi nya menangis karena mendengar suara teriakan mama nya.
"Kan jadi nangis dia!! Ini tuh gara-gara kamu yang cari gara-gara sama saya" Kesal wanita itu.
"Kok aku pulak yang salah?? Helloww... situ yang teriak malah nyalahin orang lain, ckkk" jawab pria tersebut tak kalah kesal nya.
Uwekkk.... Uwekkk... Bayi itu tambah menangis kencang.
"Cupp... Cupp... sudah yah sayang, mama bukan marahin kamu, mama marahin om-om jelek ini... Cupp.. cup... sudah yah" Kata wanita tersebut menenangkan bayi nya.
Bukan nya berhenti menangis, bayi nya itu malah makin kencang menangis.
"Ehh, bisa lembut juga nya ini cewek?? Gue kira dia bisa nya cuma marah-marah" Batin Cowok tersebut yang tak lain adalah Aska, sahabat nya Zefan.
Aska sedang berbelanja di pusat perbelanjaan, tak sengaja ia bertemu dengan ibu dan anak kecil nya yang sedang kesusahan mengambil susu formula yang terletak di salah satu rak toko itu. Wanita tersebut adalah Fauziah dan anak bayi nya.
"Coba sini aku yang gendong, mana tau karena di gendong dengan om-om tampan seperti aku, dia langsung berhenti nangis nya" kata Aska dengan pede nya.
"Ogah akh, nanti yang ada bayi ku makin nangis karena liat muka jelek kamu" jawab Fauziah dengan ketus nya.
"Sudah sini... " Mau tak mau, Fauziah pun memberikan anak nya ke gendongan cowok yang tidak dikenal nya itu.
Seketika bayi nya langsung terdiam di gendongan Aska. Fauziah pun dibuat terheran-heran dengan tingkah bayi nya itu.
"Kan benar aku bilang, dia itu berarti minta di gendong sama om-om tampan kayak aku" Jawab Aska dengan narsis nya.
"Percaya diri sekali anda" Sinis Fauziah
"Hay adek cantik nama kamu siapa?? Kamu cantik kali sihh, tidak seperti mama kamu yang galak itu. Sudah jelek, galak lagi plus cerewet. Nanti kalau sudah besar, kamu jangan meniru sifat mama kamu yah adek cantik" Kata Aska sambil menoel-noel pipi bayi itu.
"Andai kamu mau bertanggung jawab sama aku Arkhan (Ayah bayi tersebut), pasti kita sudah hidup bahagia dengan putri kecil kita" Batin Fauziah.
__ADS_1
"Nama kamu siapa adek cantik??" Tanya Aska.
"Izzatun Nisa, nama dia" bukan bayi itu yang jawab, melainkan Fauziah yang menjawab.
"Wah nama yang cantik seperti orang nya" Kata Aska dengan tersenyum.
"Yaudah dari pada kita berlama-lama disini, mending sekarang kita bayar belanjaan kita ke kasir, selesai itu kita makan siang bersama, biar aku yang traktir. Khusus untuk bayi cantik ini" lanjut Aska.
"Yaudah yuk" Jawab Fauziah.
"Eitss... tunggu dulu!! Nanti kalo aku makan bareng kamu, suami kamu marah pulak sama aku" Kata Aska
Tidak ada jawaban dari Fauziah, dan membuat Aska merasa bersalah dengan pertanyaan nya.
"Ehh, pertanyaan aku salah yah?? Aku minta maaf, aku gak tau kalo kamu bakalan sed.... omongan nya langsung dipotong oleh Fauziah.
" Gak salah kok, udah jangan dibahas lagi. Yaudah ayok kita ke kasir" Kata Fauziah dengan senyum paksa nya.
...°~°...
Aliya yang memiliki pikiran yang jenius, dengan cepat ia memberitahu hal yang barusan terjadi dengan dia kepada Sinta. Setelah berunding beberapa menit, akhir nya Aliya memutuskan untuk pindah ke apartemen, yang sudah di siapkan oleh Abang nya. Dengan cepat, tadi ia memberitahu Abang nya, sekalian untuk meminta solusi. Jujur, untuk saat ini Aliya belum mau untuk tinggal bersama Zefan lagi.
Aliya berfikir, Zefan akan mencari dia dengan menggunakan GPS handphone nya, karena itu ia harus cepat-cepat kabur sebelum Zefan menemukan nya. Dengan bantuan Sinta, Aliya sudah pergi dari rumah Sinta dan menuju ke Apartemen baru nya dengan diantarkan oleh Aldo.
"Terima kasih yah Sin, sudah mau memberi izin adikku untuk tinggal di rumah kamu" Kata Aldo tulus kepada Sinta.
"Ekhemm... Adik ipar maksud nya yah kan mbak??" Goda Aliya
"Sudah-sudah, sekarang ayo kita buruan pergi dek, sebelum suami mu segera datang kesini" Aldo mengalihkan pembicaraan, dia sangat malas kalau adik nya sudah mulai menggoda dia dan Sinta.
