DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 48.


__ADS_3

Andre tampak tak fokus dengan pekerjaan nya, ia baru saja mendapat pesan dari Alex jika anak buah nya mulai menemukan titik keberadaan Nazhwa, namun karena ponsel nya yang tiba-tiba tidak aktif membuat para anak buah Alex harus melakukan pencarian secara berpencar di sebuah wilayah di pinggiran kota.


Andre menutup laptop nya, menumpuk berkas-berkas dengan asal. Setelah mengenakan kembali jas nya ia bergegas keluar dari ruangan nya.


"Pak Andre, Bapak mau kemana?" tanya Sekertaris Nanda yang melihat atasan nya itu terburu-buru.


"Alex baru saja mengirim pesan, anak buah nya hampir menemukan keberadaan Nazhwa." Jawab Andre tanpa menghentikan langkah nya.


"Pak Andre mau ke sana?" tanya Sekertaris Nanda lagi yang ikut melangkah di samping Andre.


"Iya."


"Saya ikut, Pak."


Andre hanya mengangguk sembari terus melangkah menuju di mana mobil nya terparkir. Dan setelah berada di dalam mobil Andre menoleh menatap sekertaris nya yang sudah duduk di sampingnya dengan tatapan tidak seperti biasanya yang membuat gadis itu merasa sedikit takut.


"Pak,


"Nanda, kau menganggap istri ku seperti kakak mu sendiri kan?"


Ekspresi takut di wajah sekertaris Nanda seketika berubah senyuman karena pertanyaan yang baru saja di ucapkan atasannya ini.

__ADS_1


"Tentu, Pak, apa lagi Bu Nazhwa sangat baik pada saya." jawab sekertaris Nanda dengan antusias.


"Jika nanti istriku sudah di temukan, apa kau mau menikah dengan Alex?"


Dan kali ini senyum di wajah sekertaris Nanda berubah menjadi kebingungan. "Maksud Pak Andre?" tanya nya pelan.


Andre menghela nafasnya, kemudian ia pun menceritakan tentang tawaran Alex untuk membantu mencari Nazhwa, namun dengan satu permintaan agar ia di dekat kan dengan sekertaris nya.


Sekertaris Nanda menyimak dengan ekspresi wajah yang datar tak terbaca, beberapa kali ia mengedipkan matanya mencerna apa yang di katakan oleh Andre.


"Pak Andre tidak sedang menjadikan aku sebagai bayaran atas bantuan tuan Alex mencari Bu Nazhwa, kan?" tanya sekertaris Nanda dengan tatapan menyelidik, satu alis nya terangkat.


"Baiklah, mungkin kau terkejut nanti kita bicarakan lagi. Sekarang kita harus pergi ke sana, anak buah Alex sudah berpencar mencari Nazhwa."


Sekertaris Nanda menanggapi nya dengan anggukan pelan, terkejut benar-benar terkejut dengan apa yang tadi di katakan oleh atasan ini.


Menikah dengan Alex? Laki-laki menyebalkan itu, astaga kepalanya tiba-tiba berdenyut memikirkan hal itu.


Lebih dari satu jam berkendara, mobil Andre pun telah sampai di wilayah yang terletak di pinggiran kota. Beberapa anak buah Alex terlihat di sana, Andre dan sekertaris Nanda pun menghampiri mereka.


"Saya Andre, suami dari wanita yang di tugaskan untuk kalian cari." Andre memperkenalkan dirinya sambil menjabat tangan ketua kelompok anak buah Alex itu.

__ADS_1


"Anak buah saya sedang menuju ke sebuah rumah yang kira-kira berjarak tiga kilo meter dari sini, di mana rumah itu titik lacak terakhir sebelum ponsel istri Pak Andre nonaktif." ujar ketua kelompok anak buah Alex.


Andre dan sekertaris Nanda pun masuk kembali ke dalam mobil dan segera pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh ketua anak buah Alex.


Andre mengendarai mobil nya dengan pelan karena jalanan cukup terjal, di takutkan mobil akan tergelincir jika di paksa mengebut.


Sekertaris Nanda yang terus melihat ke kanan dan ke kiri memperhatikan jalan, seketika kening nya mengkerut melihat sebuah mobil yang familiar berpapasan dengan mobil Andre yang di tumpangi nya ini.


Hingga mobil itu hilang dari pandangan nya, sekertaris Nanda pun menepis dugaan nya jika itu adalah mobil kakak sepupu nya, karena tidak mungkin kakak sepupu nya berada di tempat seperti ini.


Beberapa saat kemudian mobil Andre pun sudah terparkir di depan sebuah rumah yang kecil. Beberapa anak buah Alex berjaga di luar dan yang lainnya menggeleda rumah tersebut.


Tak lama para anak buah Alex keluar dari rumah itu dengan membawa sebuah ponsel yang mati.


"Tidak ada siapapun di dalam, kami hanya menemukan ini." salah satu laki-laki itu memperlihatkan ponsel yang mereka temukan, dan Andre yang mengenali ponsel itu langsung mengambil nya.


"Iya, ini ponsel Istri ku, berarti sebelum nya dia memang ada di sini."


"Tapi di dalam sudah tidak ada siapa pun lagi, Pak. Rumah ini sudah kosong."


Andre menghela nafas sembari mengusap wajahnya dengan kasar, lagi-lagi ia tidak berhasil menemukan istrinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2