
15.
"Nanda, kamu dari mana saja? Kamu tahu tidak, tadi saya kerepotan meeting tanpa kamu!"
"Huh, apa, meeting?" Sekertaris Nanda tersentak kaget, ia langsung memerikasa buku agenda nya yang ia simpan di dalam tas dan di situ tertulis bahwa hari ini memang ada pertemuan dengan beberapa klein.
"Maaf, Pak saya lupa. Ta-pi kenapa Bapak tidak menelpon saya?"
"Itu sudah tidak penting lagi, meeting nya juga sudah selesai dan kamu jangan sampai mengulangi ini lagi. Sekarang kamu katakan, kamu dari mana dan kenapa tidak izin kalau mau pergi?"
"Sa-ya habis pergi sama Bu Nazhwa, Pak." Jawab sekertaris Nanda.
"Pergi kemana?" Tanya Andre.
"Loh, emangnya Bu Nazhwa gak bilang ya Pak mau pergi kemana?" Sekertaris Nanda balik bertanya yang membuat Andre mendengus kesal.
"Bisa gak kalau di tanya tuh ya jawab aja jangan malah balik bertanya."
"Maaf, Pak." Sekertaris Nanda menundukkan kepalanya. "Saya menemani Bu Nazhwa bertemu temannya, setelah itu saya juga menemani Bu Nazhwa ke toko kosmetik." Jawab sekertaris Nanda.
"Toko kosmetik, ngapain?" Tanya Andre.
Sekertaris Nanda yang tadi nya menundukkan kepalanya langsung mengangkat wajah menatap Andre lalu terkekeh.
"Ya beli peralatan make up lah, Pak. Masa beli peralatan buat masak."
"Nanda!"
"Maaf, Pak." Sekertaris Nanda kembali menundukkan kepalanya.
__ADS_1
_____________
Beberapa hari telah berlalu setelah pertemuan terakhir Nazhwa dengan dokter Heni saat melakukan pemeriksaan perkembangan penyakitnya. Dan hari ini adalah jadwal pertama untuk Nazhwa melakukan cuci darah.
Kondisi tubuhnya semakin melemah, namun sekuat tenaga ia berusaha menguatkan tubuhnya agar tetap beraktivitas. Dan setiap hari di saat pagi menjelang ia langsung membersihkan diri lalu merias wajahnya agar tak terlihat seperti orang sakit.
Dengan tubuh lemahnya itu ia masih menyiapkan segala keperluan Andre.
"Ini bekal makan siang, Mas. Hati-hati di jalan." Ucap Nazhwa setelah memberikan kotak makan untuk suaminya.
Andre mengambil kotak makan nya itu sambil memperhatikan penampilan Nazhwa yang beberapa hari ini jadi sering berdandan, ia teringat ucapan sekertaris Nanda beberapa hari lalu yang mengatakan menemani istrinya pergi ke toko kosmetik membeli banyak peralatan make up.
'Jika tujuan mu berdandan untuk menggoda ku. Jangan harap, karena sampai kapan pun aku tidak akan tergoda.' ucap Andre dalam hati.
Seperti biasa Andre langsung keluar dari kamar tanpa berpamitan pada Nazhwa.
Nazhwa ingin mengejar suaminya karena ia belum berpamitan jika hari ini ia ingin keluar lagi dan tentu dengan alasan ingin bertemu temannya lagi. Namun karena tubuhnya yang lemah, ia memutuskan untuk mengirim pesan saja pada suaminya itu.
'Mas, tadi aku lupa bilang. Hari ini aku izin keluar lagi ya ketemu teman.' Isi pesan Nazhwa.
Dan tentu nya Andre tak membalas pesan itu, ia menyimpan kembali ponselnya lalu segera melajukan mobil nya.
"Dia selalu izin keluar untuk bertemu temannya. Apa diluar sana dia hanya punya teman, tidak ada orang spesial gitu. Aku tidak percaya ini." Gumam Andre.
Tiba-tiba ia teringat dengan laki-laki yang beberapa hari lalu menghampiri Nazhwa saat membeli ketropak, ia jadi berpikir Nazhwa izin keluar untuk bertemu laki-laki itu, terlebih penampilan Nazhwa berbeda sekarang semenjak ia bertemu laki-laki itu. Nazhwa jadi sering berdandan.
