
Alex duduk di kursi kebesaran nya nampak melamun, biasanya di saat seperti ini ia hanya akan menepuk satu kali dan orang kepercayaan nya akan membawakan wanita canti dan seksi untuk menemani nya. Namun, semenjak bertemu sosok gadis yang merupakan sekertaris dari rekan bisnis nya, membuat dunia nya seketika teralihkan pada gadis itu.
"Aku ini aneh, hanya karena gadis seperti itu membuat aku serasa tak berselera lagi pada wanita-wanita seksi."
Alex terkekeh menertawai diri nya sendiri, namun tak bisa ia elakkan jika sosok Nanda memang telah membuat nya serasa jungkir balik dari dunia yang selama ini selami hanya tentang kenikmatan semata tanpa perasaan.
"Apakah ini yang di namakan jatuh cinta?" Alex bertanya pada diri nya sendiri, "Ah, apa iya seorang Alex bisa jatuh cinta?" ucap nya lagi. Alex merasa ini bukanlah diri nya. Apakah jatuh cinta segila ini, hingga membuat nya jauh dari dunia penuh kegilaan dalam sekejap.
Beberapa saat Alex terdiam menyelami apa yang ia rasakan selama beberapa hari ini, apakah benar ia jatuh cinta pada sosok gadis muda itu atau hanya sekedar terobsesi untuk memiliki. Namun, meningat janji pada Andre untuk berubah dan ia yakin dan tidak bermain-main soal itu.
Entahlah, janji itu mengalir begitu saja terucap dari bibir nya, dan satu hal yang ia ingatkan pada diri nya sendiri jika seorang Alex tidak pernah menjilat ludah nya sendiri. Jika sudah berucap maka itulah yang akan terjadi.
"Ini konyol." desah nya sambil menyugar rambutnya.
Beberapa saat kemudian seorang laki-laki berpakaian serba putih sudah berdiri di samping nya. Alex melihat jam tangan nya, memberikan waktu tiga jam pada orang kepercayaan nya ini, namun ia kembali dalam waktu hanya lebih dari satu jam saja.
__ADS_1
"Luar biasa." ucap Alex sambil menepuk-nepuk pelan kedua telapak tangan nya. "Katakan, apa yang kamu dapatkan tentang gadis itu?" tanya nya langsung.
"Dia hanya gadis biasa dari keluarga yang sangat sederhana, pekerjaan nya sebagai sekertaris cukup membantu ekonomi keluarga apa lagi di saat Ayah nya sudah tidak bisa bekerja lagi karena kehilangan satu kaki nya saat mengalami kecelakaan kerja di sebuah bangunan proyek. Dan Ibu nya hanya membuka warung makan kecil-kecilan tak jauh dari rumah nya. Dan dari beberapa sumber yang saya dapatkan dari sekitar perusahaan tempat nya bekerja, gadis itu memang sangat dekat dengan Istri dari atasan nya, dia juga mempunyai sepupu laki-laki yang berprofesi sebagai dokter." papar laki-laki itu langsung memberi tahu pada Alex tentang apa yang ia ketahui soal gadis yang tak lain adalah Nanda.
Namun, laki-laki itu nampak ragu untuk mengatakan satu hal mengenai kecelakaan kerja yang menimpa Ayah gadis itu.
Alex nampak mengangguk-angguk pelan kepalanya, dan ia menatap orang kepercayaan nya itu dengan ekor mata nya.
"Ada apa?" tanya Alex yang membuat orang kepercayaan itu sedikit terkesiap.
"Katakan!" ular Alex dengan dingin seperti biasanya.
"Kecelakaan kerja yang di alami Ayah gadis itu adalah di pembangunan proyek kita beberapa bulan lalu, dan malang nya Ayah gadis itu tak mendapat apa pun yang harus nya ia dapatkan dari jaminan proyek jika ada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja."
Alex masih diam menyimak dengan wajah tenang, namun sebelah tangan nya sudah terkepal. Ia tahu betul apa saja fasilitas yang ia sodorkan pada para pekerja pada pembangunan proyek nya saat itu.
__ADS_1
"Dan semua biaya rumah sakit adalah atasan gadis itu yang menanggung nya."
Alex sudah merasa cukup dengan apa yang di dengar nya hari ini, ia menyuruh orang kepercayaan nya itu pergi dengan gerakan tangan nya.
...______________...
Sementara itu Adam yang baru saja sampai di rumah nya langsung menghubungi suster yang menemani Nazhwa, karena beberapa kali tak selalu berakhir dengan suara operator Adam mulai merasa cemas. Akhir nya tanpa berpikir panjang ia memutus kan untuk pergi kembali ke sana, ia khawatir terjadi sesuatu pada Nazhwa.
Adam memcu mobil nya dengan kecepatan penuh, ia sama sekali tidak perduli dengan rasa lelah nya yang baru saja sampai tapi harus kembali ke tempat Nazhwa berada, yang ada dalam pikiran nya saat ini hanya lah Nazhwa dan semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk pada wanita yang masih bertahta di hati nya.
Di sisi lain, beberapa laki-laki berpakaian serba hitam baru saja sampai di sebuah tempat di pinggiran kota yang lokasi nya cukup jauh dari pemukiman.
"Apa kamu yakin di sini tempat nya?" tanya salah satu laki-laki itu.
"Yakin, di sini memang tempat nya, petunjuk ini memang tidak salah." jawab laki-laki yang bertugas melacak sebuah nomor ponsel yang sebelum nya masih aktif dan sekarang nomor itu sudah tidak aktif lagi.
__ADS_1