
Menjelang sore hari, Andre dan Nazhwa bersiap-siap untuk pulang begitu pun dengan para karyawan lain nya.
Setelah berada di parkiran Andre mengerutkan keningnya melihat mobil yang tak asing terparkir di samping mobil nya.
"Alex," ucap nya pelan sambil mengedarkan pandangannya mencari pemilik mobil yang terparkir di samping mobil nya itu.
"Di mana dia, dan untuk apa kemari?" ucap Andre dalam hati.
Nazhwa memperhatikan suami nya yang seperti nya sedang mencari seseorang, ia pun mengikuti tatapan suami nya yang mengarah kepada Sekertaris Nanda yang tampak berbicara dengan seorang laki-laki yang tidak Nazhwa kenal.
Di sana, Alex terus mencoba memegang tangan Nanda namun gadis itu terus berusaha menepis nya.
Andre tampak marah melihat keberadaan Alex, ia tahu tujuan Alex datang ke perusahaan nya adalah untuk mendekati Sekertaris nya, ia takut terjadi sesuatu pada Sekertaris Nanda sama seperti dulu yang terjadi pada Shalwa atas per buatan Alex yang mencoba melecehkan almarhumah kekasih nya itu.
__ADS_1
Dengan tangan terkepal tanpa sadar Andre mengayun langkah kaki nya menghampiri Alex dan Sekertaris Nanda. Sementara Nazhwa masih berdiri di tempatnya menatap heran suami nya itu.
"Brengsek!" Satu pukulan mendarat di wajah Alex. Laki-laki itu sampai terjungkal ke lantai.
Sekertaris Nanda seketika memekik kaget karena tiba-tiba Andre memukul Alex dengan tiba-tiba yang membuat nya juga hampir jatuh karena saat Andre memukul Alex, laki-laki itu sedang mencengkram pergelangan tangan nya.
Nazhwa pun sampai menutup mulut nya melihat Andre yang tiba-tiba memukul laki-laki yang sedang bersama Sekertaris Nanda, sebenarnya apa yang terjadi sehingga suami nya itu terlihat sangat marah pada laki-laki itu.
"Pak Andre, apa-apaan ini?" Alex merasa tak terima atas pukulan Andre. Ia berdiri sambil merapikan pakaian nya yang sedikit kotor.
Alex tertawa, ia sama sekali tidak takut dengan ancaman Andre.
"Hei, santai Pak Andre, aku hanya ingin mengenal dekat Sekertaris mu apa itu salah?" tanya Alex sambil mengangkat sebelah alis nya.
__ADS_1
"Jangan kau pikir aku tidak tahu akal busuk mu. Sekali lagi aku peringatkan jika kau masih berani mengganggu Sekertaris ku, aku akan membuat perhitungan pada mu yang seharusnya aku lakukan sejak dulu." ucap Andre dengan penuh peringatan.
Alex tertawa lagi sambil menepuk-nepuk pelan kedua tangan nya.
"Oww, jadi Pak Andre masih ingat apa yang aku lakukan dulu di ruangan meeting perusahaan mu?" Alex mengerutkan keningnya menunggu jawaban Andre, namun Andre hanya diam dengan sorot mata yang begitu tajam menatap nya. .
"Ah, andai saja tak ada OB yang lewat dan melapor pada mu saat itu. Aku pasti sudah menikmati tubuh Sha,
Bruuukkkk...
Satu pukulan lagi Andre layangkan ke wajah Alex, dan kali ini hidung Alex mengeluarkan darah. Melihat itu Nazhwa langsung berlari untuk menghentikan suami nya itu, sementara Sekertaris Nanda memundurkan langkah melihat kemarahan yang berapi-api di wajat Andre.
Alex meringis kesakitan sambil mengusap darah yang menetes di hidung nya. Namun ia tak merasa jera justru ia akan semakin gencar memancing kemarahan Andre.
__ADS_1
"Walaupun aku tidak berhasil menyentuh Sekertaris mu waktu itu, tapi setidak nya aku sudah merasakan bibir manis nya." ucap Alex, dan tentu ia mengarang cerita bohong untuk hal itu karena ingin memanas-manasi Andre, padahal yang sebenarnya terjadi saat itu Shalwa terus menyerangnya dan tak memberikan ia kesempatan bahkan untuk sekedar memegang wajah nya.
Andre menggertakkan rahangnya sehingga terdengar bunyi gemeletuk, kedua tangan nya terkepal erat memperlihatkan buku-buku tangan nya yang memutih.