"Ah bodoh amat lah, apa perduli aku. Mau mereka memang beneran ketemuan, mau punya hubungan kek atau berencana menikah nanti setelah aku menceraikannya, itu malah bagus karena aku tidak perlu repot-repot memberi alasan kepada Mama dan Papa terutama kepada orangtua Nazhwa kenapa aku ingin menceraikan Putri mereka. Karena Nazhwa punya laki-laki lain di luar sana." Andre tersenyum menyeringai karena merasa menemukan cela untuk dijadikan alasan saat nanti ia akan menceraikan Nazhwa.
Sementara itu di rumah sakit, dokter Heni tengah bersiap-siap menunggu kedatangan Nazhwa untuk melakukan cuci darah yang pertama untuk pasien nya itu.
__ADS_1
Bagi mereka yang memiliki kondisi gagal ginjal atau sakit ginjal lainnya, fungsi ginjal akan digantikan oleh mesin cuci darah (dialysis machine).
"Jadi hari ini pasien kamu itu akan melakukan cuci darah?" Tanya Adam yang sudah dari beberapa saat lalu berada di dalam ruangan dokter Heni.
"Iya, Dam, aku tinggal menunggu dia, tadi katanya sudah di jalan." Jawab dokter Heni.
"Kasihan ya, di saat seperti ini support dari keluarga sangat dibutuhkan, tapi dia malah memilih untuk tidak memberitahu keluarga nya." Ujar Adam, ia merasa sedikit iba walaupun belum pernah bertemu dengan pasien dokter Heni itu.
"Aku juga gak ngerti, Dam. Kenapa dia melakukan itu."
"Apa pun alasan nya, semoga itu yang terbaik. Oh ya aku pamit dulu ya, aku juga mau ke ruangan pasien ku." Ujar Adam lalu keluar dari ruangan dokter Heni.
Tak lama setelah Adam pergi, pintu ruangan dokter Heni kembali terbuka dan ternyata itu adalah Nazhwa yang datang.
"Akhirnya kamu datang, apa bisa kita mulai sekarang?"
Nazhwa mengangguk pelan. Sejujurnya ia sangat takut, namun ia harus memberanikan diri agar bisa tetap bertahan hidup untuk beberapa waktu.
Dokter Heni pun menuntun Nazhwa menuju ruangan khusus akan dilakukan cuci darah.
Dokter Heni menggunakan metode Hemodialisis.
Hemodialisis adalah langkah cuci darah untuk gagal ginjal yang paling banyak dikenal. Hemodialisis dilakukan menggunakan mesin khusus untuk menyaring darah dan menggantikan fungsi ginjal yang rusak.
Pada proses cuci darah ini, petugas medis akan memasukkan jarum ke pembuluh darah untuk menghubungkan aliran darah dari tubuh menuju mesin pencuci darah. Kemudian, darah kotor akan disaring oleh mesin pencuci darah. Setelah tersaring, darah yang bersih akan dialirkan kembali ke dalam tubuh.
Prosedur hemodialisis biasanya memakan waktu sekitar 4 jam per sesi dan dilakukan setidaknya 3 sesi dalam seminggu. Prosedur ini hanya dapat dilakukan di klinik cuci darah atau rumah sakit. Efek samping yang biasanya muncul setelah menjalani hemodialisis adalah kulit gatal dan kram pada otot.
Namun, untuk Nazhwa, dokter Heni menyarankan melakukan cuci darah dalam seminggu dua kali saja. Jika tidak ada perubahan maka akan dilakukan tiga kali dalam seminggu.
__ADS_1
Dan hari ini Nazhwa sengaja tidak mengajak sekertaris Nanda karena tidak ingin Andre menjadi curiga jika terlalu sering pergi bersama sekertaris suaminya itu.
Setelah selesai melakukan cuci darah, Nazhwa merasa sedikit pusing dan kata dokter Heni itu memang biasa terjadi. Karena selama proses Hemodialisis, pasien akan kehilangan cairan sementara waktu yang dapat menyebabkan tekanan darah menurun. Jika hal ini terjadi pasien memang akan mengalami keluhan berupa pusing.