"Yah si abang baper.. yaudah deh mbak, Aliya pamit dulu yah, makasih mbak untuk semua nya, jangan lupa main-main ke apartemen Aliya nanti yah mbak" Kata Aliya berpamitan kepada Sinta.
"Iya aman itu dek, kamu hati-hati yah disana, kalau butuh bantuan segera hubungi mbak! Mbak siap membantu kapan pun" Kata Sinta tulus
"Iyah mbak ku, Aliya pergi dulu yah mbak,,, Dada... Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam sayang" jawab Sinta
"Aku pergi dulu yah, kamu juga hati-hati di sini, kalau butuh bantuan segera hubungi aku yah, jangan cowo lain yang kamu hubungi!! Assalamu'alaikum" Kata Aldo posesif.
Jujur, Aldo juga sebenarnya mencintai Sinta, namun dia harus membuat hidup adik nya bahagia dulu, baru ia akan menikah.
Blushhh..... Pipi Sinta seketika merah merona, mendengar perkataan Aldo barusan.
"Waalaikumsalam" balas Sinta.
Aldo dan Aliya pun meninggalkan rumah Sinta. Aldo sudah menyiapkan sebuah apartemen yang mewah untuk adik tersayang nya itu, ia juga mencari letak apartemen yang lumayan jauh dari tempat tinggal nya, itu semua ia lakuin agar Zefan tidak mudah untuk menemukan keberadaan Aliya. Sebenarnya ia juga masih sangat kecewa dengan Zefan, mangkanya itu ia ingin menjauhkan adik nya dari sosok Zefan. Ia juga berencana akan segera menguras surat perceraian adik nya itu, namun dia belum mau terburu-buru, ia masih menunggu apakah Zefan benar-benar akan berubah dan menghargai adik nya itu.
__ADS_1
Tak selang beberapa lama, akhirnya mobil yang dikendarai Aldo dan Aliya pun sampai di apartemen tersebut.
...°°°°°°~~~~°°°°°°...
Zefan dengan cepat segera menuju lokasi Aliya, yang di carinya dengan GPS HP nya, beruntung tadi HP Aliya aktif, jadi dia bisa mencari dimana keberadaan Aliya sekarang. Batin nya.
Zefan pun sampai di salah satu rumah, yang tak lain adalah rumah Sinta.
Tokk... Tokk....
"Assalamu'alaikum" Kata Zefan sambil mengetuk pintu rumah Sinta tersebut.
"Waalaikumsalam" Sinta yang membukakan pintu rumah nya langsung kaget dengan sosok tamu nya, namun dengan cepat ia memenangkan diri nya supaya terlihat rileks.
"Apakah di rumah anda ada Aliya, istri saya??" Kata Zefan the to point.
"Oh jadi kamu suami nya Aliya?? Suami yang tega menelantarkan istri dan anak nya?? Suami yang tidak mau bertanggung jawab?? Suami yang hanya menganggap istri nya sebagai pelampiasan??" jawab Sinta dengan menyindir
DUARR... Jantung Zefan serasa meledak, mendengar penuturan perempuan di depan nya ini.
"Buk... tiba-tiba ucapan Zefan terpotong dengan hadir nya seorang pria.
" Ada apa ini sayang?? Dan siapa laki-laki ini??" Tanya pria tersebut
"Kamu!!" Kata Zefan menatap pria tersebut, ia benar-benar masih ingat dengan pria yang ada di depan nya itu, pria yang pernah membela Aliya ketika dirumah sakit.
"Oh iya perkenalkan dia suami saya, Fauzan nama nya" Sinta memperkenalkan kepada Zefan.
"Ckkk... sudah punya istri masih saja menggoda istri orang" Sindir Zefan. Ia benar-benar masih ingat ketika fauzan membela Aliya dan bersedia menikahi Aliya ketika sudah bercerai dengan dirinya.
Fauzan yang mendengar sindiran dari mulut Zefan itu pun hanya tersenyum sinis.
"Lalu apa beda nya dengan kamu?? Sudah punya istri shalehah dan sudah akan menjadi ayah, malah lebih memilih untuk kembali kepada orang dimasa lalunya?? Dan malah berniat untuk meninggalkan istri dan anak kandung nya??" Kata Fauzan menyindir balik ke Zefan.
DEGGG.... Zefan benar-benar dibuat sesak nafas dengan dua orang lawan bicara nya itu. Lidah Zefan seketika membeku, tidak sanggup untuk berbicara lagi.
"Oh iya, kamu mau cari istri kamu kan?? Aliya tadi sudah pergi ke tempat yang paling jauh, mungkin saja keluar negeri. Dia tidak mau lagi hidup serumah dengan anda. Sudah jelaskan?? Yasudah kami tinggal dulu. Yok mas kita masuk" Ajak Sinta kepada Fauzan.
Zefan benar-benar hancur mendengar perkataan Sinta, sampai-sampai kaki nya tidak sanggup untuk menopang badan nya. Zefan pun terduduk di depan pintu rumah Sinta. Menangis?? Itulah yang terjadi dengan nya sekarang. Menyesal??? Sungguh ia benar-benar sangat menyesal.
...🍁🍁🍁...
Like👍
Komen 📩
...To Back Continue.......
__ADS_1