
14.
Nazhwa hanya bisa tersenyum saat ia baru turun dari mobil nya, ternyata sekertaris Nanda sudah lebih dulu tiba dirumah sakit. Gadis itu menyambutnya dengan sangat riang seolah mereka akan memasuki gedung pesta.
"Kamu udah lama sampai dirumah sakit?"
"Baru beberapa menit yang lalu, Bu." Jawab sekertaris Nanda sambil tersenyum.
Nazhwa pun juga tersenyum, ia mengajak gadis itu segera masuk kedalam rumah sakit karena dokter Heni sudah menunggu mereka.
Setelah sampai di depan ruangan dokter Heni, sekertaris Nanda berpamitan ke toilet karena tiba-tiba saja ia kebelet pipis.
Nazhwa mengangguk dan sekertaris Nanda pun segera pergi ke toilet dengan berlari kecil, sementara Nazhwa langsung saja masuk kedalam ruangan dokter Heni.
"Maaf sudah menunggu lama, Dok." Ucap Nazhwa setelah mendudukkan tubuhnya di kursi yang berhadapan dengan dokter Heni.
"Tidak apa-apa, Nazhwa. Aku bisa memakluminya," Ucap dokter Heni sambil tersenyum simpul. "Jika saja keluarga mu terutama suami mu tahu tentang penyakit mu ini, kamu tidak akan pernah terlambat atau pun lupa dengan jadwal kontrol kamu karena mereka yang akan mengingatkannya." Sambungnya.
Nazhwa menanggapi nya dengan senyuman tanpa berniat untuk menimpali ucapan dokter Heni.
"Baiklah, sekarang kita lakukan pemeriksaan nya saja ya. Semoga hasil nya lebih baik dari beberapa hari lalu." Ucap dokter Heni.
Tes fungsi ginjal adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat seberapa baik kerja ginjal dan mendeteksi jenis gangguan yang terjadi pada organ tersebut. Pada pemeriksaan ini, petugas medis akan mengambil sampel urine dan darah pasien. Sampel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium.
Tes fungsi ginjal dilakukan menggunakan sampel urine dan darah sebab ginjal adalah organ yang berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa dan cairan dari darah, melalui urine. Sehingga jika di dalam kedua cairan tersebut terdapat zat yang tidak semestinya, maka bisa terlihat kerja ginjal sedang tidak baik.
Beberapa saat kemudian setelah melakukan serangkaian pemeriksaan. Dokter Heni menghela nafas panjang setelah melihat hasil pemeriksaan ginjal Nazhwa.
"Kamu harus melakukan cuci darah minimal dua kali dalam seminggu untuk menghindari berbagai komplikasi yang bisa saja terjadi."
__ADS_1
Nazhwa membuang nafas lesu mendengar penuturan dokter Heni, ia pun hanya bisa mengangguk lemah sebagai jawabannya.
"Baiklah, Dok. Minggu depan aku kembali lagi untuk melakukan cuci darah. Aku pamit pulang ya, Dok. Aku mau mampir ke toko kosmetik beli peralatan make yang banyak." Ujar Nazhwa sambil terkekeh lalu berdiri tempat duduk nya.
Dokter Heni pun menganggukkan kepalanya lalu menjabat tangan Nazhwa. Dokter Heni menatap punggung Nazhwa hingga hilang di balik pintu ruangannya, dengan nanar. Ia mengerti maksud Nazhwa yang ingin membeli peralatan make up, dan itu tentu lah untuk merias wajahnya namun bukan untuk terlihat cantik tetapi untuk menutupi wajah pucatnya.
____________
Setelah keluar dari ruangan dokter Heni, Nazhwa baru teringat dengan Sekertaris Nanda yang tak kembali dari toilet. Padahal gadis mengatakan hanya sebentar namum setelah pemeriksaanya selesai Sekertaris Nanda tak juga kunjung kembali.
Nazhwa yang saat ini sudah berada di pelataran rumah sakit, mengambil ponselnya didalam tas lalu menghubungi Sekertaris Nanda.
''Nanda, kamu di mana? Aku tunggu kamu sekarang di mobil." Ucap Nazhwa lalu memutus sambungan telephone setelah Nanda mengatakan akan segera menyusul nya.
