DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 59.


__ADS_3

Seminggu telah berlalu setelah Nazhwa menerima transplantasi ginjal dari orang yang tidak di ketahui identitas nya.


Hari ini Nazhwa sudah di perbolehkan pulang dan dokter sudah menegaskan beristirahat di rumah selama setidaknya 6 minggu dan menghindari aktivitas fisik berat atau mengangkat benda berat sebelum dokter mengizinkan.


Di luar ruangan sudah ada Alex dan Nanda yang menunggu, wajah Nazhwa sedikit muram karena hingga saat ini ia belum memberitahu apa pun pada ayah dan ibu nya.


Dengan menaiki kursi roda yang di dorong oleh Andre, sepanjang jalan menuju mobil fikiran Nazhwa teralihkan pada pernikahan nya dengan Andre. Jika di pikir Andre telah menjatuhkan talak pada nya saat mengatakan akan menceraikan nya setelah enam bulan pernikahan mereka. Nazhwa di rundung dilema, antara membiarkan talak itu tetap berlanjut atau memberikan kesempatan pada suami nya untuk memperbaiki hubungan mereka.


Setelah Nazhwa dan Andre masuk ke dalam mobil, Alex dan Nanda pun memasuki mobil Alex. Seperti yang pernah di katakan Alex jika ia dan Nanda akan menikah setelah mendapat donor ginjal, dan hari ini mereka berdua akan mempersiapkan segala keperluan pranikah.


.


.


.

__ADS_1


Sesampai nya di rumah Andre bergegas turun dari mobil, mengambil kursi roda yang ada di bagasi mobil. Membawa Nazhwa masuk ke rumah dengan menggunakan kursi roda karena tidak mungkin ia menggendong Nazhwa mengingat luka jahitan di punggung bagian bawah istri nya.


Lebih dari dua minggu baru kembali ke rumah suami nya membuat Nazhwa sedikit merasa asing terlebih setelah mengetahui siapa Andre sebenarnya.


Tak ada percakapan antara Andre dan Nazhwa hingga mereka sampai di dalam kamar. Dan kamar ini pun lebih dari dua minggu tanpa penghuni karena Andre tak pernah kembali sejak Nazhwa mendadak hilang di rumah sakit kala itu hingga sampai Nazhwa di rawat kembali sembari menunggu pendonor, dan Andre baru kembali ke rumah nya hari ini bersama Nazhwa.


Andre berhenti mendorong saat kursi roda yang di duduki Nazhwa sampai di sisi ranjang.


"Mau rebahan atau tetap duduk di kursi roda?" Tanya Andre yang sudah duduk bersimpuh di hadapan Nazhwa.


"Di sini saja." Jawab Nazhwa dengan datar, setelah semua nya ia ketahui, ia jadi bingung mau bersikap bagaimana pada Andre.


Andre pun berdiri, beberapa saat tak ada respon dari Nazhwa ia pun melenggang masuk ke kamar mandi, seharian ini ia memang belum mandi dan berganti pakaian.


.

__ADS_1


.


.


Selesai mandi dan berpakaian, Andre menghampiri Nazhwa yang masih duduk di kursi roda dengan melihat ke arah luar jendela. Di luar sana cuaca terlihat panas, namun di dalam kamar terasa dingin atas perubahan sikap Nazhwa yang menjadi lebih banyak diam. Andre jadi merindukan kecerewetan Nazhwa pada nya yang selalu mengingatkan ini dan itu.


Sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil, Andre merendahkan tubuh nya berjongkok di samping kursi roda Nazhwa.


Sekilas Nazhwa melirik suami nya yang juga menatap ke arah luar jendela.


"Mas... " Panggil Nazhwa lirih, namun tatapan nya masih menatap ke arah luar jendela. Terlihat langit yang cerah perlahan meredup di tutupi awan-awan hitam, seperti nya akan turun hujan sebentar lagi.


Dengan segera Andre menoleh menatap istri nya. "Iya Nazhwa, ada apa? Apa kau menginginkan sesuatu?" Tanya nya. Senyum merekah di wajah Andre, setelah beberapa saat terus diam akhir nya Nazhwa memanggil nya.


Nazhwa menggeleng pelan, "Ada yang ingin aku bicarakan, ini tentang kita. Tentang pernikahan kita."

__ADS_1


Deg...


Dada Andre seketika berdetak dengan kencang kala Nazhwa mengatakan 'tentang pernikahan kita' Perasaan nya mulai tak enak. Apa yang akan di bicarakan Nazhwa tentang pernikahan mereka.


__ADS_2