DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 70.


__ADS_3

"Nanda, kamu tahu kan orang nya?" Tanya Andre lagi.


Beberapa saat Nanda masih diam, dan tak lama kemudian ia akhirnya mengangguk.


"Iya, Pak saya tahu."


"Siapa orangnya?" Tanya Andre, keningnya mengkerut dan kedua alisnya bertautan menunggu jawaban Nanda.


"Kakak sepupu saya, Pak. Kak Adam."


Andre terperangah mendengar jawaban Nanda. Ia tidak menyangka jika yang mendonorkan ginjalnya untuk Nazhwa adalah laki-laki yang telah menyembunyikan istri nya itu, dan juga ternyata adalah kakak sepupu dari sekertaris nya.


Perasaan Andre benar-benar campur aduk. Di satu sisi ia ingin berterima kasih kepada orang yang telah berbaik hati mendonorkan ginjalnya untuk Nazhwa, namun juga marah karena orang itu adalah laki-laki yang telah menyembunyikan istri nya.


Helaan nafas panjang terhembus, mencoba meredam amarah. "Kalau boleh tahu, kenapa Adam mau mendonorkan ginjalnya untuk Nazhwa?" Tanya nya dengan pelan. Berbagai dugaan timbul di pikiran nya, karena menurutnya tidak mungkin Adam melakukan nya tanpa imbalan apapun, kecuali memiliki maksud tertentu.


Nanda menelan saliva nya dengan kasar, karena tidak mungkin ia mengatakan apa alasan Adam mendonorkan ginjalnya pada Nazhwa.


"Hanya karena sebagai permintaan maaf, Pak." Jawab Nanda, dan tentunya ia berbohong soal itu.


Andre menatap sekertaris nya dengan penuh selidik, ia tidak percaya dengan jawaban Nanda. Namun, tidak mungkin juga ia memaksa untuk bertanya karena Nanda pasti lebih memilih untuk menutupi karena Adam adalah kakak sepupu nya.


"Hanya itu?"

__ADS_1


Nanda mengangguk.


"Baiklah, kamu boleh pergi." Ujar Andre


"Pak, apa boleh nanti saya ingin pergi menemui Bu Nazhwa?" Tanya Nanda sebelum ia keluar dari ruangan atasannya itu.


"Iya, boleh." Jawab Andre lalu membuka kembali laptopnya.


.


.


.


Baru saja keluar dari ruangan atasannya, Nanda terkejut karena tiba-tiba seseorang menarik tangan lalu memeluknya.


"Bikin kaget aja, hampir aku pukul tadi." Ujar Nanda sembari mendorong pelan tubuh kekar yang tiba-tiba memeluk nya.


"Kok masih di sini? Aku pikir tadi langsung ke kantor."


"Aku masih kangen." Ujar Alex sambil tersenyum.


"Lebay." Nanda pun mengayun langkah menuju meja kerjanya, dan Alex mengekor di belakangnya.

__ADS_1


"Aku di sini aja ya, temenin kamu kerja.'' Ujar Alex yang telah mensejajarkan langkah nya dengan Nanda.


"Kalau perlu kau bantuin biar cepat selesai, terus kamu bisa cepat ambil cuti." ucapnya lagi.


Nanda menanggapi nya hanya dengan senyuman. Benar-benar tak menyangka seorang Alex yang begitu menyebalkan di awal pertemuan kini berubah menjadi sosok kekanak-kanakan.


"Pulang gih, emangnya gak ada kerjaan apa mau nemenin aku di sini." ujar Nanda setelah duduk di kursinya.


Alex menarik kursi yang kosong dan membawanya ke samping Nanda lalu duduk berdampingan dengan calon istrinya itu.


"Kerjaan ya ada, tapi kan aku bos nya. Jadi gak masalah dong kalau aku gak ke kantor." Ujar Alex sambil tersenyum.


Nanda tak lagi menanggapi, ia langsung membuka laptopnya dan memeriksa semua data-data yang masuk. Di sampingnya, Andre dengan setia menemani Nanda bekerja tanpa menggangu ataupun mengajak berbicara sedikit pun.


Alex memperhatikan Nanda yang begitu cekatan mengerjakan semua pekerjaan nya, tak sadar ia tersenyum memandang wajah Nanda yang begitu terlihat serius. Sangat menggemaskan di mata Alex. Andai saja tak ada beberapa karyawan yang hilir mudik, pasti ia akan mencium pipi Nanda mulus Nanda yang tanpa balutan make up.


Alex jadi membayangkan, bagaimana cantiknya Nanda nanti saat di rias pengantin. Tidak memakai make saja sudah terlihat cantik.


Hampir tiga jam Alex dengan sabar nya menunggu sang calon istri, akhirnya Nanda pun telah selesai dengan pekerjaan nya.


"Pasti capek ya, biar aku pijitin." Alex berinisiatif untuk memijat pundak Nanda, namun dengan cepat Nanda menepis tangan nya.


"Jangan, gak enak dilihatin orang-orang." Ujar Nanda dengan sedikit melototkan matanya. Bukan hanya karena itu, namun ia benar-benar belum terbiasa bersentuhan dengan Alex.

__ADS_1


Alex pun terkekeh, "Ya udah kalau gitu kita keluar cari makan yuk." Ajaknya.


Nanda pun langsung mengangguk, karena tadi pagi ia memang tidak sempat sarapan di rumah.


__ADS_2