Nanda yang saat ini berada di dalam salah satu ruangan dokter yang merupakan ruangan kakak sepupunya yang baru ia tahu ternyata bekerja di rumah sakit ini, menepuk keningnya sendiri karena ia bisa sampai lupa dengan tujuannya datang ke rumah sakit ini.
"Dasar!" Umpat Adam karena Nanda menutup pintu ruangannya dengan keras.
Nanda berlari menuju parkiran, ia merutuki diri nya karena bisa sampai lupa dengan Nazhwa gara-gara bertemu Adam setelah ia keluar dari toilet.
Nanda pun sampai di parkiran dengan nafas yang terengah- engah karena berlari.
"Kamu dari mana, Nanda? Katanya cuma sebentar tapi sampai aku selesai melakukan pemeriksaan kamu gak balik-balik juga." Tanya Nazhwa pada Nanda yang kini sudah berada di hadapannya.
"Maaf, Bu. Tadi aku ketemu Kakak sepupu ku yang ternyata bekerja di rumah sakit ini. Kami keasyikan ngobrol sampai aku lupa sama Bu Nazhwa." Jawab Nanda dengan masih sedikit terengah engah.
"Oh, aku kira kamu udah pulang duluan." Ujar Nazhwa. "Ya udah, sekarang kamu temenin aku ke toko kosmetik setelah itu aku antar kamu balik ke kantor. Takutnya kamu di cariin Mas Andre kalau kelamaan." Sambungnya.
"Siap, Bu." Nanda mengangkat tangannya memberi hormat yang membuat Nazhwa terkekeh. Mereka pun segera pergi ke toko kosmetik.
__ADS_1
Sesampai nya di toko kosmetik, Nazhwa langsung saja membeli rangkaian riasan wajah yang super lengkap. Di belakangnya Sekertaris Nanda setia mengekor dan akan langsung mengambil alih membawa paper bag yang berisi barang belanjaan Nazhwa.
Setelah di rasa cukup, Nazhwa pun membayar barang belanjaan nya lalu segera meninggalkan toko kosmetik itu kemudian mengantar Sekertaris Nanda kembali ke kantor.
"Terima kasih ya, Nanda, hari ini aku sangat merepotkan mu." Ujar Nazhwa setelah mobil nya sudah terparkir di pelataran kantor Andre.
"Sama-sama, Bu jangan sungkan begitu. Aku seneng kok bisa deket sama Bu Nazhwa. Karena jarang loh bawahan bisa deket dengan istrinya bos." Kekeh Sekertaris Nanda sambil membuka sabuk pengamannya. "Oh ya, gimana hasil pemeriksaan Bu Nazhwa tadi?" Tanyanya, ia baru teringat soal itu.
"Ya yang pasti hasil pemeriksaanya tentu ada perubahan." Jawab Nazhwa.
"Serius, Bu? Wah kalau gitu selamat ya Bu dan aku do akan semoga kesehatan Bu Nazhwa semakin membaik, aaammiinn." Ucap sekertaris Nanda dengan sangat antusias.
Nazhwa tersenyum, ia pun juga mengaminkan ucapan sekertaris Nanda.
"Minggu depan aku harus cuci darah minimal dua kali dalam seminggu." Ucap Nazhwa yang membuat senyum sekertaris Nanda langsung pudar berganti raut terkejut.
"Tadi kata Bu Nazhwa ada perubahan?" Ucap sekertaris Nanda lirih.
"Ya itu, maksud nya perubahan nya seperti itu. Apa nanti kamu masih mau menemani aku setiap kali pergi ke rumah sakit?" Tanya Nazhwa.
Sekertaris Nanda hanya bisa mengangguk pelan sebagai jawaban nya, ia tidak menyangka kondisi Nazhwa akan separah itu sampai harus cuci darah.
"Oh ya ingat sama janji kamu ya, jangan memberitahu pada Mas Andre soal ini." Ujar Nazhwa memperingati.
"Baik, Bu. Jawab sekertaris Nanda lalu segera turun dari mobil Nazhwa.
Nazhwa pun segera meninggalkan pelataran kantor suaminya setelah sekertaris Nanda sudah tak terlihat lagi.
Saat baru di lobby seseorang karyawan laki-laki menghampiri sekertaris Nanda dan mengatakan jika ia di pangggil oleh atasan mereka. Sekertaris Nanda pun bergegas menuju ruangan Andre.
__ADS_1