
"Ada yang ingin aku bicarakan, ini tentang kita. Tentang pernikahan kita."
Deg...
Dada Andre seketika berdetak dengan kencang kala Nazhwa mengatakan 'tentang pernikahan kita' Perasaan nya mulai tak enak. Apa yang akan di bicarakan Nazhwa tentang pernikahan mereka.
"Nazhwa...
" Aku harap Mas Andre tidak menyela setiap kata yang ku ucapkan." Pandangan Nazhwa lurus ke depan.
Andre pun hanya bisa menunduk pasrah, sementara Nazhwa menarik dalam nafas nya lalu menghembuskan nya secara pelan bersamaan semilir angin yang masuk dari jendela menerpa seiring langit yang mulai menggelap.
"Dengan mudah saat itu Mas mengatakan akan menceraikan aku setelah enam bulan pernikahan kita. Dan sadar atau tidak, Mas sudah menjatuhkan talak pada ku."
Andre tergugu. Kedua mata nya seketika berkaca-kaca, tak pernah terbayang bahwa ucapan nya saat itu berakibat fatal bagi pernikahan mereka.
Untuk beberapa saat Andre masih membeku dengan posisi bersimpuh di samping kursi roda yang di duduki Nazhwa. Dan sesaat ia seperti kehilangan kemampuan untuk berpikir. Ucapan Nazhwa bagaikan sebuah tamparan bagi nya.
"Maaf, Nazhwa. Aku benar-benar minta maaf."
__ADS_1
Hanya kata itu yang mampu terucap. Tangan nya terangkat mengusap cairan bening di sudut mata nya. 'Menyesal' adalah kata yang tepat untuk mengambarkan perasaan nya saat ini.
Andre bergerak, berpindah bersimpuh tepat di hadapan Nazhwa.
"Aku tahu aku salah, aku berucap tanpa memikirkan akibat nya. Tapi aku mohon berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua nya." Andre menatap istri nya dengan lekat, berharap Nazhwa akan memberi nya kesempatan untuk memperbaiki pernikahan mereka yang awal nya terlandasi sebuah amanah menjadi keinginan sendiri.
"Aku tidak tahu, Mas. Kita tetap bersama pun, perasaan ku tak akan lagi sama seperti dulu dan kita hanya akan saling menyakiti." Ucap Nazhwa lirih.
Hati Andre mencelos mendengar ucapan Nazhwa. Sungguh demi apa pun ia hanya meninginkan satu kali kesempatan untuk memperbaiki semua nya. Menutup kembali luka-luka tak berdarah yang ia torehkan. Membuat Nazhwa bahagia seperti yang di harapkan Shalwa, namun dengan cara nya sendiri. Menjadi suami yang baik untuk Nazhwa.
"Aku tidak mau kita pisah, Nazhwa." Andre dengan cepat menggenggam tangan istri nya dengan erat. "Satu kesempatan, aku hanya minta satu kali kesempatan untuk memperbaiki semua nya."
Keheningan tercipta selama beberapa saat. Andre menghela nafas panjang, lalu menoleh melihat jam yang menempel di dinding kamar. Sudah waktu nya makan siang, dan Nazhwa pun harus meminum obat nya.
Melihat Nazhwa masih bergeming, Andre pun berdiri lalu mendorong kursi roda Nazhwa keluar dari kamar. Nazhwa tak bergerak sedikit pun, juga tak bertanya kemana Andre akan membawa nya. Hingga mereka sampai di ruang makan.
"Tunggu sebentar, aku siapkan makanan dulu untuk mu." Tanpa menunggu jawaban Nazhwa, Andre langsung saja berlalu menuju dapur. Nazhwa pun masih diam tanpa berniat mencegah suami nya meski ia tidak ingin Andre yang menyiapkan makanan untuk nya karena itu adalah tugas nya.
Di dapur, Andre sejenak bersandar di dinding karena ia lupa jika ia baru pulang hari ini dan tidak ada makanan apa pun di rumah. Beberapa saat berpikir, akhir nya ia memilih untuk membuat bubur dan sup untuk Nazhwa.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian...
Andre kembali ke ruang makan, di tangan nha nya membawa nampan yang berisi semangkuk bubur dan semangkuk sup.
Masih dalam keheningan, Nazhwa menerima suapan demi suapan dari Andre. Rasa makanan yang masuk ke mulut nya terasa hambar, entah memang karena rasa nya hambar atau karena efek diri nya yang sakit. Namun, apa pun itu ia tetap menghargai usaha Andre yang sudah bersusah payah membuatkan makanan untuk nya, dengan hanya diam menguyah setiap suapan dan menelan nya tanpa berkomentar.
"Mas tidak makan?" Pertanyaan itu sontak saja terlontar ketika Nazhwa mulai menyadari jika sejak tadi Andre hanya menyuapi nya tanpa ada makanan lain selain bubur dan sup.
Andre menggeleng pelan sambil tersenyum.
"Kenapa?" Tanya Nazhwa lagi.
"Aku belum lapar," Jawab Andre. Padahal perut nya sudah sangat keroncongan sejak pagi belum makan apa pun karena sibuk mengurus kepulangan Nazhwa dari rumah sakit.
"Jangan telat makan, sakit itu tidak enak." ujar Nazhwa yang membuat Andre langsung tersenyum.
"Setidak nya aku tahu jika kau masih perduli pada ku." Ucap Andre.
Beberapa saat setelah selesai makan dan minum obat, Andre mendorong kursi roda Nazhwa kembali ke kamar untuk beristirahat.
__ADS_1