DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 72.


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, tibalah hari pernikahan Alex dan Nanda. Di sebuah hotel berbintang lima pesta pernikahan itu di gelar. Para tamu undangan sudah memenuhi aula di mana akad akan di mulai sebentar lagi.


Alex menunggu dengan tak sabar calon istrinya yang sedang di jemput oleh Nazhwa, sementara Andre menemaninya dengan sesekali melirik dengan tatapan iri. Ya, bagaimana tidak iri ia yang lebih dulu menikah tetapi Alex yang akan lebih dulu merasakan bagaimana indahnya malam pertama.


"Kamu cantik banget." Nanda tersenyum mendengar pujian dari istri atasannya. Ia menatap dengan takjub pantulan dirinya di depan cermin yang berukuran besar, ia sendiri hampir tak mengenali dirinya.


"Terima kasih, Bu Nazhwa. Ibu juga cantik, Pak Andre beruntung bisa mendapatkan istri secantik dan sebaik Bu Nazhwa." Tutur Nanda.


Dan Nazhwa pun tersenyum mendengar pujian sekertaris suaminya.


"Aku rasa, kita berdua yang beruntung karena mendapatkan suami konglomerat." Kekeh Nazhwa, Nanda pun ikut terkekeh.


"Sudah siap kan? Kita keluar sekarang, Alex pasti sudah tak sabar menunggu kamu." Ujar Nazhwa, lalu ia menunduk mengambil ujung gaun pengantin yang terjuntai di lantai.


Nanda mengangguk pelan, "Tapi aku gugup, Bu."


Nazhwa tersenyum. "Iya, aku tahu apa yang kamu rasakan, aku pun dulu juga merasakan nya. "Nazhwa teringat bagaimana dulu ia dan Andre menikah. Dirinya sangat gugup waktu itu saat memasuki aula tempat acara pernikahannya berlangsung.


"Tapi nanti setelah kamu duduk berdampingan dengan Alex, rasa gugup kamu itu akan hilang berganti kan dengan kebahagiaan yang tiada tara." Sambung Nazhwa, ia mengatakan apa yang dulu di rasakan nya. Rasa gugupnya seketika sirna menjadi rasa bahagia saat sudah duduk berdampingan dengan Andre.


"Apa benar begitu, Bu Nazhwa?"

__ADS_1


Nazhwa mengangguk pelan. "Kita keluar sekarang ya, semuanya sudah hadir dan hanya tinggal menunggu mempelai wanita nya saja." Ujar Nazhwa sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Nanda.


Nanda pun tersipu malu sembari mengangguk pelan. Ia langsung melingkarkan tangannya di lengan Nazhwa.


Kedua wanita itu berjalan beriringan menuju aula di mana akad akan di mulai. Sontak semua tatapan tertuju pada mereka saat sudah memasuki aula tersebut.


Andre dan Alex serentak langsung berdiri melihat kedatangan wanita mereka, keduanya sama-sama terlihat sangat cantik di mata mereka.


"Jangan menatap nya seperti itu, dia itu milik ku. Setelah kami menikah dia akan berhenti menjadi sekertaris mu." Bisik Alex di telinga Andre.


"Cih, siapa juga yang menatap calon istri mu. Aku sedang melihat istriku sendiri. Lihatlah dia tak kalah cantiknya dari Nanda." Balas Andre juga berbisik.


Nazhwa langsung menuntun Nanda duduk di samping Alex, setelah itu ia pun duduk di samping suaminya.


Kedua mata Nanda berkaca-kaca, saat menoleh melihat ayah dan ibunya yang duduk di sampingnya. Sementara Alex di dampingi oleh kakak dan iparnya yang baru tiba dari luar Negri beberapa jam yang lalu, dan orang tua Alex sendiri sudah lama berpulang sejak Alex masih menduduki bangku sekolah menengah atas.


"Mempelai wanita sudah datang, jadi bisa kita mulai ijab kabul nya sekarang?" Tanya penghulu.


Andre pun mengangguk dan langsung mengulurkan tangannya pada penghulu.


Baru penghulu akan memulai, seketika terhenti saat kedatangan dua orang yang langsung membuat air mata Nanda luruh.

__ADS_1


"Kak Adam." Ucap Nanda dengan lirih. Alex langsung mengusap air mata calon istrinya itu


"Jangan menangis, nanti make up kamu luntur." Bisik Alex.


Sementara Nazhwa mengerutkan dahinya melihat kedatangan Adam dan dokter pribadinya, dokter Heni. Dan yang membuat Nazhwa sedikit bingung karena Adam yang duduk di kursi roda dan wajahnya terlihat sedikit nampak pucat.


"Akhirnya kamu sudah menemukan pendamping hidup kamu, Kakak turut senang. Semoga rumah tangga mu akan selalu dilimpahkan kebahagiaan." Ucap Adam lalu melirik sebentar pada Alex yang beberapa waktu lalu sudah menyekap nya tanpa perasaan tidak memberi makan dan minum.


"Aku pikir Kak Adam gak akan bisa datang." Ucap Nanda dengan sedikit terisak.


"Tidak mungkin Aku tidak akan datang di hari bahagia Adik ku." Ujar Adam. Ia mengulas senyum di wajah pucat nya.


Ayah dan ibu nya Nanda turut prihatin dengan apa yang terjadi pada keponakan mereka, Nanda sudah menceritakan semuanya.


"Hai Kakak ipar, bagaimana keadaan mu?" Tanya Alex.


"Yah seperti yang kau lihat." Jawab Adam sedikit menyunggingkan senyum.


Andre langsung merangkul pinggang Nazhwa dengan posenya nya saat Adam menatap istrinya.


Hanya sebentar, Adam langsung memutus tatapannya dari Nazhwa lalu berpindah kembali menatap Nanda yang sangat terlihat cantik dengan balutan riasan pengantin. Namun, dalam hati ia turut senang melihat keadaan Nazhwa yang sudah membaik.

__ADS_1


__ADS_2