DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 41.


__ADS_3

Sesampai nya di kantor, Andre langsung menuju ruangan nya. Di depan ruangan nya sudah ada sekertaris Nanda yang menunggu.


"Pak, kapan kita akan pergi mencari Bu Nazhwa?" tanya sekertaris Nanda langsung.


Andre hanya tersenyum, ia membuka pintu ruangan nya dan gadis yang menjadi sekertaris nya itu mengikuti nya masuk ke dalam ruangan.


Andre langasung duduk di kursi kerja nya dengan santai sambil membuka laptop nya seolah sedang tak terjadi apa pun.


"Nanda, apa hari ini ada jadwal meeting?" tanya Andre tanpa melihat ke arah sekertaris nya itu.


Nanda membuka buku agenda nya untuk melihat apakah ada jadwal meeting hari ini, ia menjadi lupa karena sejak kemarin terus memikirkan Nazhwa yang entah ada di mana saat ini.


"Em, kebetulan hari ini tidak ada meeting apa pun, Pak. Jadi kita bisa lebih leluasa untuk mencari Bu Nazhwa." ujar sekertaris Nanda sambil menutup buku agenda nya.


Andre tak merespon bahkan tak bergeming dari tempat duduk nya, fokus nya saat ini hanya tertuju pada laptop nya yang membuat sekertaris Nanda sedikit kesal.


Padahal atasan nya baru kemarin menangis gara-gara istri nya yang pergi dan tiba-tiba menghilang entah kemana. Tapi lihat lah sekarang atasan nya ini bersikap seolah-olah sedang tidak terjadi apa pun.


"Pak Andre?" panggil sekertaris Nanda.


"Iya, Nanda." jawab Andre tanpa menoleh sedikit pun. "Oh ya, Nanda, tolong kamu belikan aku sarapan ya soalnya sejak pagi perut ku belum terisi apa pun." perintah nya kemudian yang membuat sekertaris Nanda melongo..

__ADS_1


"Baik Pak, tapi nanti kita akan pergi mencari Bu Nazhwa kan?" tanya sekertaris Nanda.


"Mau mencari nya ke mana, Nanda. Kita sama sekali tidak tahu dia ada di mana sekarang." jawab Andre yang terdengar acuh di telinga sekertaris Nanda.


"Jadi Pak Andre tidak berniat untuk mencari Bu Nazhwa?" tanya sekertaris Nanda dengan raut terkejut.


Andre pun menutup laptop nya, ia mengangkat pandangan menatap sekertaris Nanda yang berdiri di depan nya.


"Kita memang tidak akan pergi mencari Nazhwa, tapi saya sudah menyuruh orang untuk mencari nya. Jadi kamu tidak usah memikirkan soal itu lagi, kerjakan saja apa yang seharus nya kamu kerjakan." jawab Andre.


''Pak Andre serius, sudah menyuruh orang untuk mencari Bu Nazhwa?" tanya sekertaris Nanda memastikan.


"Ya ampun Nanda, kau tidak percaya pada ku? Apa kau pikir aku tidak perduli dengan istri ku sendiri?"


Saat di lobi sekertaris Nanda mempercepat langkah nya saat melihat sosok Alex.


"Dia itu sumber masalah, gara-gara dia Bu Nazhwa jadi pergi. Kenapa harus datang lagi ke sini." gerutu nya sambil terus mempercepat langkah.


"Hei, Nanda." panggil Alex dengan sedikit berteriak namun gadis yang di panggil nya itu sama sekali tak menghiraukan.


Alex pun mengejar dan langsung menarik lengan sekertaris Nanda setelah berhasil mengejar nya.

__ADS_1


"Hei apa kau tidak dengar aku panggil? Padahal aku tadi berteriak." ujar Alex.


"Lepas!" sekertaris Nanda menarik tangan nya dengan kasar yang di genggam Alex, namun tenaga nya tak cukup kuat sehingga membuat nya kesakitan sendiri.


"Au www...


Melihat sekertaris Nanda kesakitan, Alex pun melepas tangan gadis itu dari genggaman nya.


"Maaf kan aku, aku tidak bermaksud menyakiti mu." ucap Alex. "Kau mau ke mana? Biar aku antar." ucap nya lagi.


"Tidak perlu, terima kasih. Aku bisa pergi sendiri." ujar sekertaris Nanda lalu kembali melanjutkan langkah nya.


Alex tak tinggal diam begitu saja, ia kembali nyusul gadis incaran nya itu dan ikut melangkah di samping nya.


"Hei, apa kau tahu? Kau satu-satu nya gadis yang membuat tidur ku tak nyenyak karena terus memikirkan mu. Seperti aku tertarik pada mu." ujar Alex yang membuat sekertaris Nanda tersenyum sinis sambil terus melangkah keluar dari perusahaan.


"Hei sebenarnya kau mau ke mana?" tanya Alex yang sedikit kebingungan karena sekertaris Nanda terus melangkah hingga ke pinggir jalan.


Nanda tak menjawab, ia terus melangkah ke tempat tujuan nya membeli sarapan untuk atasan nya.


Meski merasa kesal karena sampai berjalan kaki seperti ini hingga menyeberang jalan, Alex tetap mengikuti sekertaris Nanda untuk mengambil simpati gadis itu.

__ADS_1


Sekertaris Nanda tertawa dalam hati karena sebenarnya ia mengerjai laki-laki menyebalkan itu. Ia sengaja menyeberang untuk membeli bubur ayam di seberang jalan sana, padahal di dekat kantor juga ada yang menjual berbagai menu sarapan.


"Memang enak di kerjain, ikut aja terus jalan kaki, aku yakin pasti ini adalah pertama kali nya kau berjalan kaki seperti ini." ujar sekertaris Nanda dalam hati, terlebih ia melihat Alex yang sudah bercucuran keringat.


__ADS_2